***
Alany masuk ke kamar Aldo dan duduk di ranjang besar di kamar itu, dan Aldo masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian dan sedikit menyegarkan pikiran
Aldo merendam diri di bathub dan mengacak rambutnya pelan dan tersenyum miris mengingat hubungan dalam keluarganya yang kurang baik sejak dulu
Aldo di benturkan dengan keadaan keras di keluarganya, dengan ibunya yang terlalu memandang remeh seseorang membuat Aldo kecil yang lemah selalu tidak percaya diri. Lalu di temukan dengan papanya yang maniak harta membuat Aldo seakan akan boneka bodoh di keluarganya
ia melampiaskan rasa sakitnya dengan bersikap kasar pada orang lain, sikap dingin dan arogan yang khas, merokok, membolos dan semua kesalahan lain
Aldo menarik nafasnya dan keluar dari bathub lalu mencari pakaiannya di lemari dan tiba tiba ada Alany yang berdiri di sampingnya
Alany tersenyum sangat anggun dan membuat jantung Aldo berdetak tidak karuan bahkan gadis itu bisa dikatan sangat cantik saat tersenyum seperti itu
Alany menyodorkan kaus Aldo yg terlipat rapi, da Aldo menerimanya dan melihat ada notes kecil di atas lipatan itu
"Bajunya udah Alany ambil jangan lupa di pake ya Aldo"
Begitulah isi dari notes tersebut
"makasih tapi lain kali kaga usah gua bisa sendiri" Alany menghilangkan senyumnya karena merasa tidak enak hati dengan perkataan Aldo dan pergi dari hadapan Aldo begitu saja dan Aldo pun melanjutkan akvitasnya.
Selesai itu Aldo mecari kemana Alany berada karena tadi ia hanya pergi tanpa mengucapkan kata kata, sungguh Aldo lupa bahwa memang Alany tidak bisa bicara. Dan saat ini Aldo tengah melangkahkan kakinya di tangga
"LEPASSS!" Aldo mengeram marah saat melihat Alany sedang membersihkan wc di rumahnya seraya di perhatikan oleh Melany
Semua menoleh pada Aldo yang berdiri di dekat pintu dengan wajah merah padam
"mama yang suruh?" tanya Aldo sedikit menggunakan nada bicara yang tinggi menatap Alany
Melany hanya memutar bola matanya malas dan menjawab perkataan Aldo
"kalo iya kenapa? kamu mau marah? inget ya Aldo, kamu yang bawa dia kesini, hamilin dia sembarangan. Kamu pikir orang tua mana yang mau ngurus anak kaya dia, udah di tampung aja harusnya udah bagus" Melany menjawab dan menatap benci ke arah Alany yang tengah berjongkok takut
"Ala ayo keatas" Aldo berucap marah seakan eneg dengan tingkah ibunya itu dan menarik Alany menuju kamar
Aldo membanting tubuh Alany di ranjang ia mengapit dagu gadis itu dan membuat Alany takut akan tatapan tajam Aldo
"DENGERIN GUA KARENA GUA TAU LU CUMA BISU BUKAN TULI, LO INGET DISINI YANG BERHAK ATUR LO CUMA GUA, JANGAN MAU DI PERBUDAK AMA SIAPAPUN TERMASUK MAMA GUA, GUA BUKAN PEDULI AMA LO, TAPI BAYI GUA INGET ITU" Aldo melepas cengkramanya dan mengusap kepalanya kasar
Alany tertunduk, ia membenamkan kepalanya ke atas bantal dan menangis.
Dilain tempat Aldo menyesap rokoknya di balkon, dan melampiaskan semua rasa di hatinya pada benda laknat itu ia binggung baru begini saja orang tuanya sudah sangat keterlaluan dengan Alany lalu bagaimana jika peristiwa keguguran Alany sampai di telinga mereka, huftt... membayangkannya saja Aldo sudah kalut
"arghhhh" ia melepas rokoknya, kemudian masuk dan ada rasa bersalah di hatinya saat melihat Alany menangis di atas ranjang
Aldo mendekat duduk di depan Alany dan mengangkat lembut kepala gadis itu, sungguh melihat itu Aldo merasakan sesuatu di dadanya
"shttt udah, maafin gua tadi gua kebawa emosi La" ujar Aldo sangat lembut dan mengusap pelan bahu Alany
"baju lo lagian belum ganti, basah lagi kena aer, ayo cepetan ganti" Alany mengangkat kepalanya kemudian mengusap air matanya dan tersenyum ringan
kadang kala ada rasa bahagia saat ada seseorang sangat baik padanya, dan berkata lembut sebagaimana menggangap Alany manusia normal mengingat hampir semua orang selalu seenaknya pada dirinya
"Alany suka Aldo kalo Aldo baik, jangan jahat lagi ya"
Alany berkata di depan Aldo dengan bahasa isyarat, andai Aldo paham bahwa Alany mengutarakan isi hatinya
"Gak paham sih, tapi yaudah sana ganti baju" Aldo tersenyum simpul lalu merebahkan tubuhnya di ranjang seraya menatap langit langit kamar dengan kekosongan
ia sangat binggung dengan kondisi hatinya belakangan ini, sungguh sebenarnya perilaku sedikit baik dari Aldo untuk Alany bukan hanya untuk bayinya namun juga untuk gadis itu.
sudah hampir sepuluh menit Aldo begelut dengan pikirannya sendiri hingga kemudian Alany keluar dari kamar mandi dengan keadaan hanya memakai handuk yang menutupi dada hingga pahanya saja
Aldo mengerjap, sungguh ini pemandangan indah, gadis itu terlihat sangat terbuka hingga sedetik kemudian Aldo tersenyum sangat tipis yang nyaris tak terlihat
Alany berdiri di depan lemari seraya memunggungi Aldo melihat Alany bergerak kesana kemari mencari pakaian membuat Aldo tersadar bahwa di balik punggung ringkuh itu ada sejuta kesedihan, sebuah kesedihan yang memerlukan obat, sebuah rasa sakit yang hanya butuh pelukan dan kehangatan.
menemukan pakaiannya Alany kembali masuk ke kamar mandi dan memakainnya disana, sungguh dia tidak ingin terlihat konyol di depan Aldo karena berpakaian di hadapan laki laki itu.
"lain kali kalo lupa bawa baju jangan pake handuk doang keluarnya pake kimono aja" ujar Aldo saat Alany merebahkan badannya di kasur serta entah sejak kapan Alany dan Aldo tidur satu ranjang
Alany mengerenyit binggung nampak aneh dengan kata Aldo, apa salahnya memakai handuk? bukan kah jauh lebih simple? namun karena tidak ingin memperpanjang masalah Alany mengidikan bahunya dan mencoba tidur hari memang masih sore keinginan untuk tidur hanyalah menyegarkan pikiran.
***
Alany terbangun dari tidurnya saat waktu menunjukan pukul 7 dan melihat ranjang tidurnya tidak ada Aldo disana ia duduk sebentar kemudian turun dari ranjang dan mencari Aldo kesana kemari dan ditemukannya Aldo di Balkon sambil merokok
Alany tidak binggung lagi karena wajar seorang Aldo yang notabennya brandalan merokok
Alany turun ke bawah menuju dapur dan membuat coklat panas 2 gelas untuknya dan Aldo setelah selesai Alany kembali ke kamar dan mendekat ke Aldo yang ada balkon
Sebelum itu Alany mengambil notes kecil menulis sesuatu di sana dan baru memberikannya pada Aldo
Aldo memutar kepalanya saat mendengar langkah kaki seseorang dan itu adalah Alany dengan nampan dan 2 gelas coklat di atasnya
Alany duduk di samping Aldo dan memberikan gelas coklat dan notesnya yang bertuliskan
"rokoknya Aldo kurang sehat enakan minuman coklatnya di gelas"
Aldo tersenyum kecil karena sikap manis dan baik Alany pada dirinya
"makasih" Aldo berucap dan di balas anggukan oleh Alany. Lama berada di keterdiaman akhirnya Aldo mebuka suara
"besok minggu Bian ama Reno mau kesini, mau nganter tas sekalian maen" Alany tidak menjawab ia lanjut menyeruput coklat hangatnya hingga tiba tiba ada sesorang yang masuk kamar Aldo dan Alany tidak tau siapa itu
"ALDOOO" suara seseorang terdengar dari belakang
TBC...
whehehe pa kabar? maap makin lama makin aneh ya tunggu aja lanjutnya
love you all-♡
KAMU SEDANG MEMBACA
mania agape
RomanceWANITA YANG BISU. Alany namanya, gadis yang selalu diam dan menunduk setiap bertemu orang lain, bukan karena ia takut akan kekuranganya namun ia tak ingin mendengar orang lain menjelekan hidupnya. SUDAH CUKUP Alany tertekan jangan ditambah lagi namu...
