"Kalau nggak suka mah langsung nolak aja, sakitnya nggak seberapa. Dibandingkan dengan kasih harapan palsu, bakalan jauh lebih sakit."
— Nathaniel Halim Widyono
###
Dengan langkah gontai, Aryna berjalan memasuki pekarangan sekolah SMA Dienga.
Seperti biasa, tidak banyak yang memberikan sapaan kepada Aryna. Wajar, Aryna juga bukan termasuk siswi yang terkenal.
Tetapi setidaknya semenjak aksi nekatnya tempo hari lalu, namanya lumayan dikenal di angkatan akhir. Atau di angkatan Reynathan.
"Wih, hari ini lo kasih apa ke kak Rey, Ryn?"
Aryna dikejutkan dengan Nathan yang tiba-tiba berjalan di sampingnya. Tak hanya itu saja, Nathan juga berusaha mengintip ke arah plastik yang Aryna bawa.
"Pancake, Nat," jawab Aryna dengan pelan.
"Hah apa?"
"Pancake." Kali ini, Aryna menaikkan sedikit volume suaranya.
"Ada sisa ngga? Kalau ada, gue mau dong."
Sebenarnya, Nathan tidak benar-benar menginginkan itu. Hanya saja ia ingin menyicipi sedikit makanan yang Aryna bawa. Sebagai bentuk apresiasi.
Karena Nathan sudah menebak jika Reynathan akan menolak makanan Aryna untuk ke sekian kalinya.
"Kayaknya nggak ada. Maaf, Nat. Next time, ya."
Meskipun tidak terlalu sedih, namun Nathan tetap berpura-pura menunjukkan raut wajah sedihnya.
"Yah, nggak papa deh. Kalau kak Rey nolak, lo kasih ke gue aja ya." Nathan mengakhiri pembicaraannya sambil mengacak rambut Aryna.
"I-iya."
Cewek mana yang tidak baper jika diacak rambutnya seperti itu? Sejenak, Aryna dapat melupakan masalah yang ia hadapi tadi pagi.
Thanks, Nat. Lo emang teman terbaik gue.
***
"KAK REYNATHAN!"
Sambil berlari, Aryna mendekat ke arah Reynathan dan kawan-kawannya.
Sementara Angkasa tersenyum lebar, Reynathan malah mendengkus sebal sambil memasang wajah datarnya.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Aryna kepada mereka berempat.
"Pagi juga Aryna," balas Angkasa.
"Pagi, Aryna cantik punya Vano."
Aryna terkekeh. "Hehe, tapi Aryna maunya sama Kak Reynathan. Gimana, dong?"
"Hehe. Tapi Reynathan maunya sama Liana. Gimana, dong?" tanya Vano yang membalikkan ucapan Aryna.
Bukannya sedih, Aryna malah tertawa. Membuat mereka heran sendiri.
"Nggak apa-apa. Kan masih ada dua puluh hari lagi. Kak Vano tungguin ya. Lihat nanti Aryna bakalan taklukkin Kak Rey," ucap Aryna sambil menatap Reynathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Teen Fiction"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)