12. LAPANGAN BASKET

1.3K 152 17
                                        

"Terkadang gue iri sama bola basket, yang bisa dengan mudahnya dapatin perhatian lo."

- Aryna Athena Sharron

###

"Jadi, menurut lo gue harus gimana?"

Ternyata tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan tugas Sejarah yang diberikan oleh Pak Dino.

Dalam waktu satu setengah jam, Aryna dan Nathan sudah menyelesaikan semuanya. Dan sekarang waktu masih menunjukkan jam 9 lewat, masih cukup awal untuk tidur.

Jadilah, Aryna memutuskan untuk melakukan sesi curhat dengan Nathan.

Tadi, Aryna sudah menceritakan apa yang terjadi padanya hari ini dengan Reynathan. Antara polos atau bodoh itu beda tipis.

Bisa-bisanya ketika ia melakukan stalk di akun Instagram milik Reynathan, tanpa sadar, tangannya menekan tombol follow. Lebih parahnya lagi ternyata Reynathan mengetahui hal itu.

"Lo ngakak banget, Ryn. Sumpah deh. Alasan lo itu bener-bener aneh banget."

Ah, sial. Siapapun yang mendengar cerita Aryna pasti akan langsung menertawakan dirinya.

Sepertinya tidak mungkin jika anak seumurannya tidak memiliki akun Instagram di zaman serba modern ini.

"Tuhkan, gue kelihatan bego banget pasti di mata kak Rey," kata Aryna sedih.

"Jangan sedih dulu, Ryn. Ada dua kemungkinan sih, lo mau dengar yang positif atau negatifnya dulu?"

"Hmm, positif lah! Kita itu harus hidup serba positif."

"Positifnya mungkin dia cuman mastiin aja dan cenderung nggak mikirin lagi. Jadi, ya udah gitu. Let it flow."

Aryna manggut-manggut. Terdapat sedikit kesempatan baginya. "Lalu, yang negatif?"

Nathan memasang senyum jahilnya. "Negatifnya kalaupun dia tahu, emangnya dia pernah notis dan peduli sama keberadaan lo? Hehehehe."

Mendengar itu, lantas membuat Aryna memajukan bibirnya ke depan. Nathan ini lihai sekali ya dalam memainkan perasaannya.

Baru saja ia diangkat hingga ke langit tujuh dan di detik berikutnya, ia dihempaskan jauh ke dasar tanah. Alias sakit banget!

Tapi, ini juga salahnya. Seharusnya ia mendengarkan kemungkinan negatifnya dulu.

"Jahat banget lo, Nat. Gue doain lo jomlo sampai tua, ya!"

"Balas dendam nih ceritanya? Haha."

"Tahu, ah. Nathan ngeselin. Eh BTW, lo ikut ekskul apa sih?"

Entah karena Aryna selalu memusatkan seluruh perhatiannya pada Reynathan atau apa, tapi Aryna benar-benar tidak pernah melihat Nathan ketika mengikuti ekskul.

"Gue ikut basket. Sebenarnya mau coba yang lain, cuman gue nggak bisa hehe."

"Berarti Sabtu ini lo latihan, dong?"

Rynathan [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang