"Pelajaran untuk kita semua : Jangan terlalu geer dan baper ke orang."
— Liana Karine Putri
###
Brak!
Dengan perasaan kesal, Aryna membanting pintu kamarnya. Bertepatan dengan bunyi bantingan yang berasal darinya, suara teriakan mamanya dari lantai bawah juga terdengar.
"ARYNA, PINTUNYA JANGAN DIBANTING!" teriak Aluna, Mama Aryna.
Aryna berdeham sebentar, sebelum menjawab teriakan mamanya. "IYA, MA! TADI ADA SERANGGA!"
Sesekali berbohong tidak apa-apa, kan? Karena ini menyangkut dengan keselamatan dirinya. Meskipun Aluna terkenal dengan sifat yang tidak cerewet, tetapi masih ada satu sifat buruk yang Aryna tidak sukai darinya.
Yaitu, pengadu. Ya, benar. Aluna memang sering mengadu kepada suaminya ketika Aryna melakukan kesalahan. Dan kalian sudah tahu akibat yang akan Aryna dapatkan setelah itu.
Tidak ingin memusingkan hal lain, Aryna langsung memutuskan untuk menenangkan pikirannya di kamar mandi.
Suasana yang tenang diikuti dengan aliran air yang mengalir di atas kepalanya adalah perpaduan yang terbaik.
Sejenak, Aryna dapat melupakan apa yang terjadi padanya hari ini.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar ketukan yang berasal dari pintu kamarnya membuat Aryna langsung menyelesaikan urusannya di kamar mandi.
Diikuti dengan handuk yang sudah terbalut di badannya. Tak lupa juga dengan satu handuk lainnya yang digunakan untuk menutup kepalanya. Lebih tepatnya, untuk menghindari air dari kepalanya yang akan turun ke lantai kamar.
"SEBENTAR!" teriak Aryna sambil berjalan menuju pintu.
Aryna tidak langsung membuka pintu kamarnya. Ia menyembulkan kepalanya di balik pintu, melihat siapa yang datang.
"Kenapa, Ma?"
Ternyata yang menghampirinya adalah Aluna, Mamanya.
"Kamu baru selesai mandi?" Aluna memperhatikan handuk yang Aryna gunakan.
Aryna mengangguk. "Iya, Ma. Ada apa?"
"Kalau mandi itu jangan lama. Tagihan air mahal nanti. Lagipula, kamu harus belajar mandi supaya memudahkan kamu di masa depan."
Ya, ya. Aluna mulai mengomel lagi. Hal inilah yang selalu Aluna katakan padanya ketika mengetahui Aryna menghabiskan waktu yang lama di dalam kamar mandi.
"Iya, Ma. Tadi sekalian keramas, jadi agak lama sedikit. Mama ke sini kenapa?"
Aluna mengibaskan tangannya, menyuruh Aryna untuk masuk ke dalam kamar. "Pakai baju dulu. Mama kembali lima menit lagi."
Tanpa aba-aba, Aryna langsung mengambil asal baju kaus dan celana pendek yang ia lihat dari lemari.
Setelah menyelesaikan semuanya, Aryna kembali menghampiri Aluna yang ternyata sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Sini dulu, Ryn." Aluna menepuk-nepuk sofa di sebelahnya yang kosong.
"Kenapa sih, Ma? Tumben-tumbenan disuruh gini," balas Aryna yang sudah mendapatkan posisi nyaman.
"Tadi kakakmu telepon Mama."
"Terus?"
"Dia bilang dia bakal balik ke Indonesia beberapa bulan lagi, tepatnya saat liburan musim semi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Подростковая литература"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)