"Untuk yang sedang berjuang dan berusaha keras, tetap semangat ya! Jangan lupa istirahat."
— Aryna Athena Sharron
###
"Untuk nilai ulangan Matematika kemarin, hampir semuanya tuntas kecuali satu orang di kelas ini."
Ucapan Bu Nita berhasil membuat siswa-siswi di dalam kelas 11 IPS 2 bergidik ngeri. Sensasi horrornya bahkan melebihi film horror yang sering ditonton oleh orang-orang.
"Untuk menghargai perasaan murid tersebut, Ibu tidak akan memberi tahu siapa dia. Sebagai gantinya, Ibu akan memberi tahu murid yang meraih nilai tertinggi di kelas ini."
Bu Nita sudah siap dengan kertas yang sedang ia pegang itu. Kemudian, ia mengalihkan pandangannya menuju meja Aryna.
Aryna menjadi bingung sendiri. Apa jangan-jangan Nathan lah yang mendapatkan nilai tertinggi? Mengingat kepintarannya dalam Matematika yang sangat patut diberi dua jempol.
"Ya, kalian benar. Murid itu adalah Nathaniel Halim Widyono. Semuanya berikan dia tepuk tangan!"
Prok, prok, prok!
Tepukan tangan dari siswa-siswi 11 IPS 2 langsung memenuhi seisi ruangan kelas tersebut. Dan kemudian terhenti ketika Bu Nita memberikan kode.
"Oh iya, kemarin guru-guru sempat rapat mengenai siswa-siswi yang nilainya kurang, baik di jurusan IPA maupun IPS. Untuk pelajaran hitungan, terutama Matematika, pihak sekolah sudah memutuskan untuk memberikan les pada siswa-siswi tersebut."
Les? Apakah les tersebut sama dengan les-les pada umumnya?
"Les tersebut bukan berasal dari guru pelajarannya, melainkan dari siswa yang mendapatkan nilai tertinggi. Guru-guru hanya akan mengawasi perkembangannya saja. Dan nanti orang yang mendapatkan nilai remedial pada ulangan Matematika kali ini akan mendapatkan les bersama Nathan."
Nathan tersenyum. Bukannya jahat atau bagaimana, namun Nathan sempat berharap jika orang yang mendapatkan nilai remedial tersebut adalah Aryna.
Tapi ia berpikir lagi, ia tidak boleh egois. Secara tidak langsung, sama saja ia mendoakan Aryna mendapatkan nilai yang buruk.
"Oke sudah jelas ya, sekarang Ibu akan memanggil kalian satu persatu untuk maju ke depan melihat nilai ulangannya."
Satu persatu siswa-siswi pun mulai dipanggil maju ke depan. Dan dari semuanya, Aryna lah yang sedikit lama berada di depan. Membuat yang lainnya menjadi berpikir jika Aryna yang mendapatkan nilai tidak tuntas tersebut.
Hal itu semakin dipercaya ketika melihat Aryna yang kembali ke kursinya dengan sedikit lesu dan raut wajahnya yang sedih.
"Lolos nggak, Ryn?" tanya Nathan dengan berbisik.
Aryna menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Dengan cepat, Nathan menepuk pelan bahu Aryna sambil menyemangatinya. "Nggak papa kok, mungkin ini tanda dari Tuhan kalau lo harus belajar dan berusaha lagi. Tenang aja, gue bakal ajarin lo sampai ngerti melebihi siapa pun."
Perasaan Aryna menjadi lebih ringan ketika mendengarkan ucapan penyemangat dari Nathan. "Makasih, Nat. Tolong kerja samanya ya, Pak!"
"Siap, Neng!" jawab Nathan yang membuat mereka berdua sama-sama tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Roman pour Adolescents"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)