"Tidak apa, aku akan mengalah dari egoku demi kebahagiaanmu."
— Nathaniel Halim Widyono
###
Seperti biasa, Pak Dino memasuki kelas 11 IPS 2 karena sudah waktunya untuk pelajaran Sejarah.
Dengan perasaan senang, Aryna menyambut kedatangan Pak Dino dengan senyumannya. "Selamat pagi, Pak! Masih semangat ngajarnya?"
Pak Dino yang melihat itu lantas tertawa, ada-ada saja kelakuan Aryna. "Selamat pagi juga, Aryna. Semangat, dong. Kalau nggak semangat, saya nggak ada di sini sekarang."
"Jadi bapak ada di mana?"
"Di kasur! Rebahan sepanjang hari," balas Pak Dino yang diikuti gelak tawanya.
Padahal kalau Aryna pikir-pikir, di manakah letak kelucuannya? Tetapi untuk menghargai jokes Pak Dino yang sedikit garing, Aryna berusaha tertawa.
"Hahaha, bisa aja, Pak. Ya udah, silahkan masuk." Aryna menggeserkan badannya untuk mempersilahkan Pak Dino masuk.
Diikuti dengan perintah Dara sebagai ketua kelas, semua siswa-siswi kelas 11 IPS 2 mengucapkan salam secara bersamaan.
"Selamat pagi, Pak!"
"Selamat pagi semuanya. Apa kabar kalian?"
"Baik, Pak!" jawab mereka bersamaan.
"Wah, semuanya pada semangat ya. Bapak suka kelas yang seperti ini, bagus-bagus. Pertahankan!"
Melihat semangat yang siswa-siswi 11 IPS 2 pancarkan, membuat perasaan Pak Dino menjadi sangat senang untuk mengajar materi Sejarah hari ini.
"Semangat dong, Pak. Tadi kebetulan saya dengar guru-guru akan ada rapat," kata Reano, menyahuti ucapan Pak Dino.
Pak Dino sontak membulatkan kedua bola matanya. Pantas saja mereka sangat bahagia. Sejak awal, sifat mereka ini sudah sangat mencurigakan.
"Dasar kamu, ya. Info guru rapat aja cepet tahunya, kalau info pelajaran malah nggak tahu ke mana."
Reano terkekeh. "Hehehe, bapak kayak nggak tahu saya aja."
"Ya sudah, karena saya akan mengikuti rapat. Hari ini kalian saya tugaskan untuk membaca materi bab dua. Lalu, kalian rangkum dan berikan hasilnya kepada saya. Saya tunggu paling lambat besok siang."
"Hah? Besok, Pak?" tanya Nathan yang panik.
Masalahnya Nathan itu tidak terlalu cepat masuk materi ke dalam otak jika hanya membaca saja. Ia membutuhkan penjelasan dari orang lain terlebih dahulu.
Sedangkan itu, Pak Dino yang biasanya menjelaskan harus absen untuk hari ini karena rapat.
Jadi, siapa yang akan menjelaskan kepada Nathan? Meminta tolong kepada Angkasa? Tidak mungkin. Angkasa itu sangat pelit padanya.
"Ya, besok. Kenapa, Nathan? Kamu keberatan?"
Nathan menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. "Agak, sih, Pak. Tapi saya usahakan selesai."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Fiksi Remaja"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)