"Dia adalah rumah bagiku. Seberapa jauh aku pergi, pasti akan kembali pulang kepadanya."
— Liana Karine Putri
###
Aryna menatap bingung ke arah Reynathan yang kini tengah berdiri di hadapannya. Tadi Aryna sempat mendengar teriakan dari Raka dan Vano yang mengatakan jika Reynathan ingin pulang bersama dengannya.
Sungguh, apakah itu benar? Atau mereka hanya bercanda saja?
Hingga saat ini, Aryna dan Reynathan masih sama-sama terdiam. Tidak ada yang berniat untuk berbicara. Sementara hari pun semakin gelap.
"Kak, HP gue udah mati. Gimana kalau gue pinjam HP lo buat pesan ojek?" tanya Aryna memecah keheningan di antara mereka.
Reynathan mengerutkan keningnya, membuat kedua alisnya ikut menyatu. "Ngapain pesan ojek?"
"Karena nggak ada yang jemput gue dan hari juga makin malam." Aryna menjawabnya dengan lancar.
Oh, tumben nggak modus.
Reynathan lantas menggelengkan kepalanya ketika isi kepalanya itu mulai berpikiran konyol.
"Lalu tujuan gue di sini apa? Kalau lo mau pesan ojek."
"Jadi lo mau antarin gue pulang?"
Wah, Aryna benar-benar takjub sendiri dengan dirinya. Sebuah pencapaian yang luar biasa ketika ia berani memberikan pertanyaan seperti itu. Padahal, biasanya ia hanya bisa diam-diam saja.
Apa jangan-jangan ini karena efek ketakutan dengan nilai ulangan Matematikanya yang akan diketahui oleh papanya sebentar lagi?
"Biasanya lo dijemput jam berapa?"
"Kalau pulang sekolah, langsung dijemput. Kalau ada ekskul, ya selesai ekskul, Kak."
"Lalu kenapa hari ini belum pulang?"
"Gue juga nggak tahu, Kak."
Reynathan mengangguk sambil berjalan lurus menuju motornya. Ia mengambil kunci motor pada saku celananya dan langsung menghidupkan motornya.
"Naik," ucapnya pada Aryna yang masih berdiri menatapnya.
Tanpa aba-aba, Aryna langsung naik ke atas motor tersebut. Tapi karena badannya yang sedikit kecil dan motor milik Reynathan lumayan tinggi, membuat Aryna sedikit kesusahan.
"Kenapa? Nggak bisa naik?" tanya Reynathan yang Aryna bisa lihat jika wajah dari lelaki itu sedang mengejeknya.
Aryna lantas mengelak. "Bisa lah, motor kayak gini mah kecil."
"Ya udah, langsung naik kalau gitu."
Beberapa kali, Aryna sempat gagal. Ternyata harusnya dari awal ia mengaku saja tidak bisa. Sekarang, ia hanya bisa menanggung rasa malu.
"Pegang bahu gue."
"Biar?"
"Cepetan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Teen Fiction"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)