15. ULANGAN & AILEEN

1.1K 127 9
                                        

"Percuma saja, kalau aku berjuang tapi kamu hanya diam. Lebih baik aku berhenti."

— Liana Karyne Putri

###

Ketika motornya sudah terparkir rapi di lapangan futsal, Arkan langsung mengambil kunci motornya dan melangkahkan kaki masuk ke dalam.

Di sana sudah terlihat beberapa anggota ekskul futsal lainnya. Memang hari ini tidak ada ekskul futsal tapi para anggotanya sudah tidak sabar untuk menanti kehadiran anggota baru, yaitu Arkan.

Maka sebab itulah, mereka sekarang berkumpul di tengah lapangan. Rencana itu pertama kali diusulkan oleh salah satu anggota ekskul futsal yang kebetulan kenal Arkan karena sekelas, namanya Miguel.

"Arkan! Sini-sini." Miguel melambaikan tangannya kepada Arkan yang sedang berdiri di ujung lapangan.

Arkan sedang memperhatikan Reynathan dan para teman-temannya. Mereka asyik bercanda tawa satu sama lain. Membuat Arkan menjadi sedikit bimbang untuk melangkah ke sana.

Tapi ia secara tidak langsung tadi sudah berjanji pada Aryna untuk memberikannya kepada Reynathan.

Dengan berat hati, ia pun melangkah ke sana. Kehadirannya dinotis pertama kali oleh Vano.

"Arkan, lo ngapain ke sini?" tanya Vano tanpa berpikir lebih lanjut.

Mendengar nama "Arkan", membuat Reynathan menoleh ke belakang. Dan benar saja, ada Arkan di sana.

"Eh, itu makanan dari Aryna kan? Gue kenal kantongnya tuh, kok ada sama lo?" sahut Angkasa sambil menunjuk ke kantong yang Arkan pegang.

Semuanya langsung ikut melihat ke arah kantong itu. Membuat Arkan segera menyembunyikannya.

"Bukan dari Aryna kok," ucapnya gugup yang membuat Angkasa menjadi curiga. Ia tahu betul itu adalah kantong yang biasa Aryna gunakan.

Bagaimana tidak? Biasanya Aryna selalu mengirimkannya foto berupa kantong yang diisi kotak bekal ataupun makanan yang akan ia berikan kepada Reynathan nanti. Tujuan Aryna mengirimkan padanya adalah untuk meminta penilaian dan review dari Angkasa.

Reynathan sendiri merasa sedikit bingung. Jadi, karena ini Aryna tidak muncul dan memberikannya makanan? Ternyata dirinya sudah terganti oleh Arkan.

Reynathan menggelengkan kepalanya ketika ia memgingat kejadian di sekolah tadi siang.

Reynathan menatap Angkasa secara terang-terangan dari tadi. Tak lupa, ia mengecek laci maupun tas milik Angkasa.

"Lo kenapa sih dari tadi lihatin gue?" tanya Angkasa, merasa tak nyaman.

Reynathan mengedikkan bahunya. "Dih, geer banget. Orang dari tadi gue lihatin William di belakang lo."

Angkasa menutup mulutnya dengan tangannya. Ia menatap curiga kepada Reynathan. "Rey, jangan-jangan lo?"

"Jangan-jangan kenapa? Gue lihatin William dari tadi soalnya dia ngupil lalu upilnya ditaruh ke meja bawahnya."

"Hih, serius? Pantesan ada yang pernah bilang kalau duduk di tempat dia selalu ngerasa ada yang nempel pas kaki mereka kena meja dia."

Rynathan [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang