"Jangan pernah berharap dengan seseorang, bahkan yang paling dekat sekalipun. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya."
— Raissa Valerie
###
Hari ini, Aryna kembali ke sekolah seperti biasa. Yang membedakannya adalah kondisi wajahnya sekarang.
Sejak percakapan papanya saat makan malam kemarin, Aryna tidak bisa tidur atau sekadar memejamkan matanya hingga subuh pun datang.
Baru dua jam tertidur, Aluna sudah datang ke kamarnya dan membangunkan dirinya. Hal itupun langsung berefek pada mata Aryna. Matanya terlihat seperti hewan yang suka menyantap bambu.
Karena kelelahan, Aryna juga tidak menyiapkan apa-apa ke sekolah. Ia hanya membawa tasnya saja. Tidak ada bekal untuk Reynathan ataupun Nathan.
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, kenapa nama mereka berdua mirip, ya? Sudah seperti kembaran saja.
Aryna menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran konyol yang ia masih sempat pikirkan. Lalu ia masuk ke dalam kelas 11 IPS 2 yang di dalamnya sudah terdapat lumayan banyak siswa-siswi. Tumben-tumbenan mereka datang awal.
"Ryna, lo ada lihat buku Seja— ASTAGA!" Berniat untuk bertanya kepada Aryna tentang buku Sejarahnya, yang didapati Raissa malahan wajah Aryna yang terlihat seperti zombie.
"Buku Sejarah lo? Di laci gue tuh."
"Ryn, are you okay?"
Aryna mengangguk. Ia menaruh tasnya di kursi dan membaringkan kepalanya pada tangan yang ia sudah timpa di atas meja sebagai alas.
"Gue nggak papa, emangnya kenapa sama gue?" Aryna balik bertanya.
"Lo udah nggak tidur berapa hari cuy? Itu mata udah kayak panda aja."
"Nggak papa, bagus ini. Gaya terbaru di tahun 2020, lihat aja bentar lagi pasti bakalan jadi trend nomor satu," jawab Aryna melantur. Mungkin ini salah satu efek dari kurang tidur, otaknya tidak bisa bekerja dengan baik.
Raissa tertawa. Ngomong-ngomong, ia sudah mengambil buku Sejarahnya yang benar-benar terdapat di laci Aryna.
Setelah Raissa meninggalkan Aryna, Aryna pun membaringkan kepalanya dan mulai masuk ke dalam mimpi.
"Psst, Ryn, lo tidur?"
Belum sampai lima menit ia masuk ke dalam mimpi, Aryna mendengar suara yang ia kenali, Nathan.
"Hmm." Aryna tidak mengangkat kepalanya, ia masih setia pada posisi awal.
Karena tidak mendengar balasan dari Nathan, Aryna pun kembali tidur. Tapi itu semua terhentikan ketika ia tiba-tiba merasakan ada tangan yang sedang mengelus kepalanya.
Baru saja Aryna ingin mengangkat kepalanya, tangan Nathan langsung bergerak menahan.
"Ssst, udah lo tidur aja. Nanti kalau ada guru, gue bangunin."
Aryna sangat berterima kasih untuk itu. Dalam hitungan detik, ia pun sudah kembali tertidur, mengingat jam tidurnya sangat jauh dari kata cukup.
***
Nathan memperhatikan Aryna yang sedang tertidur di hadapannya. Meskipun wajah Aryna tidak terlihat, Nathan tetap menyunggingkan senyumnya. Pasti wajah Aryna saat tertidur semakin cantik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Teen Fiction"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)