"Nggak usah suka kepedean kalau gue udah mulai peka sama lo, karena itu cuman sebatas belas kasihan aja."
— Reynathan Shane Rony
###
"Tidur mulu dah kerjaan lo, Rey."
Sejak bel masuk dibunyikan, semua siswa-siswi SMA Dienga langsung berlari masuk ke dalam kelas masing-masing. Termasuk Reynathan dan Vano yang baru kembali dari kantin.
Anehnya, dari tadi Reynathan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Memang biasanya ia sangat jarang untuk berkomunikasi jika tidak terlalu penting, tapi tidak sediam ini juga.
Ia memilih untuk membaringkan kepalanya di atas tumpukan buku-buku paket yang tebal sebagai alas dan matanya pun perlahan tertutup sewaktu guru di depan sedang menjelaskan. Penjelasan dari guru tersebut seolah-olah menjadi dongeng yang biasanya dibacakan oleh orang tua sebelum anaknya tidur.
"Berisik lo, Kas. Fokus belajar aja sana," jawab Reynathan sambil merubah posisinya sedikit, mencari posisi nyaman.
Angkasa menggeleng seraya tertawa. "Kalau ada guru yang manggil lo, gue nggak mau bangunin. Biarin aja kena hukuman."
Ucapan itu hanyalah berupa candaan saja, Angkasa tidak sekejam itu. Ia pasti akan membangunkan Reynathan.
"Bodo amat, udah sana lo belajar."
Tidak mau mengurusi Reynathan, Angkasa memilih untuk fokus ke depan, mendengarkan penjelasan dengan tenang.
***
"Tuh ada kak Reynathan, cepat datangin dia, Ryn." Raissa mendorong tubuh Aryna dengan pelan ke arah Reynathan dan teman-temannya.
Saat ini memang sudah waktunya untuk istirahat pertama. Seperti biasa, Aryna akan memberikan makanan kepada Reynathan. Hari ini menu makanannya adalah nasi goreng yang tadi ia beli di kantin bersama Nathan.
"Nggak usah dorong gue kali, Rai," ujar Aryna kepada Raissa yang sedang terkekeh sambil membentuk tangan menjadi sebuah tanda "peace".
"Kan lo biasanya excited kalau udah ketemu kak Rey, jadi gue membantu lo supaya lebih cepat. Buruan pergi, Ryn, keburu mereka cabut."
Aryna mencibir pelan sambil mulai berjalan menuju meja Reynathan dan kawan-kawan. Mereka mengambil meja yang berada di ujung kantin.
"K–kak Rey, ini makanan lo dari gue." Aryna menyodorkan satu kotak putih yang berisikan nasi goreng kepada Reynathan.
Kehadiran Aryna di meja mereka secara tiba-tiba tentu saja mendapatkan perhatian dari yang lainnya.
Angkasa mengabaikan mereka berdua, karena hal ini bukan hal yang istimewa. Sementara Lucas melanjutkan makanannya, Raka yang sedang memperhatikan Raissa hingga melupakan keadaan dan Vano yang mulai bersikap dramatis.
Reynathan sendiri tidak melirik ke arah Aryna, ia sibuk sendiri dengan benda pipih yang ada di tangannya.
Sadar akan situasi yang tiba-tiba menjadi awkward, akhirnya Vano lah yang menerima satu kotak putih dari Aryna. "Makasih, Aryna. Tahu banget kalau gue belum makan dari pagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rynathan [✔]
Tienerfictie"30 hari. Gue buktiin gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue janji gue bakalan bisa buat lo jatuh cinta sama gue." "Kalau lo ngga bisa?" "Gue bakal menjauh dari lo. Deal?" "Deal!" Aryna Athena Sharron. Perempuan yang...
![Rynathan [✔]](https://img.wattpad.com/cover/227223875-64-k575819.jpg)