24. RUANG BK

1.3K 120 14
                                        

"Ingin tahu siapa teman yang benar-benar teman? Tunggulah dan lihat ketika kamu sedang terkena masalah."

— Arkan Nathanael W.

###

"Keputusan gue buat nggak suka sama lo emang benar. Jadi gini sifat asli lo, Ryn? Ngebully kakel cuman gara-gara cowok doang? Disgusting."

Sakit. Itulah yang dirasakan oleh Aryna sekarang.

"K–kak, lo nggak beneran mikir itu gue, kan?"

Reynathan menaikkan salah satu alisnya. "Kalau bukan lo, emangnya siapa? Itu jelas-jelas lo yang ada di videonya."

"Gue mau jujur, video yang kalian bicarakan itu belum gue lihat sama sekali. Karena di grup yang gue gabung, juga nggak ada videonya. Sebenarnya itu video yang mana?"

Aryna sudah bilang tadi, kan? Ia belum melihat video yang sedang viral itu. Dan lagi saat ia menanyakan itu kepada Raissa, Dara, dan juga Linda, mereka hanya diam dan saling melempar tatapan satu sama lain.

"Nih, lo lihat sendiri."

Reynathan menyerahkan ponsel yang sedang menayangkan video itu kepada Aryna. Dengan cepat, ponsel itupun juga langsung diterima oleh Aryna.

Video yang ada di ponsel itu berdurasi sekitar satu menit dua puluh satu detik. Dan saat Aryna perhatikan baik-baik, memang benar itu dirinya.

Tapi yang menjadi masalah, mengapa di sini ia terlihat seperti pelaku? Padahal kan kalau diingat-ingat, Anna lah yang duluan membullynya.

"Ck, sial. Kejadian aslinya nggak gitu. Gue yakin ingatan gue nggak salah," kata Aryna dengan tergesa-gesa.

Memang benar, Aryna tidak pandai dalam pelajaran akademik tapi setidaknya ingatannya masih cukup baik. Apalagi untuk mengingat kejadian yang membuatnya kembali merasa insecure, tepatnya sesudah Anna mengatakan jika Aryna tidak pantas dengan Reynathan. Alasannya karena Liana lebih cantik, anggun dan masih banyak lagi kelebihan yang Aryna tidak miliki.

Dan sekarang bisa-bisanya perempuan itu mengedit ulang videonya dan memutarbalikkan fakta. Sungguh lucu.

"Jujur aja sama gue, video itu siapa yang rekam? Teman lo? Suruhan lo?"

Ah, sial. Reynathan tampak tidak peduli dengan alasan dan ucapan Aryna. Percuma saja, Aryna mengatakan beribu-ribu alasan jika tidak ada yang dihiraukan.

"K–kak, gue benar-benar pergi ke WC sendirian waktu itu. Lo ingat waktu di mana lo nemuin gue sama kak Arkan di ruangan gelap?"

Raut wajah Reynathan yang tadinya datar menjadi semakin datar ketika mendengar nama Arkan disebutkan. "Nggak."

"Intinya waktu itu kak Arkan yang secara nggak langsung bantuin gue dari Anna mereka. Tolong, percaya gue, Kak." Aryna memasang tampang yang serius.

Untuk seukuran anak perempuan yang ceria, tidak tahu malu, suka teriak-teriak seperti Aryna, rasanya sedikit aneh jika ia memasang wajah serius seperti saat ini.

Tapi lagi-lagi, Reynathan tetap kukuh dengan pendapat awal yang ia punya. Bahwa Aryna lah yang membully Anna demi seorang cowok, yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya. 

"Ok, anggaplah misalkan gue percaya sama ucapan lo. Tapi dengan alasan yang lo punya alias ngebully kakel demi gue, rasanya nggak mungkin kalau bukan lo."

Aryna mengerutkan keningnya. Jadi, secara tidak langsung Reynathan berpikir jika Aryna benar-benar akan melakukan apa pun demi lelaki itu? Bahkan membully kakel?

Rynathan [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang