Happy Reading.
Britania Raya, 04.00
Tahun demi tahun berlalu, hidup Jessica berubah 180 derajat semenjak tinggal di Inggris. Sudah dua tahun lebih dia berada di sini, Robert dan Leon menjadi sahabatnya sekarang.
"Jessica meina?" Tanya Robert menggunakan Bahasa Indonesia.
Leon menepuk jidatnya, "Mana bukan meina, Rob."
"Oh iyya ma-na."
Jessica langsung keluar dari dapur, "Apaan nih manggil-manggil," Katanya langsung duduk dengan mie yang ada di mangkoknya.
"Bagi dong," ujar Leon langsung merebut mangkok mie milik Jessica.
"Enak aja lo singa! Bikin sendiri!"
"AAA MAUNYA PUNYA JESSICA!" Leon merengek seperti anak kecil.
Robert yang mengerti situasi hanya geleng-geleng kepala, dia bingung caranya memisahkan dua orang yang sedang bertengkar ini.
"Jangan alay deh Lee, bikin sendiri jangan manja!" Seru Jessica lagi, kali ini dia pindah duduk di sebelah Robert.
"Aih Jessica pelit deh, awas kuburannya sempit."
"Kuburan lo tuh yang sempit!"
"Stop, stop! Jangan bertengkar, itu tidak baik." Robert berkata.
Jessica selalu hampir tertawa kala mendengar Robert berbicara, sangat formal dan terkesan lucu.
"Robert mau mie? Sini aku suapain," kata Jessica.
"Mau, mau!" Seru Robert girang.
Jessica langsung menyuapi Robert dengan sesendok mie, sedangkan Leon menatap sengit Jessica. Apa-apaan itu.
"Keluar ah, panas hawanya jadi males!"
"Udah biarin aja, nggak jelas emang si Leon."
❀❀❀
Jakarta, 10.00
"Avery, jangan ambil mainan kakak!"
"Kak Austin pelitt, huuu!"
"Udah jangan berantem, mainan ini punya kalian berdua." Bima berkata, menenangkan dua anaknya yang selalu membuat kepalanya pusing.
Hari ini Mella datang ke rumah, karena kebetulan Revan sedang cuti kerja. Ya, sekarang Revan dan Mella sudah sah menjadi suami istri. Pada akhirnya Revan akan tetap menjadi milik Mella, selamanya.
"Avery, sini sama Kak Mel."
Avery langsung berlari ke arah bibinya itu, dia selalu dimanja oleh Mella. "Kak Mel, kak Austin nakal, nggak mau pinjemin Ery mainan!"
Mella terkekeh, Austin selalu diam. Sifatnya dingin dan tak banyak bicara, kadang dia hanya bicara jika menyangkut Jessica. Pernah saat semua orang berkumpul, dia malah tiduran di kamar dan bermain ponsel.
"Nggak usah lebay Ry!" Seru Austin.
"Austin, jangan gitu ah. Nggak baik." Mella berucap, Austin tak pernah mengindahkan kata-kata Mella. Dia malah menganggap Mella selalu pilih kasih.
Anak laki-laki itu langsung naik ke atas menuju kamarnya. Ia menutup pintu dengan kencang, menurutnya semua orang hanya memperhatikan Avery dibandingkan dirinya. Dia mengambil foto Kakaknya, Jessica.
KAMU SEDANG MEMBACA
AN INCIDENT [END]
Novela Juvenil[LENGKAP] Hanya sepenggal kisah cinta antara Jessica, Revan dan Mella. cerita ini aneh, jangan di baca, apalagi di plagiatin. End: 20 Oktober 2021
![AN INCIDENT [END]](https://img.wattpad.com/cover/230238035-64-k827650.jpg)