Happy Reading.
Kediaman Bima ramai akan tamu yang datang bergantian, bagaimana tidak, ayah Revan pebisnis handal sedangkan ayah Jessica adalah direktur di kantornya. Hari ini adalah hari bahagia Mella dan Revan karena mereka telah selesai melaksanakan acara pertunangan. Bisa dibilang kebahagiaan Mella 100% dan Revan hanya 85%.
"Makanan gue itu, Ji." Alka menegur Panji yang membawa piring miliknya.
"Masih laper gue, bungkus aah."
Alka dan Devana menatap Panji dengan tatapan sinis. "Rakus banget Astaga, lo belum makan satu abad?" Tanya Devana.
"Belum, kenapa? Mau beliin makanan buat gue?" Tanya Panji. Kini Devana langsung diam karena percuma bicara dengan Panji yang bisa membolak-balikkan keadaan.
"Nayla mana yah, kok nggak keliatan," ujar Panji, kepalanya celingak-celinguk, sesekali menendang orang yang lewat karena kelakuannya.
"Nayla masih kecil, Ji. Sadar deh," kata Devana ketus.
"Orang udah SMA kelas satu kok dibilang masih kecil," sahut Devon.
Posisinya Devana dan Devon sedang bertengkar, karena kelakuan Panji yang mengompori Devon.
"Paan sih, nyahut aja lo."
"Suka suka gue lah," ujar Devon.
Alka yang menyaksikan temannya itu hanya bisa menghela napas, karena ia yakin bahwa Devana dan Devon akan segera berbaikan.
"Btw, Jessica mana?" Tanya Cinta.
Semua langsung mencari Jessica, tentu saja dicari, karena gadis itu tidak kelihatan dari pagi. Dari awal acara sampai acara hampir selesai dia tidak kelihatan.
"Tau tuh, atau jangan-jangan-"
"Jangan-jangan apa?"
"Jangan-jangan jangan-jangan," kata Panji.
"Nyesel gue nanya lo." Alka mendengus kasar.
Panji langsung tertawa, sebenarnya dia ingin mengatakan jangan-jangan Jessica cemburu, tapi tidak jadi karena seingatnya Jessica sudah ada pacar baru.
"Hai guys," sapa Mella yang menggandeng lengan Revan.
"Hai hei hai hei, makanan nya udah abis nih." Panji meletakkan piring berisi roti lapis yang sudah ia habiskan, sendiri.
"Ni orang rakus banget dah, sepuluh roti lapis dia abisin sendiri tanpa kita anjir," kesal Devana.
"Aaa terserah gue dong, wlee."
Devana dan Panji saling mengejek, sampai-sampai Devana harus menjambak rambut Panji agar diam. Devon yang menyaksikan itu hanya bisa melihat tanpa berucap, kalau dibilang cemburu ya sangat cemburu.
"Eh, udah tuh ayang bebeb lo cembukor," kata Panji, seraya menunjuk-nunjuk ke arah Devon yang termenung.
"Bodoamat."
Cinta menatap Revan dan Mella, dia dulu selalu membayangkan bahwa yang akan menjadi pasangan Revan adalah Jessica, tapi ternyata takdir selalu bermain.
"Jessica mana Mel?" Tanya Cinta.
Mella langsung merubah posisi duduknya yang bersandar jadi tegak, "Jessica tadi pagi pagi banget bilang ke gue, kalau-dia mau pergi ketemu sama-Jojo."
"Jojo? lah katanya Jojo nggak pernah ngabarin Jessica?" Panji bertanya.
"Gue juga nggak tau, tiba-tiba aja-"
KAMU SEDANG MEMBACA
AN INCIDENT [END]
Teen Fiction[LENGKAP] Hanya sepenggal kisah cinta antara Jessica, Revan dan Mella. cerita ini aneh, jangan di baca, apalagi di plagiatin. End: 20 Oktober 2021
![AN INCIDENT [END]](https://img.wattpad.com/cover/230238035-64-k827650.jpg)