Dia adalah duri dalam hubungan kita
>>>
"Kau mengenali dia?" tanya Na Eun.
"Dia siapa?" tanyaku balik
"Dia anak pemilik perusahaan. Tampan bukan?" bisik Na Eun.
Apa ini suatu kesialan? Aku bertemu lagi dengan dia. Dia, pria yang pernah ingin "mencelakaiku" di hotel saat itu. Apa dia sudah bebas? Kim Bum lah yang memenjarakannya.
"So Eun? Kim So Eun?" panggil Na Eun menyadarkanku.
"Na Eun, aku tiba-tiba saja merasa kurang sehat. Aku ingin pulang sekarang" aku beralasan agar bisa segera pergi.
Sungguh aku tidak ingin bertemu dengan pria jahat itu lagi.
"So Eun! Kim So Eun!"
Gawat. Pria itu memanggilku. Dia sudah menyadari keberadaanku.
"So, dia mengenalmu? Bagaimana bisa?" bisik Na Eun.
"So Eun, kau masih mengingatku kan? Aku ingin berbicara denganmu. Bisakah?" tanya pria itu yang bahkan sampai detik ini belum kuketahui namanya.
Aku memberi kode pada Na Eun. Untungnya, Na Eun mengerti.
"Maaf sebelumnya, So Eun harus segera pulang sekarang. Dia sedang tidak sehat"
Aku sangat enggan berbicara dengan pria mesum ini.
"Jika begitu aku saja yang mengantar So Eun" tawarnya dan membuat Na Eun semakin heran.
"Tolong jangan menghalangi jalan kami. Aku harus segera pulang. Kau tidak perlu basa-basi menawarkan bantuan karena aku tidak akan menerima bantuanmu" jawabku dan menatap lekat kedua matanya.
"So, kau sepertinya masih salah paham padaku. Kejadian tempo lalu tidak seperti yang kau pikirkan" pria itu masih berusaha memberi penjelasan.
Aku hanya tersenyum sinis menanggapi ucapannya dan beranjak pergi.
•••
Selama di perjalanan kembali ke apartemen, aku dan Na Eun larut dalam pikiran masing-masing sampai pada akhirnya Na Eun memecah keheningan tersebut.
"Aku sudah tidak tahan lagi untuk tidak bertanya. Bagaimana kau dan Yong Hwa bia saling mengenal?"
"Yong Hwa?" aku mengernyit bingung.
"Jung Yong Hwa, pria tadi. Anak pemilik perusahaan"
"Ayolah So Eun, ceritakan bagaimana kalian bisa saling mengenal?" lanjutnya yang makin penasaran.
"Pertemuan pertama kami meninggalkan kesan yang sangat buruk. Aku membencinya" jawabku tanpa ingin menjelaskan penyebab aku membenci pria yang sekarang kuketahui namanya.
Pria misterius yang pernah melecehkanku.
"Mengapa kau bisa membenci pria setampan itu?"
Aku berdecak kesal mendengar pertanyaan Na Eun.
"Son Na Eun, jangan tertipu dengan parasnya. Paras rupawan tapi perilakunya tidak. Hati-hati dengannya. Tidak usah mencoba mendekatinya. Ini saranku sebagai temanmu" jelasku.
"B...baiklah aku mengerti. Oh ya semoga kau lekas sembuh" ucapnya. Kami sudah sampai di depan apartemen.
"Aku baik-baik saja. Tadi hanya sandiwara. Kabari aku jika kau sudah sampai rumah"
"Aishh aku kira kau sungguh sakit. Oke sampai jumpa" Na Eun melambaikan tangannya dan melangkah pergi.
Aku terdiam di depan pintu memikirkan apa yang baru terjadi. Aku takut. Aku takut bertemu dengan pria itu lagi. Haruskah aku pindah?
KAMU SEDANG MEMBACA
Promise (Complete)
RomanceIni kisah ku. Bukan, lebih tepatnya kisah ku dan dia yang berbeda. Aku tidak membenci perbedaan itu, hanya membenci takdir yang membuat ku bertemu dengan dia. Dari sekian jutaan manusia mengapa aku harus dipertemukan dengannya? Dari sekian jutaan ma...
