Mila melirik nanay dan merasa kaget dengan pernyataan varo barusan. Dia mengatakan bahwa dia benaran suka dengan mila?. What? Tapi mila merasa itu semua tidak penting sekarang. Dia ingin menuntut penjelasan lebih dari varo.
Varo terlihat lelah berbicara panjang lebar seperti itu apalagi dia merasa mengatakan ini semua menguras emosinya.
Sindi yang peka akan keadaan varo mengambil minuman milik nanay dan memberikannya kepada varo.
"Anjir min-" ucap nanay terpotong
"Lu resek kalo lagi haus" ujar sindi mengikuti nada iklan.
Imel tertawa ngakak padahal ini sedang serius mereka malah bercanda.
Alvaro meminumnya sampai setengah dan membuat sindi kaget.
"Weh anjir, nay minum lu di habisin sama dia" adu sindi menunjuk varo.
Varo kaget dan heran sedangkan nanay memutar bola matanya kesal.
"Lu lupa? Lu yang kasih minuman gua ke dia goblok" marah nanay dengan wajah memerah. Sindi hanya cengar cangir ga jelas dan mereka melanjutkan mendengarkan penjelasan varo.
"Gua merasa bersalah banget karena gara gara gua kalian mendapatkan masalah, dan saat gua tau vita yang mengurung nanay di toilet saat itu gua menemui dia. Dan mengatakan bahwa yang dia lakuin itu salah. Gua udah ancam dia juga untuk tidak mencampuri urusan gua sama dia dengan kalian" jelasnya lagi.
"Dan ancaman elu juga ga mempan sama cabe satu itu" sinis depay.
"Gua tau, ancaman gua emang ga berguna namun asal kalian tau. Gua sama sekali ga suka kalian di perlakukan kaya gitu sama vita. Gua tau jelas dia memang kaka tingkat kita tapi perlakuan dia itu udah di luar batas. Gua juga liat waktu kalian di bully sama vita di tengah lapangan waktu itu. Makanya gua kembali merasa bersalah dan membantu mila untuk mengobati lukanya. Tapi mila menolaknya dan dia bisa dia bisa berusaha sendiri" ujarnya sambil tersenyum.
"Kalian boleh kok benci gua. Gua tau gua salah tapi gua mohon kalian jangan anggap gua itu kaya parasit di hidup kalian. Gua seneng punya teman kaya kalian, kalian enak di ajak untuk bercanda tapi di satu sisi gua takut untuk ungkapin semuanya. Gua yang di putusin sama vita dan itu karena gua sama aj sama cowo yang berhasil dapatin vita. Gua pacaran sama vita bukan karena beneran sayang sama dia. Tapi karena dia ancam gua bakal mejauhin gua dari orang yang gua sayang, makanya gua nerima dia" jelasnya lagi.
"Dan gua saadar, gua pengecut gua ga berani buat lebih melakukan balasan dengan apa yang vita perbuat. Karena gua tau vita memiliki faktor yang besar di sekolah. Semua orang mengenalnya sampai guru guru juga mengenalnya dengan baik."
"Jadi gua mohon sekali lagi. Maafin gua dan jangan anggap gua itu aneh di mata kalian. Gua pengen di kelas ngga ada masalah apapun. Gua pengen kelas kita damai damai aja. Lagian vita juga udah gua laporin ke kepala sekolah dan dia katanya udh nyesel sama yang dia lakuin dan dia juga udah dapat ganjarannya. Selama sekolah besok dia akan di skors selama 2 minggu" jelas varo yang membuat mereka semua menganga. Pasalnya masalah vita itu sudah sampai ke kepala sekolah. Mereka tak menyangka varo akan melakukan itu. Mereka kira varo ada di pihak vita.
Karmila tersenyum senang mendengarkan semua nya . Kesalah pahaman yang terjadi sekarang sudah terselesaikan. Mila melirik nanay yang masih kaget dan menyikut penggangnya.
"Gimana? Kalian percaya kan sama gua?" tanya varo .
Mereka semua mengangguk dan yes akhirnya varo merasa lega juga sudah bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Nanay meminta maaf dengan varo atas sikapnya di susul oleh depay , asti, mila, imel ,ulan, dan terakhir sindi.
"Walau gua ga ikut di bully, tapi gua juga ngerasa pedihnya di bully tuh gimana" ucap sindi dramatis.
"Halah dasar anak alay" ujar ulan ketus.
Imel mengangguk setuju
"Lu juga sama" lanjut ulan sambil melirik imel. Imel yang merasa kesal hanya bisa cemberut dan memegang perutnya yang tiba tiba saja berbunyi.
Mereka semua menatap imel secara bersamaan dan imel merasa malu sambil berkata"Heheh maaf gua belum makan tadi soalnya".
"Yaudah yuk makan, gua yang traktir sebagai ketua kelas yang baik hati dan tidak sombong" ucap alvaro sombong.
"Dan lu baru saja menyombongkan dirilu sendiri" balas mila ketus.
"Anjir anjir mantep mila balik lagi jadi galak" kaget sindi yang langsung di pukul kepalanya oleh ulan.
"Lu bisa ga sih, ga usah alay sehari aja. Gua cape liatnya" kesal ulan.
"Udah udah kok malah berantem. Ini kita mau di trakrir nih" lerai asti
Mereka mengangguk setuju dan berjalan bersama di kafe yang ada di depan taman bermain tempat mereka membicarakan masalah tadi. Wajah mereka semua bersinar cerah merasa senang maslahnya selesai serta mendapat traktiran dari varo.
Mila menatap temen temannya satu persatu. Merasa beruntung bertemu teman yang sangat amat menyayanginya dan mendukung segala keputusannya. Dan alvaro yang sudah meluruskan masalah tersebut. Hati mila menghangat melihat kembali keceriaan di wajah sahabat sahabtanya dan juga varo. Bahkan mereka tidak merasa lelah padahal kemarin baru saja pulang dari liburan yang melelahkan.
Mila bersyukur dan berharap keluarganya juga demikian. Semuanya akan baik baik saja jika semuanya di bicarakan baik baik juga. Sebuah keadaan yang mencekam akan tercipta jika terjadi kesalah pahaman yang menyebabkan orang orang yang ada di sana merasa terusik di pikirannya serta merasa terganggu dengan keadaan tersebut.
Tbc
Huftt akhirnya masalah alvaro terselesaikan.
Dan makasih buat yang udah baca
Jangan lupa vote dan comen ya
Salam autor kyud:v868 kata:v

KAMU SEDANG MEMBACA
CANTIK TAPI GALAK [END]
Teen Fictionjadi cewe galak itu ada baiknya ada nggaknya, apa lagi klo cewenya superduper jutek. tpi itulah sisi menarik dari mila yang buat orang penasaran dengan dirinya selamat membaca