Don't mess up my typo.
Author males revisi.
Disinilah Jennie sekarang, di kota kelahiran Roseanne. Dia menghirup udara dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.
"Aku datang..."
Jennie pergi ke apartemen nya yang sekolah sediakan. Dia menata barang-barang nya. Dia melihat kulkas dan ada beberapa makanan tersedia disana. Untuk bulan depan dia yang mengisinya sendiri. Tentu saja dia tidak bisa mengandalkan transfer an dari ibunya. Dia harus bekerja, ya, kerja sampingan sepertinya bukan masalah.
Dia berniat mencari pekerjaan sampingan besok setelah pulang kuliah, hari ini dia akan beristirahat dan tidur agar besok pagi dia tidak kesiangan.
***
Sebuah mobil terparkir dihalaman mansion mewah. Para pelayan disana membungkuk pada seseorang yang keluar dari sana.
Orang itu pergi menuju rumah megah dan mewahnya lalu dia bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
"Rosie..."
Yang dipanggil menoleh.
"Kau dari mana? Pergi dengan Jisoo lagi?"
Rose mengangguk lalu mendekati orang yang memanggilnya tadi. "Iya mom."
Ibunya mengangguk dan melanjutkan merajutnya. Dia sedang duduk di atas sofa. Rose terus menatapnya, dan merasa terus ditatap, Mommy Park menoleh.
"Kenapa?"
Rose menghela nafas. Dia menggeleng pelan. Merasa ada yang tidak beres dengan anaknya, Mommy park memindahkan benang dan hasil rajutannya ke keranjang. Lalu dia memuntun kepala Rose untuk tidur di pahanya.
"Katakan sayang,"
"Apa aku egois mom?"
"Egois?"
"Mommy tahu kan? Jisoo?"
Mommy mengangguk faham. "Mommy tidak punya tolak ukur untuk mengatakan kau egois atau tidak. Mommy hanya melihat anak mommy sedang berusaha."
"Mom, bagaimana jika aku memang tidak bisa padanya? Jujur setelah beberapa tahun aku disini, hatiku selalu tertinggal disana. Tepatnya... Ada padanya, dan sekarang aku merasa dia ada di sekitarku. Aku takut mom..."
"Kau takut apa hum? Bukankah Rosie anak yang pemberani?"
"Aku takut mengecewakan Jisoo, aku takut menyakiti hatinya, Jisoo orang yang baik mom, aku takut menyakitinya"
"Jika kau berniat melupakannya maka lupakan,"
"Tapi itu terlalu sulit untukku, semakin dilupakan semakin dalam aku jatuh kedalamnya, dan semakin diperjuangkan, semakin dalam pula aku tersakiti."
"Mommy hanya bisa mendukungmu. Ini hidupmu Rosie. Lakukan apa yang menurutmu benar."
Rose mengangguk.
"Pergilah mandi, nanti mom akan panggil untuk makan malam"
Rose pergi ke kamarnya dan melihat kakaknya sedang membaca buku di kamar sebelah.
Dia masuk lalu meloncat keatas kasurnya dan membuat kakaknya terlonjak kaget.
"Hai eonnie" sapa Rose.
"Yak! Bagaimana jika aku jantungan?"
"Kau akan mati"
"Kau mau aku mati?" tanya Alice kaget.
"Tentu tidak, tapi jika tuhan sudah menakdirkanmu mati aku bisa apa?"
"Yak! Sialan kau Park!" ucap Alice hendak memukul Rose.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friend Triangle
Fiksi Remajasederhana saja. aku mencintaimu, kau mencintainya, sedangkan aku sendiri mengabaikan hati yang selalu terjaga untukku. Cinta itu gila.
