29. {VICTOR = Kenangan}

11.2K 914 116
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Seberapa besar usaha gue untuk lupain lo, tetep nggak bisa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Seberapa besar usaha gue untuk lupain lo, tetep nggak bisa. Karena di hati gue cuma terukir nama lo."~Aliovera Martadanita.

****

Setelah pulang dari rumah kedua, Alio memutuskan untuk pulang sendiri ke rumah utama dari pada ikut dengan Ibunya atau Adrian. Kini hari sudah sore dan Alio tengah berjalan di trotoar kota Jakarta dengan pandangan kosong menatap lurus ke depan.

Sepulang dari tempat rahasia berduanya dengan sahabat kecilnya, Melo. Victor kini berada di jalan pulang, pandangan matanya yang tajam tidak sengaja melihat Alio yang sedang berjalan sendiri di trotoar.

Akhirnya Victor memutuskan untuk menghampiri Alio, ia meminggirkan motornya, setelahnya Victor turun dari motor dan membuka helm full face-nya. "Alio!" Victor memegang bahu Alio dan berjalan sejajar di samping Alio.

Alio yang terkejut akhirnya menoleh, ia tersenyum begitu melihat Victor dan tanpa pikir panjang Alio memeluk Victor erat. Victor yang dipeluk tiba-tiba seketika menegang, ia seperti mengingat pelukan ini, rasa hangat yang menjalar ke hatinya begitu Alio memeluknya, dengan gugup ia akhirnya membalas pelukan Alio.

Alio menyalurkan emosinya lewat pelukannya. "Gue kangen lo," bisiknya pelan yang bahkan Victor tidak bisa mendengarnya. Tersadar dengan apa yang ia lakukan Alio segera melepaskan pelukannya. "Maaf, gue nggak sengaja," ucap Alio lalu ia berjalan dengan cepat menghindari Victor.

"Tunggu!" Victor mencekal lengan Alio. "Lo mau ke mana? Gue anter," tanya sekaligus pernyataan tegas Victor.

"Nggak usah." Alio mencoba melepaskan cekalan tangan Victor di lengannya.

"Gue anter," ucap Victor lagi menegaskan sambil menatap dalam mata Alio.

Alio yang malas berdebat akhirnya mengiyakan, kini mereka berdua membelah kota Jakarta menggunakan motor hitam milik Victor.

Hari sudah mulai gelap dan adzan maghrib sudah berkumandang. Victor menghentikan mobilnya di sebuah masjid. "Salat dulu," ucap Victor yang diangguki Alio.

Alio mengingat kenangannya dulu bersama Victor, saat ia pulang besama Victor setelah dari rumah pohon tempat rahasia mereka berdua, mereka selalu menyempatkan untuk mampir di sebuah masjid kala mereka pulang terlalu sore dan adzan maghrib sudah berkumandang.

VICTOR (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang