HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!
VOTE DAN KOMENT SEBANYAK-BANYAKNYA!!!
"Awal yang manis, tidak menentukan akhir yang baik."
-ririn.nra-
•••••••••••
V
era menatap lekat pria yang menjadi pacarnya selama satu tahun lamanya, pria itu tersenyum ke arahnya sambil mengusap kepala gadis itu yang bersandar di atas pahanya. Pria itu meneliti setiap inci wajah cantik gadisnya. Seorang gadis yang bergelar sebagai pacar dari Ketua geng motor yang dijuluki Macannya Jalan. Iya, dia adalah seorang Victor Valdes Pradipta.
Hidungnya yang mancung, kulit putih bersihnya, bulu mata yang lentik, alis yang tebal, tahi lalat di dagunya, dan sangat manja serta dewasa dalam waktu bersamaan, membuat Victor beruntung memiliki Vera sebagai pacarnya.
"Kamu ngnggak mau ngumpul sama temen-temen kamu?" tanya Vera lembut, gadis itu memainkan kancing jaket kebesaran Geng Street Tiger yang digunakan oleh Victor dengan jarinya.
Victor tersenyum lalu mengelus puncak kepala Vera. "Nanti, masih mau jagain kamu."
"Ngapain coba aku dijagain?" tanya Vera sambil mengerucutkan bibirnya.
"Takut dibawa pergi sama cowok lain," balas Victor singkat, tetapi mampu membuat Vera tersipu malu, gadis itu menutup wajahnya menggunakan telapak tangan, menyembunyikan semburat merah yang nampak. "Jangan ditutup, nanti aku ngnggak bisa lihat wajah kamu yang lagi blushing," goda Victor sambil terkekeh kecil.
Vera menurunkan telapak tangannya dari wajahnya sambil mengerucutkan bibirnya lucu. "Kamu mah," rengeknya manja.
"Kenapa? Minta dicium?" tanya Victor, lagi-lagi menggoda gadisnya.
Vera menggelengkan kepalanya cepat.
"Kalau engnggak, kenapa bibir kamu monyong-monyong gitu, hm?" Victor menyentil bibir Vera sambil terkekeh.
Vera bangkit dari acara tidur-tidurannya, ia duduk dan menatap Victor garang. "Kamu—" perkataan Vera terputus karena handphone Victor berbunyi.
"Bentar." Victor mengangkat sebelah tangannya ke arah Vera, menyuruhnya agar diam sebentar, gadis itu menurut dan terdiam.
"Halo?"
"Dellia diculik sama Geng Mortem.
"Apa kata lo?" Raut wajah Victor berubah menjadi merah padam, ia menahan amarah yang siap meledak kapan saja.
"Kita sekarang lagi di markas Mortem, gue harap lo cepet ke sini, Tor!"
"Oke, gue ke sana sekarang, lo jagain dia jangan sampai dia kenapa-kenapa."
"Cepet, Tor."
"Gue OTW." Panggilan diputuskan sepihak oleh Victor.
Victor menoleh, ia menatap Vera yang terlihat bingung. "Aku harus pergi, kamu jaga diri ya."
"Ke mana?" tanya Vera, tak rela jika Victor pergi meninggalkannya.
"Dellia diculik, aku harus tolongin dia. Sekarang dia lebih penting, kamu bisa ngerti, ‘kan?"
"Oh? Oke." Victor tersenyum menenangkan gadisnya, lalu ia mengacak rambut Vera. Vera membalas senyum Victor walaupun terlihat tidak tulus, ‘dia lebih penting’ perkataan itu seakan terngiang terus di pikirannya.
Vera menatap punggung Victor yang berjalan menjauhinya dengan sendu, sebelum akhirnya ia menelpon seseorang untuk dijadikannya teman curhat.
"Gamelo, kamu di mana?" tanya Vera kepada seseorang di seberang sana.
"Kenapa, Kak? Gue lagi di rumah," jawab seseorang di seberang sana yang terdengar acuh.
"Dia lagi pergi, katanya, Dellia lebih penting," adu Vera, Vera menekan kata ‘Dellia lebih penting’ sambil mengerucutkan bibirnya.
Seseorang di seberang sana terdengar tertawa mendengar ucapannya. "Victor lagi? Dellia lagi? Pusing gue, Kak, denger curhatan lo tentang mereka terus. Udah deh, Kak, lo jangan terlalu bawa perasaan, alay tahu ngnggak sih." Seseorang di seberang sana tampak memutar bola matanya malas.
Vera semakin sebal mendengar perkataan Gamelo yang begitu menyebalkan di telinganya, tidakkah ia mengerti perasaanya sekarang? Vera itu ‘kan pacar Victor, jadi wajar dong kalau ia cemburu, meskipun ia tahu Dellia itu sahabat kecilnya Victor. "Melo, aku itu ngnggak alay," kesalnya.
"Terus apa?"
"Cuman cemburu, kamu tahu ak—tolong, Mel—hmpthhh."
"Kak? Kakak? KAKAK, LO KENAPA!?"
****
"Apa?! Jadi mereka kabur?" tanya Victor geram.
"Dellia aman Bos, mereka ninggalin Dellia di gudang dengan keadaan Dellia yang masih diikat," sahut Romeo, inti Street Tiger.
"Kenapa kita bisa kecolongan, sih?!" Victor mengacak rambutnya frustasi.
"Mungkin mereka udah ngerencanain ini semua dari awal, Tor," timpal Adrian, Wakil Street Tiger yang terkenal dingin.
"Atau … mereka punya rencana yang lain." Venus, inti Street Tiger yang paling bobrok itu berujar sok serius.
Daniel, inti Street Tiger yang dicap sebagai playboy itu menoyor kepala Venus. "Laga lo, Pen! Ngnggak cocok kalo sok serius."
Venus mendengus sebal. "Gu—" ucapannya terpotong oleh Victor.
"Bisa aja yang dibilang Venus emang bener," timpal Victor membuat semua orang terdiam kecuali Venus yang merasa bangga karena mungkin tebakannya benar. Sedangkan Daniel menatap jengah temannya yang masih sempat bersikap seperti itu padahal keadaan sedang genting.
"Maksud lo, Tor?" tanya Avlino, inti Street Tiger yang paling peduli terhadap sahabat-sahabatnya itu, kini bertanya setelah sedari tadi diam menyimak obrolan sahabat-sahabatnya.
"Gue cabut." Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Victor bergegas pergi dari markas Street Tiger ke rumah Vera, Adrian menatap punggung sahabatnya dalam diam.
"Si Bos ke mana, Ven?" tanya Daniel.
Venus mengedikan bahunya. "Mana saya tahu, saya ‘kan ikan."
Jawaban Venus membuat Daniel sontak menjitak kepala temannya itu, Venus mengelus kepalanya. "Balas dendam lo ye, gara-gara gue sering toyorin kepala lo?" sebal Venus.
Victor mengendarai motornya dengan kecepatan maksimal, banyak pengendara lain yang mengumpat serapah kepadanya karena pria itu melajukan motornya secara ugal-ugalan di jalan. Saat Victor sampai di rumah Vera, ia memarkirkan motor Ninja hitamnya dengan asal dan bergegas menuju halaman belakang. Ia melihat saung kecil di tengah taman dengan tatapan nanar karena tidak menemukan sosok Vera di sana, ia berkeliling mencari Vera dan bertanya kepada pembantu di sana. Namun, naas, semua pembantu bahkan satpam yang biasanya berjaga di gerbang kini tergeletak tidak sadarkan diri di lantai.
••••••
Gamelo = kembaran, di artikan dari bahasa Spanyol.
JANGAN LUPA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA CERITA AKU YA GIRLS!!!!
21-03-2020
KAMU SEDANG MEMBACA
VICTOR (Selesai)
Romance(END-Compeleted) Tentang Victor yang kekasihnya di kabarkan meninggal satu tahun lalu, namun kematian nya masihlah menjadi misteri yang tidak bisa di ungkap, dan juga tentang kemunculan Alio sebagai murid baru yang wajahnya sangat mirip dengan kekas...
