(END-Compeleted)
Tentang Victor yang kekasihnya di kabarkan meninggal satu tahun lalu, namun kematian nya masihlah menjadi misteri yang tidak bisa di ungkap, dan juga tentang kemunculan Alio sebagai murid baru yang wajahnya sangat mirip dengan kekas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang, tetapi terlalu gengsi untuk menunjukkannya.”
**** L
angit telah berganti warna, Victor duduk di balkon kamarnya dengan memainkan gitarnya.
"Going back to the corner where I first saw you Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move Got some words on cardboard, got your picture in my hand aying, 'If you see this girl can you tell her where I am?" Victor menatap bulan yang saat itu bersinar terang sambil bernyanyi.
Pikirannya melayang jauh, menerawang saat ia masih bersama pacarnya.
"Victor, mau es krim?" tawar gadis di depannya.
Tanpa banyak bicara Victor menggigit es krim yang berada di tangan gadisnya.
"Ih, kok kamu malah gigit es krim aku," gerutu sebal gadis di depannya dengan bibir mencebik.
"Kamu yang nawarin," jawab cuek Victor.
"Aku ‘kan ngnggak bilang kalau yang aku tawarin ke kamu itu es krim aku."
"Ya udah sini buat aku aja es krimnya, kamu beli lagi." Victor mengambil es krim yang berada di tangan gadisnya.
Gadis itu beranjak untuk membeli es krim lagi. Victor menggelengkan kepalanya, padahal dulu saat ia belum menghilang dari pandangan gadis itu selama setahun, mereka sering memakan satu es krim bersama.
Victor menunduk, fokus kepada gitar yang sedang dimainkan olehnya. "Some try to hand me money, they don't understand I'm not broke I'm just a broken hearted man I know it makes no sense but what else can I do How can I move on when I'm still in love with you."
Walaupun wajah Alio sangat mirip dengan kekasihnya, tetapi Victor sama sekali tidak menganggap kalau Alio adalah dia, ia malah seperti pernah bertemu Alio sebelumnya.
Tok tok tok
"Victor, makan malam dulu sayang, Papa kamu sudah pulang."
Dengan malas Victor meletakkan gitarnya di atas kasur king size-nya dan berjalan membuka pintu kamarnya, tanpa mengucapkan apa-apa lagi, ia segera berlalu ke ruang makan dan menghiraukan perempuan setengah paruh baya yang berada di depan pintu kamarnya.
Chintia menghela napas panjang, kemudian mengikuti langkah lebar putra sulung suaminya.
Di meja makan Victor melihat Papanya dan seorang gadis kecil sedang bercanda dan tertawa, pemandangan yang memuakkan untuknya.
"Papa apaan ih, aku ngnggak punya pacar," rengek gadis kecil itu manja.
"Terus yang kemarin bareng kamu siapa, waktu nungguin Papa jemput kamu?" Frans, Ayah dari dua anak itu tidak berhenti menggoda gadis kecilnya.
"Itu temen aku, Pa." Sava kesal, harus bagaimana lagi ia menjelaskan kepada Papanya yang begitu menyebalkan dimatanya ini. "Lagian anak SMP itu harusnya belajar, bukan pacaran," ucap Victor yang duduk di kursinya.
Mengetahui keberadaan Victor, gadis kecil itu bungkam seketika. "Iya, Kak," ucapnya sambil menunduk.
"Kalaupun bener pacaran, gue bakal buat pacar lo minggat. Ganggu anak orang mau belajar aja."
Frans menghela napas atas perkataan kasar putra sulungnya kepada adik perempuannya. Chintia duduk di tempatnya. "Ayok, makan dulu, kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Chintia kepada Victor.
"Victor, berhenti menjadi anak keras kepala. Papa sayang sama kamu, jadi jangan buat Papa marah," peringat Frans.
Victor berdecak kesal dan menyendok nasinya sendiri. Makan malam sudah selesai, Victor berada di ruang TV sambil memainkan ponselnya. Tak lama Sava datang dengan membawa peralatan sekolah beserta meja belajar kecil.
"Kakak, aku ada PR hari ini." ucapnya.
Victor melirik Sava sekilas, kemudian ia bangkit dari acara tidur-tidurannya. "PR apa?" tanyanya ketus. "Matematika sama Bahasa inggris."
"Ya udah sini gue ajarin. Gue ‘kan pinter, makannya belajar biar kayak gue jangan jadi bego mulu.” Menohok memang, tetapi itulah kata-kata yang selalu Sava terima dari Kakaknya