(END-Compeleted)
Tentang Victor yang kekasihnya di kabarkan meninggal satu tahun lalu, namun kematian nya masihlah menjadi misteri yang tidak bisa di ungkap, dan juga tentang kemunculan Alio sebagai murid baru yang wajahnya sangat mirip dengan kekas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"I'm back."-Adney Chaiden Bert.
****
Mobil sedan hitam tampak tengah dikejar oleh mobil Ferrari putih, pemilik mobil Ferrari putih itu tampak menyeringai dari balik kaca mobilnya, sang pengemudinya membuka kaca mobil dan mengarahkan pistol ke ban mobil sedan hitam itu hingga menyebabkan mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan.
Pengemudi mobil Ferarri putih itu tampak keluar dari mobilnya dengan menggunakan kacamata hitam, bibirnya tersungging puas, lalu ia berjalan menuju mobil sedan hitam sambil membawa pistol di tangan kanannya.
Laki-laki itu menendang pintu mobil Ferrari hitam itu beberapa kali hingga terbuka dan ia mengeluarkan dua orang yang tidak sadarkan diri dari dalam mobil, membawanya menjauh dari mobil.
Setelahnya ia mengusap tangannya dengan sapu tangan yang ada di saku celananya, lalu mengambil ponsel dari saku jasnya dan menghubungi seseorang. "Bawa mereka ke mansion utama Jakarta, tanpa meninggalkan jejak," ucapnya, setelah memutuskan sambungan teleponnya, ia mengarahkan pistolnya tepat ke bagian mesin mobil hingga setelah beberapa menit mobil itu mengeluarkan ledakan besar hingga membakar mobil. "After this, let's play for real." (setelah ini, mari bermain yang sesungguhnya) Lalu laki-laki itu kembali ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. "Victor, take a look, what will happen," (Victor, kita lihat apa yang akan terjadi).
Kini pria itu berada di ruang bawah tanah di mansion miliknya di Jakarta, lalu tiba-tiba seorang gadis cantik masuk ke dalam ruangan itu dengan mulut yang di tutup oleh lakban dan tangan yang diikat oleh tali diseret oleh dua orang berbaju hitam.
"Sekarang tugas lo hanya melihat," ucapnya dingin, lalu di depannya ada dua orang yang berhasil ditangkapnya tadi tengah menatap penuh benci kepada pria itu.
"Fuck! Adney! Semua keturunan keluarga Bert gila!" teriak salah satu pria itu yang sudah siuman, tangan dan kakinya terikat.
Adney tampak tertawa. "Yes, i'm crazy!" Lalu Andey mengarahkan pistolnya ke kaki pria itu hingga pria itu menjerit sakit. Vera yang melihat itu menutup rapat-rapat matanya, air matanya mengalir, sebenarnya siapa Adney? Mengapa ia begitu kejam? "Ini hanya peringatan," katanya sambil mendesis tajam. "Tanda tangani surat hak kepemilikan itu, atau nyawa kalian berdua yang akan hilang," ucapnya santai sambil menaikan kaki kanannya ke atas kaki kirinya.