(END-Compeleted)
Tentang Victor yang kekasihnya di kabarkan meninggal satu tahun lalu, namun kematian nya masihlah menjadi misteri yang tidak bisa di ungkap, dan juga tentang kemunculan Alio sebagai murid baru yang wajahnya sangat mirip dengan kekas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kalian tahu apa yang paling sulit untuk dilakukan? Mengikhlaskan kepergian seseorang yang berharga dalam hidup kalian."~Aliovera Martadanita.
****
Hari sudah menunjukkan pukul 15:00 sore atau jam tiga sore. Alio menunggu Adrian menjemputnya di depan gerbang perumahannya, ia melihat jam tangannya, sudah lebih dari sepuluh menit Alio menunggu Adrian tetapi cowok itu belum menunjukkan batang hidungnya.
Alio yang lelah menunggu akhirnya berniat menghubungi Adrian. "Iyan, di mana sih," sebalnya, saat ia menghubungi Adrian yang ditampilkan layar ponselnya adalah memanggil bukan berdering. Alio memutuskan untuk menelponnya menggunakan telepon biasa yang menggunakan pulsa, setelah beberapa detik berdering akhirnya sambungan telponnya diangkat. "Iyan, di mana sih?" gerutunya sebal.
"Ehmm? Siapa?" tanya Adrian dengan suara serak khas bangun tidur.
Menyadari kalau cowok itu baru bangun dari tidur, Alio mendelik jengkel menatap ponselnya. "Jadi orang ngnggak bisa nepatin janji banget, sih!"
"Ya ampun!" pekik Adrian. "Sorry, gue lupa, lo ke apartemen gue aja, gue mau mandi." Adrian memutuskan panggilan teleponnya sepihak.
"Gue bilangin Mama lo baru tahu rasa!" jengkelnya menunjuk ke layar ponselnya geram.
Alio akhirnya memutuskan untuk memanggil taksi yang kebetulan lewat di depan gerbang perumahannya.
Setelah sampai di gedung apartemen Adrian, Alio bergegas membayar ongkos taksi, lalu keluar dari taksi itu. Ia menaiki lift untuk sampai di unit apartemen milik Adrian. Begitu pintu lift terbuka, Alio langsung berbelok ke kanan, saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu apartemen Adrian, Alio membulatkan matanya. "Anjir! Kok ada dia sih," kesalnya, saat orang itu menoleh dengan cepat Alio bersembunyi di balik pot tanaman, untungnya tanaman itu bisa menutupi dirinya.
****
Untuk membahas tentang balapan liar yang akan diadakan nanti malam, Victor memutuskan untuk menemui Adrian di apartemen cowok itu.