18. {VICTOR = Sahabat dan cinta}

13.7K 977 55
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu adalah orang terbaik yang aku miliki, tapi aku menempatkan dirimu sebagai sahabat di hatiku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu adalah orang terbaik yang aku miliki, tapi aku menempatkan dirimu sebagai sahabat di hatiku. Maaf, tempat spesial di hatiku adalah milik pria lain." ~Juliane Moore.

****

Avlino melepaskan masker dan topi yang dipakainya, ia berjalan menuju sebuah rumah yang tidak bisa dibilang sederhana.

Ia mengetuk pintu rumah seseorang yang memiliki tempat spesial di hatinya. "Ya, siapa?" tanya seseorang di balik pintu sebelum membuka pintu, gadis cantik itu terkejut begitu melihat Avlino dengan muka suramnya menghampirinya malam-malam. "Ino? Kenapa lo ke sini malem-malem? Lo ada masalah?" tanya Julia khawatir.

Avlino tidak menjawab pertanyaan Julia, ia langsung menjatuhkan kepalanya ke pundak Julia. "Gue salah, Ya," kata Alvino lirih.

Julia melingkarkan tangannya di tubuh Avlino, ia memeluk pemuda tampan itu. "Ketika lo salah, lo harus bisa hadepin masalah itu dengan berani, bukan menghindari masalah itu," ucap Julia, ia mengelus kepala Avlino yang berada di bahunya.

"Gue takut, Ya." Avlino memeluk Julia erat.

"Hey!" Julia melepaskan pelukannya, ia menangkup kedua pipi Avlino. "Iyya yakin, Ino pasti bisa hadepin masalah Ino, jangan pernah takut, ada Iyya sebagai sahabat Ino yang akan selalu ada buat Ino."

Avlino lagi-lagi harus tersenyum kecut saat Julia hanya menganggapnya sebagai sahabat. "Iyya beneran suka sama Romeo?" tanya Avlino hati-hati.

"Ino ‘kan udah tahu, kenapa tanya lagi?" Julia menelisik dalam mata abu-abu milik Avlino.

Avlino tersenyum. "Cuman mau mastiin aja," ucapnya, ia melepaskan tangan Julia yang menangkup pipinya. "Gue balik ya, udah malem," ucap Avlino yang diangguki Julia. "Gue nitip motor sekalian, males pindahin soalnya," katanya sebelum menghilang dari balik pintu gerbang rumah milik Julia.

Julia menghela napas, ia bukannya tidak tahu tentang perasaan Avlino kepadanya, tetapi ia sudah terlanjur menempatkan Romeo di tempat spesial di hatinya. "Kita emang lebih baik sahabatan aja, No, maafin gue karena gue ngnggak bisa bales perasaan lo." Julia tersenyum sendu sebelum ia menutup pintu rumahnya.

VICTOR (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang