"Elah, buruan napa, Ri."
Riri memasukkan alat tulis dan buku-bukunya ke dalam tas. Sengaja ia lambatkan. Karena Riri tidak mau pulang bersama Gala.
"Ri," tegur Gala.
Sama seperti tadi. Riri tidak menggubris sama sekali. Gerakan tangannya malah semakin ia buat-buat.
Kelas sudah sepi. Nenda dan Choline juga sudah pulang duluan. Di sini hanya ada Gala dan Riri saja.
Gala yang tidak sabar. Ia berjalan ke meja Riri. Mengambil paksa buku Riri. Lalu dengan cepat ia masukan ke dalam tas berwarna biru itu.
"Ayo."
"Ngga mau."
"Ri! Ayolah. Gue buru-buru iniloh."
"Riri mau pulang sendiri Gala!" Riri merebut tas yang Gala pegang.
"Ri, bahaya."
Menepis tangan Gala. Riri berjalan cepat meninggalkan Gala. Namun baru beberapa langkah. Tubuh Riri diputar paksa. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Gala.
"Jangan macem-macem, napa!"
Gala menatap Riri kesal. Gadis di hadapannya ini, selalu saja pandai membuat Gala darah tinggi. Selalu egois dan tidak melihat situasi. Gala ini sudah ditunggu teman-temannya untuk memulai tawuran. Tapi Riri malah ribet.
"Riri mau pulang sendiri."
"Ngga! Lo itu ngga tau jalan. Gue ngga mau repot nyari lo. Kalo lo nyasar."
"Ngga bakal nyasar. Riri tau."
Gala mengacak rambutnya frustasi. "Ri, ayolah gue buru-buru loh."
"Gala buru-buru? Ya udah, Riri pulang sendiri kan lebih enak!"
"Astagfirullah. Lo bisa ngga sih dibilangin baik-baik. Lo ngga boleh pulang sendiri. Bahaya, Ri, bahaya."
"Riri bisa pulang sendiri, Gala!"
Gala mengusap wajahnya kasar. Sangat melelahkan memang berdebat dengan cewek seperti Riri. Belum juga mulai tawuran. Tenaga Gala sudah hampir habis hanya karena dibuat adu mulut dengan Riri.
"Ya udah sana. Terserah lo," final Gala.
"Oke. Beneran ya?"
"Bicara sama satu orang yang egois itu lebih melelahkan dibanding berdebat dengan orang satu kampung," sindir Gala kemudian melangkah pergi.
"Kenapa bos?" tanya Ilham. Melihat raut wajah Gala yang masam.
"Riri ngga mau gue anter pulang. Gue khawatir."
"Anjir! Terus di mana sekarang?"
"Kelasnya."
"Goblok! Ntar lagi anak sebelah ke sini. Kalo Riri keluar sekolah pas ada mereka. Bisa diapa-apain cewek lo. Bego."
"Terus gue harus gimana?"
"Bawa pulang dulu, Gal. Masih ada waktu kok," saran Alan.
"Bangsat!"
Gala berlari menuju ke kelas Riri. Saat di koridor ia bertemu seseorang. Gala berhenti. Berjarak sekitar satu langkah dengan orang itu.
"Gala," panggilnya lembut.
"Kenapa di sini?" tanya Gala to the point.
"Mama dipanggil guru BK kamu. Katanya kemaren kamu tawuran lagi. Iya?"
Ntar juga mau tawuran lagi. Batin Gala dalam hati.
"Mau saya tawuran atau gimana. Itu urusan saya. Bukan urusan tante. Dan sekali lagi saya ingatkan. Tante bukan mama saya," ujar Gala berusaha bersikap sopan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CHILDISH GIRL [END]
Teen FictionCowok galak vs cewek cengeng? PART MASIH LENGKAP | TERSEDIA DI GRAMEDIA Urutan baca kisah Gala Riri : My Childish Girl, Bucinable, Gala & Riri, Bucinable 2 *** Ini adalah cerita tentang Riri dan Gala. Riri si cewek cengeng bertemu Gala sang ketua...
![MY CHILDISH GIRL [END]](https://img.wattpad.com/cover/237417015-64-k918964.jpg)