Halo, selamat malam minggu. Buru-buru up jam segini soalnya mau malmingan hahahaha.
Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3
Jangan lupa follow Instagram :
@tamarabiliskii
@galaarsenio
@serinakalila
@alan.aileen
@ilhamgumilar1
@akbar_azzaidan
Sudah seminggu berlalu sejak perdebatan antara Gala dan Riri yang terjadi di rumah Ilham waktu itu. Artinya sudah seminggu juga Gala dan Riri saling menjauh.
Tidak bertemu, tidak saling memberi kabar bahkan tidak saling bertegur sapa saat mereka tidak sengaja bertemu di kantin atau di koridor sekolah.
Satu minggu ini. Riri bener-benar belajar bagaimana menjalani hari-harinya tanpa Gala. Bagaimana ia menjadi gadis yang tidak selalu bergantung pada cowok itu.
Awalnya memang sangat sulit bagi Riri. Namun, hari demi hari Riri sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Rela tidak rela. Riri harus bisa menerima semua keputusan Gala tempo hari.
Seperti sekarang contohnya, saat jam istirahat begini. Mereka berdua sama-sama ada di kantin. Namun yang bisa Gala lakukan hanya diam pura-pura tidak peduli. Meski sesekali cowok itu masih berusaha untuk curi-curi pandang pada Riri.
"Lo yakin dengan cara begini, Riri bisa berubah ngga manja lagi?"
Pertanyaan Ilham itu membuat Gala mengalihkan pandangan yang semula ia tujukan pada Riri. Gala menatap Ilham heran.
"Bukannya ini saran kalian?" jawab Gala kembali bertanya.
"Kecuali gue," sahut Alan.
Ilham menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Waktu itu, gue sama Akbar 'kan cuma ngasih saran. Ya gue ngga tau juga cara ini bakal berhasil apa engga."
"Kok sekarang, gue mikirnya cara ini bakal jadi boomerang buat lo sendiri ya?" kata Akbar sembari menyeruput es jeruknya. "Takutnya lo mau buat Riri kapok biar ngga jalan sama Danis lagi. Eh malah si Riri beneran lupain lo dan mulai suka sama Danis."
"Ck! Itu es gue!" sewot Ilham merebut es jeruknya yang barusan diminum oleh Akbar.
"Eh ini es gue juga ya, enak aja."
"Heh! Jangan ngadi-ngadi! Gue yang pesen, gue juga yang bayar!"
"Ini es lo kan?" tanya Akbar membuat Ilham mengangguk. "Lo orang apa bukan?"
"Ya orang lah!"
"Es orang ya es gue juga. 'Kan gue juga orang," jawab Akbar santai.
"Serah lo lah. Capek gue ngomong sama upil cicak."
"Nih beli lagi, berisik banget!" ucap Gala menyodorkan selembar uang berwarna biru.
"Bener kata Akbar. Kalo misalnya Riri udah bisa move on dari lo terus dia nyaman sama Danis. Lo rela?"
Gala menatap Alan. "Ngga, ngga, gue sama Riri udah empat tahun sama-sama. Ngga bakal dia bisa move on secepat itu," bantah Gala.
"Kadang hubungan ngga mandang seberapa lama lo kenal dia. Tapi seberapa yakin dan nyaman lo sama dia." Alan menjeda ucapannya. "Takutnya gara-gara keputusan lo buat break, Riri jadi ngga yakin sama lo dan lebih parahnya mulai nyaman sama Danis."
"Lagian kata bunda. Seminggu ini Riri di rumah terus. Belom jalan sama Danis lagi."
"Bunda tau rencana lo ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CHILDISH GIRL [END]
Teen FictionCowok galak vs cewek cengeng? PART MASIH LENGKAP | TERSEDIA DI GRAMEDIA Urutan baca kisah Gala Riri : My Childish Girl, Bucinable, Gala & Riri, Bucinable 2 *** Ini adalah cerita tentang Riri dan Gala. Riri si cewek cengeng bertemu Gala sang ketua...
![MY CHILDISH GIRL [END]](https://img.wattpad.com/cover/237417015-64-k918964.jpg)