Everything Has Changed

249 85 188
                                        

Happy reading 💜

.
.
.

Sudah lebih dari tujuh kali aku menelfon asistenku, tapi tak sedetik pun panggilan tersebut dijawab olehnya.

Aku tidak bisa pulang jika dia tidak mengangkat telfonku dan menjemputku.

Aku membuang nafas kasar.

Ada apa dengan hari ini.

Moodku sudah berubah menjadi buruk karena pertengkaranku dan Taehyung.

Dan sekarang semakin buruk lagi karena asistenku yang tiba-tiba menghilang.

"Bagaimana? Aku harus menunggumu berapa lama lagi?"

Aku hanya berdecih.

Dia berlagak seperti menungguku.

Padahal dari tari dia hanya sibuk memainkan ponselnya, entah siapa sosok di seberang sana yang sedang dihubungi.

Sepertinya penting sekali, hingga tak bisa meninggalkan ponsel tersebut barang sedetikpun.

"Tidak usah menungguku, aku bisa pulang sendiri."

"Sekarang kau bilang seperti itu, tapi besok kau akan marah padaku. Aku yang tidak peduli lah, aku yang meninggalkanmu lah, padahal kau yang tidak mau. Lagi lagi aku yang disalahkan."

Dia berbicara tapi matanya masih tetap setia memandang ponselnya. Entah dia bicara denganku atau ponselnya, aku tidak tau pasti.

Tenang Sooji, tenang. Jangan meledak disini.

"Sudahlah, aku saja yang mengantarmu."

Aku hanya diam dan membuang muka. Sungguh, aku benar-benar tidak suka dengan nada bicaranya yang seolah terpaksa ingin mengantarku.

Tapi, setelah dipikir-pikir, tidak mungkin aku menunggu asistenku sampai restoran ini tutup.

Itupun kalau dia datang, kalau tidak? Aku harus naik taksi. Tapi terlalu larut untuk mencari taksi yang lewat dekat sini.

Jika ikut Taehyung, aku sedang marah padanya, ingin cepat-cepat pergi dari hadapannya sebelum amarahku meledak. Jika aku pulang bersamanya, aku dapat menjamin moodku akan semakin buruk.

Lalu bagaimana? Aku harus memilih yang mana?

"Mau atau tidak? Aku tidak punya banyak waktu."

"Emmm...baiklah."

Taehyung beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja meninggalkanku.

Dia berjalan ke mobilnya tanpa menoleh sedikitpun ke arahku yang berada di belakangnya.

...

Sepanjang perjalanan, aku memilih diam dan melihat ke arah jendela yang berada di sebelahku sampai akhirnya aku mendengar suara berat Taehyung membuka percakapan.

"Kenapa tadi tidak menyetir sendiri saja, sih?"

Datar dan dingin.

"Tadi aku ingin membeli beberapa peralatan untuk keperluanku, tapi kau mengajakku bertemu. Ya sudah aku menyuruh asistenku saja yang mengantarku, sekalian dia yang pergi membeli peralatannya."

"Lalu kenapa dia tidak mengangkat telfonmu? Kau sudah bilangkan jika dia harus datang untuk menjemputmu?"

"Iya, aku sudah mengatakannya tadi, aku juga tidak tau mengapa dia tidak mengangkat telfonku."

"Lagipula mengapa mempekerjakan orang tidak bertanggung jawab sepertinya."

Dia mengatakan kalimat itu dengan suara pelan namun aku dapat mendengarnya dengan jelas.

Love Scenario ~ KTH (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang