****
Nana berjalan dengan tertatih tatih menuju rumah Om Dafa, ia berhasil melewati hutan dan keluar dari sana. Nana tidak tau apakah rumah yang ada di depannya itu rumah Om Dafa atau bukan, tapi dia mencoba berjalan ke sana dan mencari tau.
Tok! Tok! Tok!
Nana mengetuk pintu rumah itu dengan cukup keras, orang yang ada di dalam rumah itu juga seperti sudah tau akan kedatangan seseorang, ia pun segera membukakan pintunya.
"Masuk Nana" ucap Om Dafa dan membawa Nana masuk ke rumahnya.
Di dalam hanya ada Om Dafa, ia seperti baru selesai beribadah. Melihat kondisi Nana yang sangat lusuh Om Dafa segera mengajaknya untuk bersih bersih.
"Kamu ganti pakaian kamu pake baju ini lalu kita sembuhkan kaki kamu" Om Dafa memberikan baju milik istrinya yang lalu dan pergi mengambil kotak P3K.
Setelah berganti pakaian Nana menghampiri Om Dafa yang ada di ruang tengah. Ia sedang membaca Doa Doa sampai akhirnya dia berhenti ketika melihat Nana datang.
"Duduk sini" suruh Om Dafa agar Nana duduk di sebelahnya agar bisa ia obati.
"Untung saja luka kamu tidak dalam dan bisa di sembuhkan"
"Makasih Om" ucap Nana ia masih lemas dan khawatir.
"Arif dan Gema masih di luar?" Tanya Om Dafa.
"Iya, Gema nyoba bunuh kami" ungkap Nana bercerita. "Teman teman Nana juga sudah mati di bunuh orang orang itu" ungkap Nana, matanya mulai memanas mengingat kejadian tadi.
Om Dafa selesai mengobati kaki Nana, kini ia mulai fokus mendengarkan Nana bercerita dan memberi penjelasan.
"Mereka sudah lama mengintai keluarga Arif, dan mungkin kamu juga sudah mendengar sedikit penjelasan dari mereka juga"
"Iya Om, yang saya nggak ngerti, apa mau mereka?"
"Mereka hanya mau kekuasaan" kata Om Dafa, kini ia terlihat serius. "Bapaknya Arif itu orang baik, begitupun ibunya"
"Kak Gema bilang ini semua karna bapaknya"
"Dia di jebak, dia jadi salah satu tumbal temannya di perkumpulan yang sama dengan Om" jelas Om Dafa.
Nana hanya mendengarkan, ia tidak percaya kalau semua masalah ini akan rumit.
"Gema hanya tau kalau bapaknya besektu dengan iblis tanpa tau apa sebabnya, bapak dia terpaksa menjadi tumbal karena orang itu harus menumbalkan orang terdekatnya"
"Karena bapak Arif sudah berkeluarga saat itu makanya keluarganya pun harus di tumbalkan, Gema bertemu dengan salah satu anggota sekte itu dan diberi penjelasan kalau dirinya akan mati sesuai urutan yang ada"
"Urutan apa Om?" Nana mencoba mencerna baik baik setiap cerita yang Om Dafa berikan.
"Setelah bapak dia menjadi tumbal, selanjutnya adalah ibunya, lalu Gema dan terakhir Arif sebagai anak bungsu"
"Lalu kenapa baru sekarang Om?" Tanya Nana.
"Gema sudah lama mencari tumbal pengganti agar ibunya tidak mati, jika ibunya masih hidup itu artinya dirinya pun akan bertahan hidup, karena hal itu juga ibunya menjadi sakit dan jiwanya terus terganggu oleh para iblis yang sering mendatanginya"
"Dia bahkan rela mengorbakan sahabatnya sendiri dan membuat Arif mempercayai cerita bohongnya agar teman temannya bisa menjadi tumbal pengganti, termasuk kamu Nana"
"Sampai akhirnya ibunya pun meninggal, lalu semua usaha Gema menjadi sia sia setelah ibunya meninggal, karena Gema lah tumbal yang berikutnya dan Gema tidak bisa mencari tumbal pengganti, kalau itu terjadi maka dirinya akan segera..."
KAMU SEDANG MEMBACA
KEJAWEN : jilid 1
Terror"Tidak ada yang benar-benar sendiri selama ini, cukup buka mata dan perhatikan dengan jelas" Arif, seseorang yang tak tau terlahir dari keluarga spesial. Suatu ketika dia harus menanggung semua masalah yang diperbuat keluarganya. Teror terus menerus...
