****
Jarak ke Sukabumi sebenarnya tidak terlalu jauh dan lama, hanya dalam waktu 3 jam saja sudah sampai di sana. Selama perjalanan Arif, Gema dan Om Dafa duduk di bangku yang berbeda, mereka tidak mau untuk duduk bersebelahan.
Om Dafa yang menyetir, Arif duduk di belakangnya dan Gema duduk di kursi paling belakang sembari terus menatap sinis Om dafa dari jauh.
Aura kebencian Gema semakin terlihat jelas, keheningan tercipta selama perjalanan, membuat Arif sendiri tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti mereka berdua diam.
"Sebentar lagi kita sampai" ucap Om Dafa memberi tau.
Arif juga sudah tau kalau mereka sedang memasuki kawasan tempat tinggal ibunya. Setelah ayah Arif meninggal, Gema dan Arif memutuskan untuk membawa ibunya pindah dari Jogja ke sukabumi.
Mereka berdua berpikir kalau ibu terus tinggal di sana, dia akan terus tertekan dengan semua kenangan bersama ayahnya, tapi ternyata semua itu sama saja. Ibu Arif semakin sakit setiap harinya.
Dari kejauhan, pandangan Arif sudah tertuju dengan gerombolan orang yang berarak bersama. Beberapa orang juga terlihat sedang membawa sebuah keranda. Om Dafa berinisiatif untuk memperlambat mobilnya agar bisa menghargai orang yang ingin di makamkan saat itu.
Salah seorang membuat perhatian Arif tertuju padanya, sosok gadis yang sangat ia kenal meski dari jauh.
"Om, saya turun di sini aja, rumah ibu udah dekat kok" pinta Arif tanpa basa basi.
"Ada apa?"
"Saya harus temui seseorang dulu"
Om Dafa mengangguk paham, ia pun langsung menghentikan mobilnya agar Arif bisa turun. Tapi tanpa sadar Arif malah membiarkan kakaknya hanya berduaan dengan Om Dafa. Arif tidak tau apa yang akan mereka debatkan selama Arif tidak ada.
Arif turun dari mobil dan segera menghampiri gadis tersebut. Karena gerombolan tadi belum cukup jauh, jadi Arif tidak perlu susah payah mengejarnya.
"Yasmin" panggil Arif sedikit teriak.
Gadis itu pun sadar namanya di panggil dan langsung menoleh mencari sumber suara tersebut.
"Mas Arif?"
"Apa kabar Yasmin?"
"Baik mas"
"Mas sendiri gimana kabarnya? Udah lama banget ya mas"
"Baik kok, mas baru bisa cuti sekarang"
Arif melirik sedikit pada keranda yang sedang di bawa menuju pemakaman itu.
"Siapa yang meninggal?" Tanya Arif.
"Itu paman Yasmin"
"Pak Kusni?" Arif kaget mendengar orang yang meninggal tersebut.
Yasmin mengangguk pelan. "Iya mas"
"Kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
KEJAWEN : jilid 1
Korku"Tidak ada yang benar-benar sendiri selama ini, cukup buka mata dan perhatikan dengan jelas" Arif, seseorang yang tak tau terlahir dari keluarga spesial. Suatu ketika dia harus menanggung semua masalah yang diperbuat keluarganya. Teror terus menerus...
