Hari ini sudah genap satu tahun, Kirana mengalami koma nya. Tidak ada tanda tanda ia sadar selama ini, iqbaal kembali ke aktivitas yang seharusnya,Muti yang sekarang genap berumur 7 tahun pun sudah masuk di kelas 1 SD. Begitupun dengan keluarga Hernawan mereka kembali melakukan aktivitas nya masing-masing. Seperti biasanya, sebelum iqbaal bekerja dan mengantar Muti sekolah, mereka menyempatkan mendatangi Kirana untuk berpamitan ya meskipun tidak akan ada jawaban apapun. Selama ini tidak luntur sedikitpun rasa cinta yang dimiliki seorang iqbaal untuk Kirana
"Dah sayang"Ucap iqbaal setelah Muti turun dari mobil dan sampai tepat didepan gerbang sekolah
" Dahhh"balas Muti sambil melambaikan tangannya kepada sang Ayah. Iqbaal pergi menuju ke kantornya
"Kirana, sudah satu tahun berlalu. Kenapa kamu tak kunjung membuka matamu. Aku merindukan mu sayang.muti pun sangat membutuhkan kamu " -batin iqbaal. Tak sadar air matanya menetes diujung matanya.
______________________________
"Sudah lama aku nggak nemuin pemilik dompet ini.. Harus kemana lagi aku mencarinya. Kartu Identitas nya juga cuma ada nama sama tanggal lahir nya doang " Gerutu (namakamu) pada diri sendiri didepan rumah nya
"Tapi apa masa iya sih setelah dompet nya hilang, laki-laki itu sama sekali nggak nyariin. Ahh,, mungkin dia anak orang kaya kali" Monolog (namakamu)
Sudah merasa lelah mencari di mana pemilik dompet itu. (Namakamu) memutuskan untuk menyimpan nya saja.
Dan berharap laki-laki itu yang datang sendiri padanya untuk mengambil dompet tersebut._____________________________
Fokus iqbaal tebagi ketika sedang mengerjakan tugas kantor.Ada panggilan ponsel tertera nama sang Bunda
"Iya bun ada apa? "
"........ "
"Apa? "Kok bisa bun
"............ "
"Iya bun iqbaal segera kesana"
Tut~~
"Dewi tolong cansel semua jadwal meeting hari ini. Saya ada urusan yang lebih penting" Suruh iqbaal pada sekertaris nya. Sungguh terlihat jelas dimata Dewi bahwa bossnya itu sedang dilanda rasa gelisah dan khawatir
Setelah sampai dirumah sakit, iqbaal langsung menemui sosok bunda, ayah dan fildza yang terlihat menangis kala itu juga
"Bun bagaimana keadaan Kirana? " Tanya iqbaal gelisah dan terduduk disamping sang bunda. Fildza menoleh kearah sang adik masih dalam keadaan menangis
Setelah beberapa waktu dokter memeriksa keadaan Kirana. Ia pun keluar
"Dok bagaimana keadaan istri saya dok" Iqbaal beranjak menghampiri dokter sambil menangis" Mari ikut saya pak"perjelas dokter
Iqbaal mengikuti langkah Dokter menuju ruangan--
"Begini.. Pak, tekanan darah pada Bu Kirana sempat naik dan pasokan oksigen yang ada didalam tubuh pasien mengalami penurunan drastis.Karena hanyalah semua alat alat yang terpasang ditubuh pasien saat ini yang mampu membuat pasien bertahan sejauh ini"jelas Bu dokter pada iqbaal
" Terus apa yang harus dilakukan dok? "Tanya iqbaal gelisah
" Pasca operasi setelah kejadian itu.. Membuat kami ragu untuk kembali melakukan tindakan operasi kedua kalinya, mengingat kondisi Bu Kirana yang sekarang ini"lanjut Bu dokter memperjelas
"Jadi harus bagaimana dok? " Tanya nya
"Sekarang ini kami hanya bisa menunggu respon sendiri dari Bu Kirana. Dan anda sekeluarga harus banyak berdo'a" Ucap sang dokter
Iqbaal terdiam. Meratapi nasib sang istri. Kesalahan apa yang pernah ia lakukan sampai sang istri tercinta mengalami hal seperti ini
____________________________
"Ale.. Kamu makan dulu nak. Dari tadi perut mu belum di isi" Pinta sang bunda
Iqbaal menggeleng lemah"aku nggak nafsu
Bun"katanyaAyah Herry menghampiri sang anak
"Baal, kamu boleh sedih. Tapi bukan berarti kamu menyiksa diri sendiri Nak" Nasihat sang Ayah"Aku memang lagi nggak laper ayah" Lirih iqbaal
Ayah Herry tersenyum getir melihat keadaan sang putranya. Hatinya pun ikut menangis melihat ini semua. Tapi apa yang bisa ia perbuat. Rasa cinta anaknya terhadap sang istri begitu besar
"Bun.ayah mau keluar dulu sebentar" Jelas Ayah Herry
"Ayah mau kemana? " Tanya sang istri
"Ada urusan sebentar. Yah" Ujar Herry sambil tersenyum. Sang istri mengangguk faham
Ya. Sekitar jam 11 siang tadi, fildza kembali untuk menjemput sang ponakan. Muti dari sekolah nya.Tapi ia tidak membawa nya kerumah sakit dan tidak akan memberitahu apa yang terjadi tadi. Jika Muti melihat semua orang dirumah tidak ada,biar fildza yang menyiapkan semua alibinya
"Nak... Bunda nggak tega ngeliat kamu kaya gini terus-terusan. Semakin hari keadaan kamu dan Muti semakin tidak terurus nak.Muti juga sangat butuh sosok seorang bundanya dan kamu juga sama le" Lirih bunda rike menghampiri iqbaal
"Maksud bunda? "Tanya iqbaal dengan nada sendu
"Jika kamu terus berharap pada Kirana. Apa akan ada jaminan jika ia kembali sadar, kita semua juga sedih disini. Tapi lihat, hanya alat-alat ini lah yang masih membuat Kirana bertahan sejauh ini" Lanjut Bunda rike mencoba menjelaskan apa maksud perkataan nya
"Iqbaal bisa bawa Kirana kerumah sakit diluar negeri.kalo bisa sekarang juga iqbaal bawa dia pergi" Ucap iqbaal dengan air mata yang terus mengalir
"Tapi Le. Kamu nggak bisa melawan takdir sang ilahii" Jelas bunda rike dengan singkat namun penuh banyak arti
Detik kemudian~~"Kamu menikah lagi ya Le"
Deg~~
"Kita memang percaya akan ketentuan-Nya, tapi perasaan ragu selalu bertanya, apa akan ada bahagia yang hadir setelah ini? "
-Sedih melihat Kirana. Apa yang akan sang Pencipta kehendaki setelahnya?
Support terus ya teman wappers🤗

KAMU SEDANG MEMBACA
AKU.SURGA KE-2 MU [IDR] END✔
Diversos"Meski aku bukan yang pertama, tapi aku berhak untuk dicinta karena aku hanyalah aku..Wanita biasa" (Nama kamu) "Bagi gue, lo nggak lebih dari perusak kebahagiaan dalam kehidupan keluarga gue" Iqbaal @_"Demi apa gue bacanya sambil nangis!" ...