Bagian 38

463 12 1
                                    

Selamat membaca.....

"Hmm bagus...jangan sampai bohong kalo Lo bohong,, sorry aja nasib Lo bakal hancur!" Tegas sang pelaku masih mengancam

"Iya!" Sang korban tak yakin

Tanpa mereka berdua sadari ternyata ada seseorang yang mengintip aksi sekaligus menguping pembicaraan mereka berdua dan orang itu adalah Eddy

Bugh

"Akh" rintih sang korban kesakitan menerima pukulan keras di bahu kanannya

"Pegang semua kata kata yang keluar dari mulut Lo!!!" Tekan sang pelaku

"Ah uhuk uhuk shh" sang korban nampak lumayan naas

Sang pelaku pergi meninggalkan korbannya setelah melontarkan smirk bagaikan iblis pada sang korban dan ternyata mereka berdua itu bersahabat, tapi entah ada masalah apa diantara mereka berdua sampai menjadi seperti sekarang ini...

"Huh akhirnya Lingga pergi juga,, kira kira Raditya baik baik aja nggak ya....." Monolog Eddy dengan suara yang lirih

Eddy beranjak dari tempat persembunyiannya lalu menghampiri Raditya yang terkapar lemah dilantai berdebu dalam sebuah bangunan yang sudah usang itu

Hmm... meskipun tak aku kasih tahu yang berantem itu siapa kalian pasti sudah tau kan mereka itu Lingga dan Raditya, Lingga sebagai sang pelaku dan Raditya sebagai sang korban

Tak aneh jika Lingga sampai berbuat seperti itu, hal itu dia lakukan demi mendapatkan perhatian dari Alex tapi i don't understand gimana jalan dan cara pikiranya Lingga

Puk

Puk

Eddy menepuk pelan pipi Raditya mencoba untuk menyadarkan nya hal itu berhasil dan langsung mendapat desissan dari Raditya karena dia tidak benar-benar pingsan, gak tau tuh Eddy mikir apa sampai nepuk nepuk pipi Raditya yang legam

"Awh shh sakit gobl*k akh" maki Raditya

"Maaf, aku kira kamu pingsan.." Eddy merasa bersalah

"...." Tak ada sahutan

"Ayo biar aku bantu obati" Eddy membantu Raditya duduk dan berdiri untuk memopong nya menuju ke UKS

. . . . .

Eh tapi eh tapi eh ternyata pintu UKS nya tertutup rapat dan terkunci bagaimanapun kan ini sudah begitu sore dan petugas pengurus nya mungkin saja pasti sudah pada pulang, betapa bego nya Eddy

"Bego Lo! Gue mending pulang aja kerumah" gerutu Raditya setelah menoyor kepala Eddy hingga sang empunya mendongak

"Tapi gimana lukanya pasti sakit" Eddy masih prihatin

"Gak usah pedulikan gue...lagian Lo siapa sih temenan sama gue aja kagak,, boro boro temen, temen aja bukan" Raditya memilih egois dan melepaskan tangannya yang merangkul nya

"Lukanya..." Belum selesai Eddy bicara Raditya langsung memotong

"Apa urusannya sama lo!! Gue gini juga gara-gara Lo gobl*k!!!" Raditya mengeluarkan unek-unek yang ada dalam pikirannya

"Hah?" Eddy sontak terkejut

"Dasar oon!" Maki Raditya lalu melenggang pergi dari sana meninggalkan Eddy yang kini menatapi punggung Raditya yang menjauh darinya

"Benar aku ini oon karena menganggap mu sebagai temanku meski kamu pernah membullyku berkali-kali dan bodohnya aku malah merasa kasihan padamu ketika melihat mu terluka" monolog Eddy tersenyum getir meratapi nasibnya

[C5] Cewek Cantik Cinta Cowok Culun (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang