17. THINGS THAT DOESN'T WRITTEN ON SCRIPT

127 8 0
                                    

"Hallo Beam, apa kabar?" Sapa sosok yang tengah berjongkok di samping tubuh Beam.

Dengan rambut coklat panjang yang bergelombang, sorot mata lembut dan senyuman tipis di bibir pinknya membuat Beam terbangun dari posisi tidur dan mengerjapkan mata beberapa saat untuk mengenali siapa gadis yang ada sampingnya, "Kenapa tiba-tiba ada Val? dan kenapa ia memanggilku dengan sebutan Beam?" pikir Beam dalam hati.

Walau belum puas mengamati tingkah laku Val yang sangat ganjil, Beam mengalihkan pandangannya ke arah dua orang lain yang tengah berdiri tak jauh dari tempat ia dan Val terduduk. Walau satu wajah terasa asing, tapi Beam tahu gadis lain yang tengah berdiri itu adalah Sawana. Tapi entah mengapa Sawana yang ada di hadapannya terlihat aneh, dibandingkan Sawana yang begitu cerita dan bersemangat, sedari tadi tatapan yang Sawana berikan begitu tenang dan sangat dingin.

Walau Beam sama sekali tidak menjawab karena terlalu sibuk menilai situasi ganjil yang tengah ia hadapi, tapi senyuman dari gadis di sampingnya semakin lebar, seolah-olah ia maklum dengan keterkejutan yang Beam alami, "Aku bukan Malivalaya," ujarnya sambil menunjuk diri sendiri "dan dia bukan Sawana" katanya lagi sambil menunjuk ke arah gadis dengan wajah seperti Sawana.

Beam tentu saja terkejut dengan pernyataan itu, tapi semua hal aneh bisa terjadi dalam mimpi, kan? Beam begitu yakin ia pasti ada dalam mimpi, "Wajah dan suaramu semuanya seperti Val, kenapa kau bilang kau bukan Val?" tanya Beam.

'Val' kembali tersenyum, "Kau punya wajah dan suara yang sama seperti Tee, lalu kenapa kau tak pernah merasa bahwa dirimu bukan Tee?", Beam mengatupkan mulutnya rapat-rapat, ia tak bisa membalas kata-kata yang dilontarkan ke arahnya, "Bagaimanapun, kami meminjam sosok mereka karena kami pikir kau akan lebih bisa mempercayai ucapan kami kalau menggunakan wajah ini", lanjut 'Val'.

Sekarang Beam tidak bisa berkata apapun lagi, otaknya terlalu kelu dan lidahnya buntu saat dihadapkan dengan situasi yang tiga gadis ini sodorkan. Dilihat dari sisi manapun ini kata-kata itu bukan kalimat normal yang bisa dilontarkan dalam situasi apapun. Beam sedikit kagum dengan imajinasinya yang bisa membentuk mimpi seperti ini.

"Dia tidak bisa berkata apa-apa, tuh, sepertinya kita harus pindah tempat dulu. Mungkin setelah minum teh chamomile, Beam bisa lebih tenang" ujar gadis dengan wajah yang asing bagi Beam. Kedua gadis yang sebelumnya hanya berdiri kini berjalan mendekati Beam, mereka bertiga bagai membentuk setengah lingkaran di sekeliling pria itu.

Saat ketiga gadis itu tenggelam dalam obrolan mereka dalam menentukan tempat yang cocok untuk mengobrol, Beam baru menyadari situasi di sekitarnya yang begitu kosong. Tempat ini begitu hangat dan lantai yang Beam duduki terasa sangat empuk, namun sepanjang matanya memandang ia tidak bisa melihat apapun kecuali warna putih, Beam seperti berada dalam ruangan berwarna putih yang begitu besar , "Kenapa mimpi hari ini absurd sekali . . . apa aku sudah sangat putus asa dan gila sampai bisa memimpikan hal tak masuk akal seperti ini?"

Gumaman yang Beam bisikan, ternyata sampai ke telinga tiga gadis itu, karena seketika mereka berhenti bicara dan menghela nafas panjang sambil saling berpandangan, "kami perlu cukup waktu untuk menjelaskannya, dan di sini bukan tempat yang cocok, ayo kita pindah dulu"

Segera setelah kata-kata itu meluncur dari mulut 'Sawana', pemandangan di sekeliling Beam berubah. Keadaan yang sebelumnya hanya putih dan terang, kini berganti menjadi ruangan yang bising oleh suara obrolan dan desing mesin kopi. Beam pun sudah tidak duduk di lantai, tapi di sebuah sofa coklat dengan tiga orang gadis itu yang duduk di seberangnya.

Melihat Beam yang lagi-lagi kelihatan kebingungan, 'Val' tersenyum dan menepuk tangan Beam dengan lembut, "Tenang saja Beam, ini hanya coffee shop biasa. Sebelum mulai mengobrol, apa kau mau pesan minum dulu? tempat ini menjual teh juga loh, Kau suka teh chamomile, kan?"

Give Me Back My Life As Beam!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang