8. Kau Mengingkari Janjimu

1.1K 148 2
                                        

Pada akhirnya aku lebih menuruti perkataan hatiku. Karena bukankah ketika membicarakan cinta, akal dan pikiran selalu tidak berfungsi? Karena memang seperti itu cara kerjanya.

Sudah tidak terasa selama 4 bulan aku tinggal dirumah Vano dan selama itu pula kami berbagi ranjang hingga panas tubuh masing-masing. Karena setelah pernyataan Vano waktu itu, hubungan kami sudah berubah. Bukan lagi Jane dan Vano sebagai teman namun Jane dan Vano sebagai sepasang kekasih.

Tepat pada bulan kedua sejak peresmian hubungan kami, disitu Vano mengajarkanku tentang seks. Aku benar-benar tidak tau apapun hingga Vano memulai bagitu lembut dan menjadi pria pertamaku. Dia benar-benar memberikan pengalaman padaku bahwa seks adalah hal yang mengangumkan dalam hidup. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan dalam hidupku.

Kami sangat lengket seolah tak terpisahkan karena saat kuliah pun Vano selalu menempeliku. Teman-teman kelasku sudah mengetahui hubungan kami berdua bahkan mereka menjuluki kami sebagai couple goals.

Di depan umum hubungan kami terlihat menyenangkan seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara karena Vano selalu bersikap manja padaku. Namun jika sudah berada dirumah, semuanya berubah. Tidak ada Vano yang manja dan suka menggoda, yang ada hanyalah Vano yang panas dan menggairahkan. Kami memang sudah melakukan sejauh itu dengan usia hubungan kami yang terbilang masih baru.

Tapi entahlah, aku tidak bisa menolak ketika Vano menyentuh setiap inci tubuhku dan mengajariku untuk menyentuhnya juga. Kami berdua saling memberikan kepuasan satu sama lain.

Seperti sekarang ini, sesaat setelah menutup pintu rumah, Vano dengan cepat mencumbu leherku. Ia memberikan jilatan dan terkadang hisapan kecil yang membuat bekas keunguan nantinya.

Tanganku yang berada dibelakang kepala Vano meremat kuat rambut hitam miliknya. Aku melakukannya untuk menyalurkan hasratku yang sedang menggebu.

Ciuman Vano beralih pada bibirku dan melumatnya dalam. Tak lupa ia memainkan lidahnya untuk saling mengait satu sama lain. Ia terus mendorong tubuhku hingga mencapai kamar kami. Maksudku kamar Vano yang sekarang juga menjadi kamarku.

Jika seperti ini tidak perlu ditanya bagaimana kelanjutan dari kegiatan kami berdua, karena aku dapat memastikan bahwa akan terjadi perang yang kami lakukan diatas ranjang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jika seperti ini tidak perlu ditanya bagaimana kelanjutan dari kegiatan kami berdua, karena aku dapat memastikan bahwa akan terjadi perang yang kami lakukan diatas ranjang. Tepatnya Vano yang akan menghancurkanku tanpa ampun dengan kepuasan yang diberikannya.

Tidak ada yang terdengar kecuali dengan suara desahan kami yang saling bersahutan merasakan kepuasan demi kepuasan yang hadir diantara kami berdua. Vano pun malah semakin gencar melakukan aksinya untuk menghancurkan ku tanpa belas kasihan. Namun sialnya aku menyukainya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
1. LOVELY (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang