04 - Gara-gara Marimas!!

28 1 0
                                        

Ruangan Senja perlahan tersinar oleh cahaya matahari yang mulai menembus ke kaca jendela. Tembusan cahaya yang datang membuat kamar Senja yang memang sudah terang karena lampu menyala, menjadi semakin terang.

Kamar bernuansa biru laut itu terkesan rapi, penataannya yang tertata dengan beberapa stiker bergambar senja di langit pantai menjadi pemanisnya.

Suara gemericik air terdengar dilanjutkan dengan suara seperti orang yang sedang menyikat gigi. Tak lama, Senja si pemilik kamar terlihat keluar dari kamar mandi, ia hanya menggunakan piyama yang dia pakaikan ke tubuhnya.

Menyadari kakinya yang masih basah, Senja pun berjalan sambil berjinjit agar lantai yang ia pijak tidak meninggalkan jejak air. Sesudahnya, ia pun langsung melangkah ke lemari pakaian kemudian mengambil seragam sekolah yang akan ia kenakan hari ini.

Tak perlu waktu yang lebih lama lagi, Senja kini sudah tampil cantik dengan balutan seragam serta sepatu dan aksesoris sekolah lainnya.

Setelah menyelesaikan aktivitas bangun tidur, Senja pun mulai menuruni satu persatu anak tangga dengan perlahan untuk menuju ke lantai bawah, dan mendapati orang tuanya serta Kresna yang tengah menyantap sarapan pagi di meja makan seperti biasa.

"Senja, cepet turun. Udah dipanggil dari tadi juga!!" Omel Mega ketika melihat anak gadisnya baru saja keluar, Senja yang dipanggil pun langsung mempercepat langkahnya menuju ke meja makan.

Sesampainya di meja makan, Senja langsung duduk di salah satu kursi yang ada kemudian melahap nasi goreng di atas meja dengan santai, sesekali ia juga sempat bersenandung dengan diiringi senyuman kecil untuk menikmati makanan buatan Mega itu.

Mega dan Fairuz saling pandang dengan tatapan bingung ketika melihat gelagat Senja. Dan arah pandang Fairuz juga berganti untuk melihat jam yang sudah terpasang di pergelangan tangan, kemudian beralih melirik kecil juga pada Senja yang masih santai memakan makanannya.

"Nja." Panggil Fairuz membuat Senja mendongak kemudian menoleh ke arah ayahnya. Kresna yang ada disebelahnya juga ikut-ikutan mendongak karena reflek, padahal bukan dia yang dipanggil.

"Iya yah?"

"Udah jam 06.40, kamu nggak telat?" Tanya Fairuz yang membuat Senja mengernyit.

"Masih jam 06 lebih 10 di kamar." Balasnya sambil memperlihatkan raut bingung.

"Jam di kamar kamu mati dari kemarin sore, kayaknya kamu nggak sadar." Ujar Fairuz membuat mata Senja membelalak.

"Y—yang bener?!!!" Senja reflek berteriak, membuat Fairuz sedikit terlonjak lantas mengangguk, ia kemudian langsung memperlihatkan jam yang berada di pergelangan tangannya, yang seketika juga membuat Senja melotot lebar.

"ADUH KENAPA NGGAK ADA YANG BILANG??" Senja langsung ngibrit pergi ke dapur, membuka kulkas kemudian mengambil jajanan yang sempat ia beli kemarin bersama Kresna sebagai bahan MOS.

Gerakannya yang secepat kilat petir, tak ayal membuat benda lain sedikit berjatuhan karena gerakan tidak santai Senja yang mengobrak-abrik seisi kulkas.

Senja langsung menarik asal plastik warna hitam yang berada di dalam kulkas kemudian menuju ke meja makan lagi.

"ABANG!! AYO CEPET!!" ujar Senja sambil menarik kerah Kresna hingga laki-laki itu sempat terjungkal karena tidak siap.

"YAH BUN, BERANGKAT DULU!! ASSALAMU'ALAIKUM"

"Eh tunggu!! Bekal kamu!!" Mega menghela nafas pelan ketika melihat motor Kresna yang sudah melenggang pergi di depannya. Mega kemudian berbalik, membawa kembali bekal sarapan yang tidak sempat ia berikan pada Senja tadi.

Senja dan MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang