"Y/n-ah... Semoga lo cepet sembuh. Dan kita bisa bersama lagi..."
~Bangtan.
------------------------------
Tidak terasa, waktu berjalan dengan begitu cepat. Posisi matahari kini telah digantikan oleh bulan yang menyinari kegelapan malam. Bangtan masih setia berada di RS, bersama dengan mama dan papa Y/n.
Sejujurnya, Bangtan masih belumn siap Y/n pergi meninggalkan mereka. Ya, walaupun hanya sementara saja, Bangtan belum siap. Rasanya mereka baru saja bertemu dengan Y/n kemarin, dan sekarang? Mereka harus berpisah? Sesingkat itukah kisah persahabatan mereka?
"Anak-anak? Bukan saya bermaksud untuk mengusir kalian. Tapi, Apa kalian tidak pulang? Ini sudah malam. Kalian pasti lelah." -Ibu Y/n.
Bangtan yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosong, kompak langsung menoleh. RM melihat arloji yang melingkar ditangan kirinya.
Pukul 19:00.
Ibu Y/n tersenyum sedih melihat Bangtan yang tidak ingin pulang. Perlahan, wanita itu mendakati Bangtan dan duduk di kursi kosong sebelah RM.
"Kalian kenapa? Ini sudah malam. Apa kalian tidak lelah?" -Ibu Y/n.
RM menghela nafasnya. "Sejujurnya, kami belum siap berpisah jauh dengan Y/n, Bi..." -RM.
"Rasanya, kami baru saja bertemu dan mengobrol kemarin. Sekarang? Kita harus berpisah?" RM *melanjutkan.
"Ini sudah takdir dari Tuhan, Nak... Kita harus terima walau sebenarnya kita tidak ingin..." -Ibu Y/n.
V meneggakkan tubuhnya dan menghadap pada Ibu Y/n.
"Kalau seperti itu... Kenapa Tuhan mempertemukan kita dengan Y/n dan ujung-ujungnya, Tuhan kembali memisahkan kita?" -V.
"Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Apa kau menyesal karena telah mengenal Y/n?" -Ibu Y/n.
"Ah, aniyoo... Aku senang kenal dengan Y/n. Aku merasa, hidupku seperti mendapat perubahan. Aku hanya kesal karena, kami akan berpisah..." -V *menunduk.
"Kau tidak perlu sedih. Cepat atau lambat, kalau kalian memang sahabat sejati, Tuhan pasti akan mempertemukan kalian lagi..." -Ibu Y/n *tersenyum.
"Hmm... Bibi benar V. Jadi sekarang begini, sekuat apapun lo ngotot ga mau ini semua terjadi, kalau Tuhan udah berkehendak, lo mau gimana hm?" -Suga.
"Huuffttt... Bacot!" -V.
"Gue kasih tau juga!" -Suga.
"Iya lo ngasih tau, tapi gue ga nyuruh lo buat ngasih tau gue itu!" -V.
Karena Suga tipenya tidak suka mengalah dengan siapapun, saat dia mau membalas, dengan cepet J-Hope langsung maju disebelah Suga.
"Jadi Bi, kapan kalian berangkat ke Seoul?" -Jhope.
"Emm... Saya dan papanya Y/n sebenarnya akan berangkat lusa. Tapi setelah kami pikirkan kembali, lebih cepat lebih baik. Kami memutuskan besok kami berangkat. Dan syukurnya, tiketnya juga sudah ada." -Ibu Y/n
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐡𝐞 𝐕𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫𝐞𝐬 (𝐄𝐍𝐃✓) "ˢᵉᵃˢᵒⁿ ¹" (방탄소년단)
Vampiros(INFO!!!) "Nama tokoh telah diubah demi kenyamanan saya sebagai penulis, juga para pembaca :)" ••••• Memiliki sahabat lelaki sudah tidak asing lagi dipendengaran setiap orang. Karena itu sudah menjadi hal yang biasa. Tetapi, bagaimana jika hubungan...
