Bangtan masih setia menatap Ara yang masih mengatur nafasnya yang terasa sesak akibat dipeluk secara rombongan seperti tadi. Setelah merasa sudah membaik, barulah Ara mendongak mentapa mereka satu persatu.
"Kalian..." -Ara.
"Iya. Ini Bangtan, sahabat kamu waktu kuliah dulu. Kamu ga lupa sama kita kan?" -Jk.
Suga menoyor kepala Jungkook dari belakang tanpa menatap adiknya itu. Yang ditoyor pun menoleh, menatap Suga bingung.
"Salahku apa hyung? Kenapa kepalaku di..." -Jk.
"Gausah sok imut bisa ga sih lo? Sok-sok an ngomong aku-kamu sama Ara. Geli gue liatnya!" -Suga.
"Apa-apaan sih hyung? Ya serah gue dong! Ara aja ga masalah, kok lo yang sewot?!" -Jk.
Ara terkekeh melihat Jungkook dan Suga berdebat. "Kalian kenapa sih? Kok malah debat? Suga ga berubah ya? Masih sama kaya dulu. Galak. Hihihi..." -Ara.
"Aku udah ga galak lagi Ra. Aku udah baik sekarang." -Suga.
Mendengar jawaban Suga, sontak Bangtan langsung menoleh dan mentap pria itu dengan datar. Tidak lama kemudian...
"Yeeeuuuu! Si kulkass, ngomongnya pake aku-kamu juga, terus sok-sok an negur Jk! Hiliihh!!" -Jin.
"Diem lo!" -Suga.
"Suga hyung mah emang gitu Jin hyung... Ga mau dikalah sama adek sendiri. Jk mah apa atuhh..." -Jk.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Jungkook, ditambah dengan wajah kesal Suga yang terlihat menggemaskan, membuat tangan Ara tergerak mencubit pipi Suga.
"Yaa, Yoongi-ahh... Jangan ngambek..." -Ara *masih dengan sisa ketawanya.
"Bodo amat!" -Suga.
"Ih, Kulkas idup mah gitu! Yaudah gue pergi lagi aja deh!" -Ara *mengancam.
"EH?! Jangan dong. Ok, gue ga ngambek..." -Suga.
"Eoh? Jjinnjaa?" -Ara.
"Hm..." -Suga.
Ara dan Bangtan hanya terkekeh melihat Suga.
"Ra?" -V.
"Ya? Eh? Mphii?! Iihhhhh kok makin gemoyy sihh?! Aiiggooo!!! Gue kangen banget sama lo tau ga sih? Eh, ga deng. Gue kangen sama kalian semua kok. Hehe..." -Ara *tersenyum lebar menampilkan giginya yang putih dan rapi.
"Lo ga berubah ya Ra? Lo masih sama seperti Ara yang kita kenal dulu." -V *tersenyum mengelus rambut Ara.
"Jelas nggalah. Mau berubah gimana coba? Haha..." -Ara.
"Kita cari tempat yuk? Biar enak ngobrolnya. Pegel gue berdiri mulu. Mana panas lagi. Gue..." -Jhope.
Tiba-tiba Ara teringat satu hal. Bangtan bukan manusia sepertinya. Mereka vampir. Mereka tidak bisa kena cahaya matahari. Dengan cepat, gadis itu langsung menarik jas J-Hope dan membawanya ke bawah pohon yang rindang. Bangtan yang bingung hanya mengikuti Ara dari belakang.
"Kok gue ditarik kek kambing sih Ra? Kaget gue." -Jhope.
"Gue lupa kalian ga bisa kena matahari. Makanya gue narik elo kesini." -Ara.
Jimin menepuk jidatnya, sedangkan yang lain menghela nafas mereka.
"Gue kira ada apaan Ra. Lo gausah khawatir. Kita gapapa kok kena matahari." -Jin.
"Gapapa apanya maksud lo? Lo ga inget apa Juki pernah hampir mati gara-gara kena matahari?" -Ara.
"Ra, itu karena cincin kita diambil sama Lee Joon. Tanpa cincin ini, kita ga jadi seperti manusia. Lo ngerti ga maksud gue?" -RM.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐡𝐞 𝐕𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫𝐞𝐬 (𝐄𝐍𝐃✓) "ˢᵉᵃˢᵒⁿ ¹" (방탄소년단)
Vampire(INFO!!!) "Nama tokoh telah diubah demi kenyamanan saya sebagai penulis, juga para pembaca :)" ••••• Memiliki sahabat lelaki sudah tidak asing lagi dipendengaran setiap orang. Karena itu sudah menjadi hal yang biasa. Tetapi, bagaimana jika hubungan...
