#16

1.2K 121 9
                                        

Seseorang yang melanggar aturan memanglah SAMPAH, tapi seseorang yang meninggalkan temannya sendiri LEBIH BURUK DARIPADA SAMPAH - Uchiha Obito

.

Semilir angin sejuk yang menusuk dipagi hari itu menerjang tanpa ampun keseluruh penghuni bumi. Tanpa merasa bersalah, ia justru malah mengoyak seluruh dedaunan hijau yang menghalangi jalannya. Tidak tahu rasa terima kasih telah dilahirkan oleh para dedaunan lebat tersebut.

Sinar sang surya juga tak ingin kalah jahatnya dengan makhluk tak kasat mata itu. Sinarnya yang menerobos tanpa permisi kedalam jendela kecil sang wanita membuat tidur panjangnya terganggu. Hingga kesadarannya kembali ke jiwa raga, meninggalkan dunia paralel yang ia bangun sendiri itu.

Ia menggeliat sebentar, jika kebanyakan orang akan merasa terganggu karena posisi nyamannya terusik, justru ia malah terganggu akan posisi nyamannya. Posisinya yang sudah entah berapa hari tidak berubah itu membuat sekujur tubuh indahnya merasakan pegal yang luar biasa.

Mata biru laut nya mengerjap beberapa kali, menyapu seluruh ruangan kecil itu, beradaptasi dengan lingkungan nya yang dirasa tidak asing lagi baginya. Sebuah ruangan serba putih dengan bentuk minimalis dan hanya berisi sebuah kasur kecil yang ia tiduri dan lemari coklat tak jauh dari raganya.

Merasa tenang karena saat ini ia ada diruang pribadinya. Ia kembali menatap lurus atap putih yang sedari tadi mengamatinya dalam diam.
Otaknya berputar kebelakang, berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya sampai ia bisa terbaring menjengkelkan seperti ini.

Poni pirang setengah panjangnya yang menjuntai kesamping menampilkan kedua mata aqua nya secara keseluruhan. Pandangannya sangat kosong saat ini, ia hanya beradu tatap dengan atap ruangannya tanpa ingin mengalah. Hingga deritan pintu coklat yang menghubungkan nya dengan ruangan lain itu perlahan terbuka, barulah ia mengalihkan pandangannya.

Seseorang dengan pakaian serba hitamnya kini sudah berdiri diambang pintu. Mata hitamnya yang hanya berwarna sebelah itu menatap terkejut wanita didepannya yang juga sedang menatapnya. Onyx dan aquamarine saling bertemu dalam 1 garis lurus dalam sebuah benang tak kasat mata. Seolah dirinya sudah dipaku oleh pancaran sinar mata birunya.

Tapi, bukan Uchiha Sasuke bila dia tidak bisa mengontrol ekspresi nya dengan baik. Tidak ingin terlihat aneh bagaikan seorang anak kecil yang kegirangan mendapatkan kado natal besar dari santa claus, ia segera menormalkan mimik wajahnya menjadi biasa saja. Namun tidak dengan hatinya yang rasanya ingin copot saat itu juga begitu mengetahui seseorang yang ia tunggu tunggu agar segera kembali dari alam hitamnya itu kini sungguhan kembali.

Kaki jenjangnya berjalan mendekat, menjongkok kan tubuh tegapnya tepat di sebelah sang kunoichi.
"Bagaimana keadaan mu?"

Kedua mata aquamarine yang sedikit pucat tak berekspresi itu menatap secara dalam kedua bola mata kelam milik sang Uchiha.

"Apa yang terjadi selama aku terlelap?" Suara serak Ino mebuat senyuman miring menghiasi wajah tampannya. Sangat tampan, bahkan jika dia mengikuti ajang lomba 'tersenyum' sedunia. Sudah pasti ialah pemenangnya walaupun hanya bergerak beberapa mili meter saja dari posisi semulanya. Tapi semua orang yakin, dialah sang pangeran pemenangnya.

Merasa lama tak mendapatkan jawaban yang diinginkannya, Ino memutuskan untuk bangkit duduk. Perlahan tapi pasti, ia gunakan tangan kanannya untuk menopang tubuhnya bangkit berdiri.

𝐀 𝐂𝐡𝐨𝐨𝐬𝐞 「ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇ 」Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang