Putih...
Itulah yang menyelimuti pandangan sang Yamanaka. Ia sadar bahwa dirinya sedang mengambil alih tubuh lawannya. Ia mengedarkan mata indahnya keseluruh arah. Mencari dimana orang tersebut berada. Memang sangat nekat, namun mau bagaimana lagi? Ia tidak ingin Sasuke terus menyerang lawannya karena jika itu terjadi, maka keberadaan Sasuke akan semakin tidak diterima. Maka mau tidak mau ia harus menjelaskan secara detail kepada orang ini tentang tujuan mereka sebenarnya. Selebihnya ia berharap orang ini mau memahami penjelasannya.
Mata indah aquamarine nya menangkap sesosok orang yang dicarinya. Ia pun berjalan mendekat, berdiri tepat di hadapannya. "Apa yang sebenarnya terjadi? Apa maumu?" Lelaki tersebut menatap tajam kedalam bola mata Ino.
"Aku minta maaf atas lukamu, kami tidak bermaksud menyakitimu, sungguh. Aku hanya ingin menjalankan misi yang cukup penting." Ino memulai. "Apa.. kalian tidak bisa menerima kami walau hanya semalam saja untuk beristirahat?"
"Aku tidak peduli tujuanmu apa. Aku tidak akan mengijinkan pembunuh Uchiha itu menetap di desa kami."
"Hei, aku tahu mungkin ini terdengar sangat tidak masuk akal tapi- percayalah Sasuke sudah menyesali perbuatannya. Dia sudah menebus dosanya." Lelaki itu terkekeh, "Pembunuh tetaplah pembunuh, kau tidak tahu kan dia pernah membuat kerusuhan didesa ini? Dia sudah mengambil banyak nyawa warga desa kami!"
Ino sedikit terkejut mendengar fakta itu, ia menghela nafas panjang.
"Kau benar, kalian pasti sangat kesal dengan perbuatannya aku tahu betul perasaan mu, tapi akan ku jamin dia sudah menyesali perbuatannya itu. Kami hanya ingin menjalankan misi, teman teman kami sangat membutuhkan Sasuke sekarang. Aku mohon."
Hening.
Ino kembali membuka suara. "Percayalah, buka kedua matamu untuk Sasuke. Jangan pandang dia dengan sebelah mata. Percayakan dia kepadaku, jika dia sampai melukai sedikitpun warga desa ini aku yang akan menanggung resiko nya. Aku bersedia mengorbankan nyawa ku untuknya."
Laki laki didepannya tercengang dengan ucapan kunoichi tersebut.
"Apa yang bisa membuatmu yakin dengan itu?" Ino tersenyum tipis, ia menatap lembut lelaki didepannya "karna dia sudah menyelamatkan dunia saat perang itu terjadi, aku yakin dia sudah bukan lagi Uchiha yang dulu, dia sudah berubah aku sangat yakin dengan itu."
Apa yang gadis pirang itu katakan membuat dirinya berpikir keras, mau bagaimana pun yang Ino ucapkan adalah fakta. Itu kenyataan yang benar adanya, tanpa adanya kekuatan Sasuke besar kemungkinan perang itu tidak akan usai. Ia salah satunya yang berpengaruh pada saat itu.
'Benar.... Dia benar si Uchiha itu salah satu pahlawan bagi dunia shinobi. Apa, aku bisa mempercayai mereka kali ini?'
Laki laki itu mendekatkan tubuhnya ke gadis yang lebih kacil darinya tersebut. Membuat Ino mendongak kan kepalanya keatas untuk menatap langsung wajahnya.
"Soal itu, kenapa kau ingin sekali melindungi Uchiha itu? Kau bahkan sampai ingin mengorbankan nyawamu hanya untuk dia?" Pertanyaan itu membuat Ino lagi lagi menunduk. Matanya terlihat pilu. Bahkan kini air matanya sudah hampir siap tumpah.
"Aku... Hanya ingin Sasuke memandang ku, aku ingin dia mengakui keberadaan ku, aku ingin aku bisa diandalkan olehnya. Karna selama ini aku hanya bisa berjalan dibelakang teman temanku. Lagipula aku ini lebih lemah daripada teman dalam tim ku. Sedangkan dia selalu ada didepan ku, maka dari itu aku ingin berubah aku tidak bisa terus berdiam diri seperti dulu. Aku harus lebih kuat daripada sebelum nya kan?"
Kedua mata laki laki itu menatap lekat kedua aquamarine miliknya, Ia tidak menyangka gadis itu benar-benar ingin melindungi Uchiha. Dia adalah wanita yang tangguh.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀 𝐂𝐡𝐨𝐨𝐬𝐞 「ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇ 」
Teen Fiction"Tunggu, apa? kenapa harus aku yang menjalankan misi ini Naruto?" "Kau lah satu satunya ninja yang memiliki jurus telepati, Ino. Kau carilah informasi sebanyak-banyaknya dengan kemampuan mu itu" "ya, aku tau tapi kenapa harus bersama UCHIHA SASUKE...
