VOTMEN
By: RahmawatiDuu
#RD
Absen dulu yuuuuk
Sesuai kota kelahiran ya👉❤
Yang mau Author Up lagi besok
Gampang ko, KOMENTAR di setiap paragraf! Bisa?
Happy Reading....
____________
______________________
Sudah dua minggu lamanya Zena dan Darka menjalin hubungan, keduanya tampak bahagia layaknya sepasang kekasih. Darka yang mempunyai sikap dingin, protektif harus bisa mengontrol segala kemarahannya dikarenakan Zena. Gadis berstatus pacarnya itu mempunyai sifat terbalik dengannya. Gadis mungil itu terlihat ceria, lemah dan lembut.
Zena amat beruntung bisa mendapatkan cowok terbaik dan hampir sempurna bernama Darka. Walau kadang Zena harus membiasakan diri dengan lingkungan cowok itu. Seperti halnya saat ini.
"Pokonya Asya ikut! titik enggak pake koma!" ucapnya dengan nada merajuk.
"Enggak boleh! Lo tetap di rumah!" Ucap Darka dengan tegas.
Sejak tadi keduanya berdebat tentang Zena yang kekeh untuk ikut menonton Darka balap malam ini, namun dengan bersikeras Darka melarangnya.
"Kaka kenapa sih, Asya kan cuma pengen liatin kaka di sana, masa enggak di bolehin. Aneh," kesal Zena kepada Darka.
Darka mengusap wajahnya dengan kasar, iya menatap cewek cantik di depannya dengan tatapan yang sangat sulit di baca.
"Gue enggak ngizinin lo pergi, itu artinya lo enggak akan pergi." Final Darka, setelah itu cowok berjaket hitam itu pergi meninggalkan Zena sendirian di tengah taman sekolah.
"Dasar nyebelin, ngeselin, rese." Kesal Zena, dengan suasana hati yang kacau Zena memilih kembali ke kelas.
Selama perjalanan wajah Zena tampak murung, tak ada senyum cerianya. Bahkan beberapa orang yang menegurnya tak mendapatkan respon dari si cantik.
Sesampainya di kelas Zena segera duduk, melipat kedua tangannya di meja dan menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya. Suasana kelas yang ribut membuat suasana hati Zena semakin buruk.
"Reno uang kelas lo udah nungak seminggu, buruan setor sekarang juga...." oceh Viona sejak tadi membantu Nala mengumpulkan uang kas.
"Ya elah, baru juga seminggu. Genapin dua minggu deh, janji gue minggu depan bayar." Tawar Reno yang membuat Viona melotot.
"Enak aja, enggak ada ceritanya minggu depan! Pokonya hari ini lo harus bayar. Totalnya 35 ribu, buruan...." desak Viona.
"AMPUN BANG JAGO...." teriak Reno sambil menyatukan kedua tangganya di depan dada, tubuhnya iya goyang goyangkan ke kanan dan kiri mengikuti irama lagu yang iya nyanyikan.
Viona dibuat cengo menatap tingkah member Gengster yang satu ini. Ganteng ganteng tapi bobrok.
"Asek, terus Ren terus jangan di kendor." Sahut Aldi yang tengah asik duduk di atas meja sambil menyemangati Reno.
"Aldi, diem deh!" Marah Viona, aldi yang di tegur hanya menampakan cengiran tanpa dosanya.
Zena yang jengah mendengar kebisingan di sekitarnya memilih untuk bangkit dari tempat duduknya. Menatap sekelilingnya yang membuat kepalanya semakin sakit saja, gadis itu memilih untuk kembali keluar kelas dari pada gendang telinganya pecah di dalam kelas.
Zena menghentikan langkahnya saat tak sengaja mendengar pembicaraan Doni dan beberapa anak kelas sebelah yang tengah nongkrong di depan kelasnya.
"Bentar malam lo ikut enggak?" Tanya salah satu di antara tiga orang lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARKASYA
Teen FictionMULAI=Kamis/02 april 2020/ AKHIR =Minggu/06 Desember 2020/ {PART MASIH LENGKAP💯} _____________ Namanya Darka Argawijaya, si ketua Gengster dengan wajah dingin dan datar, yang ketampanan wajahnya di gadang gadang setara dengan dewa yunani. Menurut...
