8

1.5K 140 20
                                        

Plak...

Nafas Tiara memburu, tangan nya sampai bergetar dan tandanya tamparan nya begitu keras.

matanya melirik kearah Lyodra yang masih menangis dan ketakutan.

"apa-apaan lo, hah!!" teriak Tiara pada laki-laki di hadapan nya.

lelaki itu mengusap pipinya yang terasa panas, namun senyuman tipis terukir di sudut bibir nya.

"umpan gue ternyata berhasil"

Tiara bergeser memunggungi Lyodra.

"takut"

Lyodra mencengkram bahu Tiara, ada perasaan hancur saat mendengar suara lirih Lyodra yang ketakutan.

"gue suka liat lo marah gini, cantik"

Tiara menepis kasar tangan lelaki itu saat hendak menyentuh dagu nya.

"mau lo apa Mahen?"

"gue? mau lo, kenapa? bisa ngabulin?"

"hen, ada guru, buruan cabut!"

Mahen berdecak kesal lalu memilih untuk pergi, sedangkan Tiara langsung memeluk Lyodra seakan tau detak jantung ibunya lah yang saat ini dibutuhkan Lyodra agar tenang.

"mama, lily takut" guman Lyodra

perih..

itu yang Tiara rasakan saat ini seolah-olah dapat merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Lyodra.

****

"oke anak-anak, sudah waktunya pulang, tugasnya harus di kumpulkan  minggu depan ya"

"iya Bu" ucap semua siswa dengan serentak.

"ish lily kemana ini, ga biasanya bolos  pelajaran gini" ucap Novia.

tiba-tiba Lyodra datang dengan lesu.

"ly, lo kenapa?" tanya Keysia yang merasa heran dengan penampilan Lyodra yang berantakan.

"ga papa" ucap Lyodra, ia tak ingin membuat sahabat-sahabatnya khawatir.

"ya udah Ly mending lo langsung pulang aja, jangan ikut pertemuan buat pensi" usul Novia, memang sebentar lagi yang mendaftar jadi pengisi acara pensi harus kumpul di aula dan Lyodra ikut serta dalam acara itu tentunya karena paksaan dari Keisya dan Novia.

"aku kuat ko, tenang aja"

"beneran?"

lyodra hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.

**

Tiara tengah berjalan di lorong sekolah yang mulai sepi, ia terus menerus teringat kejadian di toilet tadi yang membuat nya harus bolos satu pelajaran demi untuk menenangkan Lyodra.

aku pikir semua orang itu baik

aku pernah lihat mama hampir di perlakukan seperti itu tapi untung ada ayah yang slalu jaga kami

perkataan Lyodra terus tergiang di benak nya.

Lyodra...

Tiara menoleh kearah ruangan di samping nya, ia melihat dari balik jendela Lyodra yang mulai naik ke atas dan memegang sebuah microfon.

Brak.. 

semua tersentak kaget saat pintu dibuka dengan sedikit kasar.

"Mahen!! bisa ga sih buka pintu sewajarnya" tegur Mahalini

"santai dong, gue juga kan mau ikutan" ucap Mahen namun tatapan nya mengarah pada Lyodra dengan senyuman yang terlihat menjijikan menurut Lyodra.

Lyodra langsung tak fokus, sejujurnya ia tak bisa mengendalikan fikiran nya yang terus teringat kejadian di toilet saat melihat Mahen.

Melodi TerakhirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang