16.CILASKAR

1.1K 86 12
                                        

HAPPY READING

Seluruh masyarakat SMA Ternaka tengah berkumpul di lapangan sekolah untuk mengadakan apel siang, namanya saja apel siang aslinya sudah pukul 14:35. Karena ada penyampaian sebelum pulang, akhirnya mereka dikumpul dibawah teriknya matahari sore.

Cila menoleh ke kiri dan kekanan mencari keberadaan seseorang. "Laskar mana yah. "

Kebiasaan orang-orang diwaktu apel selalu mencari doi, ngga salahkan lagian sekarang Cila sudah bebas karena Laskar sekarang suaminya.

"Nyari siapa hem," sahut Laskar yang tiba-tiba ada disampingnya.

"Laskar? kamu ngapain disini?" panik Cila secara ini barisan kelasnya Cila, ngapain Laskar nyelip dikelasnya kalau sampai ketahuan kan bisa berabe.

"Pengen." hanya itu jawaban Laskar.

Pak Surito kepala sekolah SMA Ternaka terus saja menyampaikan narasinya, sampai-sampei Banyun heran sendiri karena pak Warto selalu saja punya bahan untuk menjemur mereka semua.

"Hadeuh bapak kapan selesainya sih pak, " keluh Banyun ditengah lapangan.

"Itu dibelakang ngomong apa barusan, " teriak pak Surito menunjuk Banyun.

Banyun dibuat panik oleh pak Surito, persaan suara Banyun tidak begitu besar. Pak Surito tua-tua tajem juga pendengarannya."Eh ngga pak, ngga ada pak."

Pak Surito tidak menghiraukan ucapan Banyun dan kembali ke topik pembicaraan. "Jadi baik, hanya itu yang ingin bapak sampaikan jika ada kekurangan mohon dimaafkan Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. "

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. "

Laskar dan Cila berjalan bersampingan, Cila berusaha membiasakan diri dengan tatapan orang-orang terhadapnya masih 4 bulan lagi Cila disini sebelum dia lulus, dia tidak bisa menghindar dari Laskar selama itu.

Semua orang berhamburan menuju kendaraan mereka masing-masing, ada yang menunggu taksi ditepi jalan, dan ada juga sebagian orang yang menunggu di halte sekolah.

Cila mencari keberadaan mobil Laskar. Biasanya Laskar memarkikan mobilnya disini tapi kemana mobil itu sekarang, apakah dicuri.

"Cila sini! " panggil Laskar.

Cila melihat kendaraan yang berada disamping Laskar, jangan bilang mereka akan pulang dengan motor segede itu.

"Kita pulang naik motor? " tanya Cila.

"Iya," jawab Laskar smbil mengangguk.

"Nih pake helem, " tambah Laskar sambil memakaikan helem tersebut dikepala Cila.

"Serius kita naik motor? " Cila memastikan.

"Iya, kenapa emang? " Laskar heran sendiri kenapa Cila menanyakan pertanyaan yang sama? apa salahnya dengan motor.

"Aku naiknya gimana Laskar, perasaan tadi kita kesekolah naik mobil kenapa berubah
jadi motor gini, " ucap Cila.

"Aku ganti tadi pas pulang, biar cepet sampainya, " jelas Laskar.

"Terus sekarang aku naiknya gimana? " tanya Cila.

"Naik kayak biasa Cila, ngangkang aja, " ujar Laskar. Dengan mudahnya Laskar bilang ngangkang, tidak semudah itu Laskar.

"Mana bisa Laskar, kamu mau betis sampai paha aku keekpos? aku malu yah, mana rok yang kamu ambil model span lagi, " amuk Cila.

For your informatiaon walaupun rok yang diambil Laskar model span tapi ngga ketat yah, apalagi sampai membentuk lekuk tubuh, pakaian seperti itu benar-benar bukan Cila banget.

CILASKARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang