"Bibi Kim! lihat siapa yang ku bawa!" Jeongyeon masuk ke dapur dengan Mina di belakangnya.
"Mina-chan!!" Pekik bibi Kim dengan semangat.
"Annyeonghaseyo bibi." Mina membungkuk
"Mina bilang, ia ingin makan bersama kita disini, bolehkan?" tanya Jeongyeon.
"Ahh benarkah? Tentu saja boleh! Ayo duduk duduk, mari kita makan kalian pasti lapar."
Siang itu Mina makan bersama Jeongyeon dan bibi Kim sambil berbincang bincang.
"Kalau pemilihan The Genius seperti apa memangnya?" Tanya Mina.
"The Genius tidak di pilih berdasarkan voting seperti The Beauties. Menurutku walaupun anggota The Genius cenderung lebih ramah dari The Beauties, tapi sebenarnya masing masing dari kami bukan lagi rekan bila berkaitan dengan peringkat. Peringkat The Genius cenderung berubah ubah menyesuaikan prestasi terkinu setiap siswa. Siapapun bisa otomatis menjadi anggota The Genius bila total nilai dalam segala aspek mata pelajaran tergolong tinggi." Jelas Jeongyeon.
"Jadi kau nomor berapa?" Tanya Mina.
"Jeongyeon dikenal dengan julukan The One karena sampai saat ini belum ada yang dapat mengalahkan poinnya." Ucap bibi Kim.
"Woah." Kagum Mina.
"Aku lebih tertarik pada The Genius karena ini." Ucap Jeongyeon.
"Ternyata kau sepintar itu yah." Kagum Mina.
"Aniyo, semua orang bisa kapan saja merebut posisi ini." Ucap Jeongyeon.
"Siapapun bisa saja, tapi kau takkan membiarkannya bukan?" Tanya bibi Kim.
"Eoh?" Mina menoleh.
"Aigoo ya bibi Kim, jangan bilang begitu." Jeongyeon terkekeh.
"Jeongyeon tidak akan terlihat seperti ini bila sedang belajar. Sampai sekarang saja ia jarang akur dengan si nomor 2." Ucap Bibi Kim pada Mina.
"Si nomor 2?" Tanya Mina.
"Irene. Gadis kelas 11 B yang menjadi rival Jeongyeon sejak dulu." Cerita bibi Kim.
"Jangan sebut dia rivalku. Poinnya bahkan tak mendekatiku sama sekali." Ucap Jeongyeon.
"Sedari dulu gap kalian memang jauh, tapi bukan tak mungkin dia dapat mengejarmu kan?" Tanya bibi Kim.
"Tenang saja, lagipula ia takkan mengejar. Setelah ini aku ada 2 quiz, akan ku jaga poinku dari situ." Ucap Jeongyeon.
"Bagaimana dengan siswa baru seperti aku?" Tanya Mina.
"Mereka akan memasukan poin dari nilai nilaimu disekolah sebelumnya, tenang saja. Mungkin kau juga bisa menjadi The BeauGen seperti Jeongyeon." Jawab bibi Kim.
"BeauGen?" Tanya Mina.
"Orang yang masuk 15 besar The Beauties dan The Genius di sebut sebagai The BeauGen. Jeongyeon adalah satu satunya yang mendapat predikat itu selama 5 tahun kebelakang." Jawab bibi Kim.
"Bukankah kau siswi pindahan rekomendasi? setauku semua pindahan rekomendasi adalah yang paling pintar dari yang pintar. Mungkin kau bisa menjadi BeauGen juga." Jeongyeon terkekeh.
"Bukankah itu artinya kita akan jadi rival?" Tanya Mina.
"Ohh ayolah, tidak mungkin kita menjadi rival." Jeongyeon menggeleng.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Kita lihat saja besok saat akumulasi poin Mina sudah terdata. Apakah akan ada peringkat 9 atau 10 yang tergeser? atau mungkin 5 besar?" Tanya bibi Kim.
"Aku tidak sepintar itu bibi Kim." Mina terkekeh.
.
.
.
Keesokan harinya seluruh Eclairya dihebohkan dengan adanya update terbaru peringkat The Genius. Peringkat yang selama 2 semester belakangan tidak banyak berubah, saat ini diisi oleh nama nama baru. Siswa siswa kelas 10 mulai muncul di daftar, namun yang menghebohkan seantero sekolah bukanlah itu. Saat ini peringkat pertama tidak lagi di tempati oleh pemilik julukan 'The One' alias Jeongyeon.
"Jeongyeon!!" Panggil teman kelasnya begitu ia duduk di bangkunya.
"Yayaya aku sudah lihat." Jeongyeon tersenyum.
"Anak baru itu menggesermu Jeongyeon!! rumornya, nilai siswi itu di sekolah sebelumnya nyaris sempurna!! kalian selisih 20 point!" Satu kelas pun ramai mengerubungi meja Jeongyeon.
"Hahahaha akhirnya semangat belajarku kembali lagi." Jeongyeon tertawa puas.
"Bagaimana ini Jeongyeon??"
"Wahh dia menggeser kebanggan kelas kita!"
"Jeongyeon ayo rebut kembali tempatmu!"
"Kau adalah The One Jeongyeon!"
"Jangan biarkan dia menggesermu."
"Tenang tenang, aku akan mengembalikan lagi posisiku." Jeongyeon berdiri.
"Sekarang, mari kita ucapkan selamat padanya." Jeongyeon tersenyum sambil berjalan ke arah pintu keluar diikuti teman temannya.
Jeongyeon hendak menuju kelas Mina namun ternyata gadis itu dan teman temannya sedang berbincang bincang di depan kelas.
"Myoui Mina." Panggil Jeongyeon yang berhasil membuat Mina menoleh dan menyita perhatian banyak siswa.
"Eoh? Jeongyeon?" Mina menoleh diikuti teman temannya yang heboh karena kedatangan Jeongyeon.
"Selamat." Ucap Jeongyeon.
"Terima kasih." Mina tersenyum.
"Aku rasa aku telah salah menilaimu. Ternyata kau adalah rival yang kuat." Ucap Jeongyeon.
"Jadi, sekarang kau menganggapku rivalmu?" Tanya Mina.
"Hehe, kau telah masuk ke The Genius dan telah berhasil menggeserku. Aku memganggap sekarang kita adalah rival." Ucap Jeongyeon.
"Hmm menarik." Mina mengangguk angguk.
"Jangan khawatir, aku akan segera mengambil kembali posisiku." Jeongyeon menyeringgai.
"Mengapa begitu yakin?" Tanya Mina yang membuat seluruh siswi yang memenuhi tempat itu pun heboh.
"Woahhhhh!!" Seru mereka.
"Hahaha kau lucu juga." Jeongyrkn tertawa.
"Jangan terlalu terburu buru. Bukankah lelah terus berada di tempat yang sama? Nikmatilah saja dulu, setelah itu kau bisa merebutnya kembali kapanpun kau mau. Itupun jika kau bisa." Ucap Mina santai.
"Hahaha aku mulai menyukai permainanmu." Jeongyeon mengangguk angguk.
"Yoshh baiklah, sudah kuputuskan. Mulai hari ini, kita adalah rival." Jeongyeon mengulurkan tangannya untuk dijabat Mina.
"Tentu." Mina membalas jabatan Jeongyeon sambil tersenyum dan menatap mata Jeongyeon.
"Woahhhh!!! daebak!! ini berita besar!!!" Heboh semua orang.
Berita tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh Eclairya bahkan ke media luar.
"Fufufu, mereka sudah memulai rupanya. Baiklah Jeongyeon, mari kita lihat lagi semangat belajarmu itu." Miss Sunmi terkekeh sambil melihat berita di ponselnya dari ruangan kepala sekolah.
waduh waduh waduh
KAMU SEDANG MEMBACA
Beauty Thought
FanfictionAn ordinary high school love story. Update setiap minggu DISCLAIMER! Bila ada kesamaan cerita, alur, watak, dan tokoh ada cerita ini, murni kebetulan. Cerita ini murni dari ide, hayalan, pemikiran dan imajinasi penulis belaka. A Story By: TYZYX ©03...
