"termasuk membunuh??"
suara itu terdengar begitu dingin. Yibo mengangkat kepalanya terkejut, suasana ruangan sangat sunyi, Yibo menatap Xiao Zhan dengan pandangan mata penuh keterkejutan, sedangkan Xiao Zhan memandang Yibo penuh keingintahuan.
"me.....membu...nuh?" ujar Yibo terbata-bata. iya terkejut Zhan genya mengatakan hal seperti itu. apa maksud Zhan ge nya membunuh dalam artian sebenarnya?? membunuh seseorang??
Xiao Zhan menaikan salah satu alisnya, seringaian pada wajahnya terlihat mengerikan namun juga menggoda disaat bersamaan, wajah Xiao Zhan manis dan tampan, seringaiannya membuat Xiao Zhan justru terlihat sexy. Xiao Zhan tidak menjawab, namun tangannya meraih saku, menghubungi seseorang dan mengaktifkan mode loud speaker agar Yibo dapat mendengarnya dengan jelas. Xiao Zhan hanya perlu menunggu 2 kali deringan.
"Zhan.... baby~ kau menghubungiku apa baik-baik saja??" ujar Kris Wu diseberang, nadanya sangat hangat dan lembut. ada kesan kekhawatiran disana. saat mendengar suara diseberang Yibo tanpa sadar mengeratkan genggamannya pada Xiao Zhan, dirinya masih setia bertumpu pada lututnya.
"ge...." ujar Xiao Zhan juga lembut, nadanya menjadi sedikit manja, mata Yibo mengkilat, mendengar Zhan genya seperti itu membuat tubuh Yibo bergetar.
"beberapa orang mencari masalah denganku~" Xiao Zhan mengatakan itu masih sembari menatap mata Yibo.
dari seberang terdengar suara gebrakan meja "siapa yang berani mencari masalah denganmu huh??!!!!" jelas sekali Kris terdengar sangat emosi disana " Zhan~ kau baik-baik saja? kau dimana?? ingin gege menjemputmu baby?" nada Kris menjadi lebih lembut. sangat jarang seorang Xiao Zhan bersifat manja dan mengeluh, Kris sangat bersemangat memikirkan adik kecilnya, bagaimanapun dulu Xiao Zhan sangat kecil dan mudah Kris peluk dan gendong. jangan tanya sekarang, bertemu saja mereka jarang.
"ge~" ujar Xiao Zhan "aku ingin membunuh mereka...." ujar Xiao Zhan pelan kepalanya ia miringkan ke kanan, mata Xiao Zhan terlihat memandang Yibo, ada kilatan rumit disana, terlihat menggoda dan juga mengerikan disaat yang bersamaan, Xiao Zhan juga menjilati bibirnya, seolah-olah membayangkan makanan yang lezat. melihat itu Yibo tersentak, ia memucat tak pernah melihat gegenya seperti ini. namun apa yang membuatnya semakin terkejut adalah jawaban Kris Wu
"itu hal mudah Zhan.... beri tahu gege. gege akan membereskannya untuk mu. apapun untukmu sayang. Lu ge juga akan dengan senang membantu" ujar Kris. nadanya terdengar senang dan meremehkan. seperti membunuh bukanlah hal sulit.
Yibo menggeleng kuat. berfikir bahwa Kris Wu akan melakukan apapun untuk Zhan ge, bahkan membunuh orang terdengar mudah. Yibo tau itu salah namun ia tidak terima.
"GE!!!! aku akan melakukannya!! aku..... aku akan melakukannya untuk gege.... kumohon....!!" ujar Yibo pasrah sembari menunduk
Xiao Zhan tersenyum terkejut. "ge....... aku akan menghubungi gege lagi nanti" ujar Xiao Zhan sebelum mematikan telfon. tangannya mengelus kepala Yibo. Xiao Zhan sadar ia menyukai Yibo dan Yibo juga, namun Xiao Zhan perlu tahu seberapa besar Yibo akan berkorban. menjadi pasangan Xiao Zhan tidak akan mudah, Xiao Zhan tidak memiliki banyak syarat namun kakek dan Kris berbeda. sama seperti Luhan genya. awalnya Luhan ge adalah orang yang biasa, namun saat menjadi pasangan gegenya. mau tidak mau Luhan ge belajar bisnis keluarga Wu dan berhadapan dengan hal-hal yang orang biasa tidak pikirkan.
terlebih Xiao Zhan tau posisinya, ia adalah cucu kesayangan, dan kakek serta gegenya tidak akan menerima seseorang yang lemah, mereka tidak peduli pasangan Xiao Zhan orang yang kaya atau terkenal. uang adalah hal terakhir yang perlu mereka takutkan, mereka punya banyak uang, sangat banyak. yang kakek dan gege nya perlukan adalah seseorang yang bisa melindungi Xiao Zhan, setia dan akan melakukan segala sesuatu agar dapat membuat Xiao Zhan bahagia dan aman, seseorang yang berani berkorban segalanya demi Xiao Zhan, termasuk nyawanya.
jika Yibo serius, cepat atau lambat ia perlu berhadapan dengan Perdana Mentri Wu, Kris dan Luhan. Yibo tidak boleh lemah. setidaknya mental Yibo tidak boleh lemah. oleh karena itu Xiao Zhan mengatakan permintaan seperti itu. Xiao Zhan tidak benar-benar meminta Yibo untuk membunuh, bagaimanapun Xiao Zhan merasa semua nyawa berharga.
"Yibo......." ujar Xiao Zhan hangat, tangannya mengangkat dagu Yibo, mengusap air mata Yibo. melihat senyum hangat gegenya, mata Yibo bersinar. ada harapan disana. lalu detik selanjutnya Yibo merasakan sentuhan hangat dibibirnya.
Zhan genya Menciumnya!!! XIAO ZHAN Menciumnya terlebih dahulu!!!
Yibo tersentak, matanya membulat terkejut, merasakan hangat dan lembutnya bibir gegenya. lalu dengan cepat membalas ciuman Xiao Zhan, matanya menutup dan tangan kanannya naik ke tengkuk Xiao Zhan. mereka saling melumat, nafas mereka semakin berat, namun saat Yibo hendak memasukan lidahnya ke mulut XIao Zhan, gegenya sudah melepas ciuman mereka. Yibo terlihat linglung sejenak, matanya tetap memandang bibir Xiao Zhan dengan lapar, Yibo menggigit bibirnya hendak memajukan tubuhnya mencium XIao Zhan kembali namun Xiao Zhan mendorong Yibo sembari terkekeh.
Xiao Zhan dapat melihat bagian bawah Yibo yang mengeras karena celana jeans biru muda ketat yang Yibo pakai serta baju yang Yibo pakai memiliki ukuran pas ditubuh Yibo.
"ge~" ucap Yibo, matanya tidak lepas dari Xiao Zhan.
"Yibo...... jangan nakal.... ambil bekal yang gege buatkan dan makan" ujar Xiao Zhan sembari mengelus kepala Yibo. Yibo bergerak gelisah, sadar hormonnya tidak bisa ia kendalikan. mata Yibo memandang Xiao Zhan memelas.
"gege akan menunggu mu pulang"
"ge tinggal disini, aku akan menyelesaikan syuting dengan cepat"
"bukankah kau mengusirku tadi"
"tidak-tidak. gege salah dengar" ujar Yibo, apa ia mengira Xiao Zhan tuli atau idiot? namun Xiao Zhan tertawa mendengar jaaban Yibo.
"baik. selesaikan makanmu. kita harus keluar dan kau meminta maaflah atas sikapmu kepada yang lain"
mendengar itu Yibo mengangguk. "baik" ujar Yibo cepat sembari mengambil makanan, hatinya jauh terasa ringan, beban mentalnya selama ini terasa terangkat.
senyuman tidak pernah luntur dari wajahnya, bahkan mulai bersikap manja dan meminta Xiao Zhan menyuapinya. berbeda dengan di dalam tenda, suasana dingin masih menyelimuti lokasi. bahkan sang director belum melanjutkan syuting. mereka menerka-nerka apa yang terjadi didalam. setelah 30 menit lebih, Yibo akhirnya keluar sembari menuntun Xiao Zhan, senyum diwajahnya sangat lebar, orang-orang yang melihatnya merasa matahari terbit dari barat. apa yang terjadi?? mengapa Yibo dapat dengan cepat begitu berubah?? apa ia bipolar???
Yibo dan Xiao Zhan menghampiri sang director yang segera bangkit dari kursinya. semakin dekat dengan mereka, para staff dan pemain dapat melihat mata Yibo sedikit bengkak, jelas ia terlihat habis menangis, namun melihat senyum lebahrnya mereka mengalihkan perhatian ke Xiao Zhan yang terlihat tenang dan hangat, seolah-olah orang yang marah tadi bukanlah dirinya.
sampai sana Yibo meminta maaf karena sifatnya selama ini yang mempengaruhi suasana syuting dan berjanji akan lebih professional lagi kedepan. semua yang disana dapat mendengar ucapan Yibo yang jelas dan tegas. ia terdengar tulus dan mereka tidak habis pikir, bagaimana Yibo berubah begitu cepat, namun melihat manager Xiao yang tersenyum ke arah Yibo dan bagaimana Yibo yang tersenyum lebar setelah permintaan maafnya ke manager Xiao seolah-olah seperti anak anjing yang ingin dipuji karena berhasil melakukan trik kecil, mereka sadar, Yibo benar-benar hanya dapat ditaklukan oleh Xiao Zhan. siapa yang berani berteriak kepada artis papan atas seperti Yibo, terlebih A-list. bahkan seorang CEO akan berfikir beberapa kali.
merindukanku? aku merindukan kalian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine (IN EDITING)
FanfictionXiao Zhan adalah seorang manager dari artis multitalenta Wang Yibo. setelah 2 tahun segala sesuatunya berjalan lancar. hubungan antara artis dan manager. Namun segalanya berubah saat Xiao Zhan terpaksa menjadi pasangan Yibo dalam pemotretan. Yibo mu...