setelah tidak sengaja memanggil nama satu sama lain secara bersamaan, baik Yibo dan Xiao Zhan terdiam. di pikiran Xiao Zhan ia tidak tahu harus mengatakan apa, tapi satu yang pasti adalah, setelah mengetahui perasaan Yibo. ia merasa senang, hatinya menghangat. tapi Xiao Zhan tahu jelas posisinya, meski CEO Jiang mendukung, tapi tidak dengan fans Yibo.
Bagi Yibo, kegugupannya berada di level yang berbeda. setelah semua yang ia lakukan pada gegenya, Yibo bahkan rela jika harus menyebrangi samudra agar Xiao Zhan tidak meninggalkannya. berfikir mengalihkan pembicaraan sebelum Xiao Zhan membahas hal kemarin adalah hal yang bagus.
"ge....eee.... kau sudah sadar.... makanan sudah siap. gege harus minum obat. hmmm.... gege tunggulah disini" ujar Yibo segera melarikan diri keluar. hanya perlu sebentar Yibo kembali dengan mangkuk berisi bubur dan sup serta segelas air. ia dengan kikuk membantu Zhan genya makan.
tidak ada yang saling berbicara. tapi Xiao Zhan melihat bagaimana tangan Yibo bergetar saat membantunya.
Xiao Zhan menghela nafas. dan Yibo dapat mendengar jelas, tangannya semakin bergetar, keringat mulai membasahi dahi Yibo. tapi Xiao Zhan tetap diam, ia membiarkan Yibo membantunya makan. saat Xiao Zhan sedang tidak melihat, Yibo akan memandangi Xiao Zhan dengan pandangan penuh cintanya meski ada rasa sedih disana, tapi tak apa bagi Yibo ia harus belajar sabar, ia tidak boleh egois dan tamak.
setelah apa yang CEO Jiang katakan mengenai jika benar Zhan genya memiliki perasaan padanya membuat Yibo semakin jatuh cinta kepada gegenya. dimana lagi ia dapat menemukan seseorang yang begitu tulus dan memikirkannya. Yibo bersumpah akan menjaga Zhan genya. akan memberikan Zhan ge nya yang terbaik. Yibo akan lebih bekerja keras. Yibo tidak berjanji lagi, namun ia bersumpah.
"Yibo...." panggil Xiao Zhan pelan. jantung Yibo berdetak lebih cepat. dalam hati berdoa agar Xiao Zhan tidak membahas hal kemarin. Yibo tidak tau harus mengatakan apa. ia takut salah bicara.
"hu.... huh?" Yibo terbata, menatap Xiao Zhan takut
"aku ingin ke kamar mandi" ujar Xiao Zhan cepat
"huh??? ahhh.... kamar mandi... ohhh kamar mandi.... haha... tentu saja" ujar Yibo terbata-bata, ia pasti terlihat bodoh sekarang. tapi disatu sisi Yibo lega karena Xiao Zhan tidak membahas hal kemarin.
"dan aku ingin melepas ini" Xiao Zhan menunjukkan lengannya yang terpasang infus
"tapi itu belum habis ge" Yibo khawatir
"aku sudah lebih baik dan itu juga tinggal sedikit"
"tunggu sebentar" ujar Yibo sebelum mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"halo... ini Yibo. Zhan ge ingin melepas infus"
".........................."
"sisa sedikit"
"............................"
Yibo mulai menoleh ke meja letak ia menempatkan obat Xiao Zhan "aku menemukannya. aku akan melakukannya. tinggal menariknya saja kan?"
"................................"
"baiklah. Terima Kasih"
Xiao Zhan hanya diam memperhatikan Yibo sedari tadi. lalu melihat Yibo menonton sesuatu di HP nya. ia menonton video yang dikirim dokter yang menangani Xiao Zhan bagaimana melepas selang infus.
"katakan jika sakit Zhan ge" ujar Yibo, sedari tadi wajahnya serius. ia tidak boleh melakukan kesalahan, tidak ingin menyakiti Xiao Zhan
ada yang berubah mengenai Yibo dimata Xiao Zhan. Xiao Zhan memperhatikan Yibo. saat Yibo menyentuh tangannya, tubuh Xiao Zhan tersentak seketika. Yibo segera memandangnya. ada rasa sakit disana, tapi tubuh Xiao Zhan tidak dapat ia kontrol, Xiao Zhan masih mengingat apa yang Yibo lakukan kemarin.

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine (IN EDITING)
FanfictionXiao Zhan adalah seorang manager dari artis multitalenta Wang Yibo. setelah 2 tahun segala sesuatunya berjalan lancar. hubungan antara artis dan manager. Namun segalanya berubah saat Xiao Zhan terpaksa menjadi pasangan Yibo dalam pemotretan. Yibo mu...