"Yibo....."
"Yibo......"
"YIBO......!!" teriakan Xiao Zhan semakin keras saat sadar Yibo sama sekali tidak mendengarkan panggilannya dari tadi
"eh ?!" Yibo terkejut.
Matanya seketika menoleh ke segala arah, terkejut kaget karena apapun yang tadi terjadi adalah imajinasinya saja. Yibo mengusap wajahnya dan menghela napasnya kasar. Juniornya sudah sangat keras, beruntung ia duduk dibelakang dan ditutupi bajunya yang memang kebesaran.
Melihat Yibo yang seperti dalam mood yang tidak baik membuat Xiao Zhan khawatir.
"Yibo..... kau baik-baik saja? kita sudah sampai dari tadi, tapi kau seperti tidak fokus. Apa ada yang menganggumu?"
Yibo tidak menjawab sama sekali dan langsung pergi sembari menutup pintu mobil keras, Xiao Zhan terkejut dan tidak habis pikir. Ada apa dengan Yibo, tapi yang jelas ia ketahui adalah Yibo sedang marah dan dalam emosi yang tidak baik.
Hari itu menjadi hari yang sangat menegangkan bagi semua artis dan staff yang bertugas. Yibo sangat sesitive dan menjadi sangat dingin dari biasanya, ia tidak menyapa siapapun, menghiraukan sapaan orang lain dan bahkan sang direktor. Tidak ada canda tawa seperti biasa, dan saat itu terjadi mereka hanya dapat mencari tau dari sang manager Xiao Zhan.
Namun Xiao Zhan yang ditanya hanya mengangkat bahu, mengatakan tidak tau. Hal yang membuat mereka tercengang adalah bagaimana Yibo tidak selengket seperti biasanya dengan manager kesayangannya.
Para staff produksi, para artis dan bahkan seluruh crew yang terlibat dan pernah bekerja dengan Yibo sangat tau bahwa Xiao Zhan memiliki tempat istimewa bagi Yibo. Ini dapat dilihat dari bagaimana ia tertawa, tesenyum, melihat atau memperlakukan sang manager. Yibo sangat dingin terhadap orang lain layaknya gunung es, namun ia akan menjadi dataran penuh rumput dan bunga saat bersama sang manager Xiao Zhan. Hanya Xiao Zhan yang dapat mengatur Yibo secara leluasa, dan belakangan mereka bahkan sadar bagaimana Yibo selalu bertindak manja dari biasanya.Yang melihat awalnya kaget namun hal itu menjadi hal yang biasa untuk mereka.
Biasanya ada Xiao Zhan membuat suasana syuting menjadi hangat karena sifatnya yang mudah bergaul dan terkadang suka bercanda. Karena Xiao Zhan juga akan memastikan Yibo menyelesaikan pekerjaannya dan menjaga suasana hati Yibo untuk tetap stabil. Namun hari ini berbeda, Yibo terlihat uring-uringan meski Xiao Zhan ada di dekatnya. Dan menjadi lebih parah saat Xiao Zhan harus pergi ke kantor, Yibo bahkan beberapa kali mengucapkan kata-kata kasar sampai ia membanting ponsenya.
Suasana menjadi sangat tidak nyaman dan mencekam. Sang director bahkan memutuskan untuk menanyai asisten manager Yibo, Fanxing
"sebenarnya apa yang terjadi? sampai Yibo dalam mood yang sangat buruk seperti ini. Bahkan aku sendiri takut mendekatinya"
"atas nama Yibo, saya mohon maaf. Menurut saya itu karena manager Xiao dipindahkan sementara menjadi manager pengganti untuk Yubin selama 2 bulan. Yibo tidak suka ide itu tapi itu perintah CEO langsung"
Mendengar itu beberapa orang yang juga memasang telinga ingin mendengarkan alasan dari sifat Yibo serempak ber-OH ria
"pantas saja dia seperti ini. huhh..... ini seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya" ujar sang director
"oleh karena itu.... atas nama Yibo saya meminta maaf jika membuat suasana syuting tidak nyaman" ujar sang asisten Fanxing
"hahahaha..... tidak apa-apa. Aku tau Yibo orang yang baik karena kita sudah 5 bulan mengerjakan drama ini, dan selalu bersama. Yibo tidak pernah membuat masalah, kecuali sifat dinginnya" sang director menepuk bahu Fanxing lalu beranjak pergi.
Dan kabar mengenai sang manager tampan nan imut Xiao Zhan yang menjadi alasan mood Yibo menjadi buruk segera menyebar. Banyak yang kecewa karena mereka sangat menyukai keberadaan Xiao Zhan yang hangat, Xiao Zhan juga sangat tampan, bahkan menurut mereka ketampanannya menyaingi Yibo, seperti jika Yibo tampan dan keren maka Xiao Zhan tampan dan manis.
Banyak juga yang mengerti posisi Yibo, jadi tidak ada yang protes. Mereka tau seberapa dekat Yibo dan sang manager. Bahkan banyak staff perempuan yang membayangkan cerita tentang kisah cinta mereka secara diam-diam.
Sedangkan Yibo yang memilih istirahat di dalam ruangan sendirian tidak dapat menyembunyikan emosinya, saat tadi ia menerima pesan dari Xiao Zhan bahwa Xiao Zhan tidak dapat menemani Yibo untuk hari ini karena harus mengurusi berkas berkas di kantor, Yibo yang memang sudah dalam suasana hati yang sangat buruk, melempar ponselnya keras, tidak peduli jika banyak yang melihatnya.
Pikirannya kalut, dan yang penting adalah hatinya, hatinya tidak nyaman seperti ada yang kurang. Yibo takut, takut jika Zhan genya tidak kembali. Jika saja ia tidak melecehkan Xiao Zhan saat dirinya mabuk, maka Yibo tidak akan sekhawatir ini. Xiao Zhan pasti kemabali padanya. Siapa yang tidak ingin menjadi manager dari artis papan atas? Jangan pikirkan gaji yang pasti akan jauh lebih tinggi dari yang lain. Orang-orang juga akan lebih menghormatimu kemanapun kamu pergi. Tapi sekarang, Yibo bahkan tidak memiliki kepercayaan diri.
Sedangkan Xiao Zhan sedang sibuk di kantor, setelah selesai ia memilih untuk pulang ke apartemennya karena sudah lama ia tidak pulang. Saat pulang ada banyak surat dan paket untuknya.
Menghabiskan waktunya untuk bersantai Xiao Zhan mulai membuaka surat dan bingkisan-bingkisan, ada oleh-oleh dari teman-temannya, kiriman dari rumah, surat tagihan, surat pemeberitahuan, dll. Perlahan wajah Xiao Zhan berubah serius, ia menegakkan tubuhnya saat sadar surat apa yang ia pegang. Ini adalah pemberitahuan untuk pindah apartemen karena apartemennya saat ini akan melakukan pembangunan ulang.
Masalahnya adalah batas pindah hanya tersisa 1 minggu saja.
'pantas saja parkiran mobil lebih sepi dibandingkan biasanya' batin Xiao Zhan
Dengan cepat Xiao Zhan meraih ponselnya dan mendial nomor sang pemilik apartemen, ia menayai kejelasan serta uang yang sudah ia bayarkan. Setelah melalui pembicaraan yang panjang, dan mendapatkan sisa uangnya kembali, Xiao Zhan merebahkan tubuhnya kasar. Ia harus segera mencari tempat tinggal tapi dalam waktu seminggu dan terlebih ia masih harus bekerja, terdengar mustahil.
Xiao Zhan termenung, ia bisa saja meminta bantuan saudaranya, tapi setelah berikir sejenak. Xiao Zhan memutuskan untuk mengurungkan niatnya.
"tidak peduli, aku akan tidur saja dulu" ujar Xiao Zhan masa bodoh.
Sekarang pukul 5 sore dan Xiao Zhan sudah berbaring nyenyak di dalam selimutnya. Biarlah masalah apartemen ia pikirkan besok.
Sedangkan Yibo semakin menjadi-jadi setelah seharian ia tidak mendapati kabar dari Xiao Zhan, ya ponselnya memang rusak, tapi ia punya ponsel lainnya, dan Xiao Zhan tau semua nomornya. Yibo ingin menghubungi Xiao Zhan tapi ia gengsi. Ia sedang marah sekarang, harusnya Xiao Zhanlah yang harus menghubungi Yibo.
Sejenak ada pikiran yang mengatakan bahwa Xiao Zhan telah melupakannya membuatnya semaikin marah. Ia tidak bisa menghentikan pikiran buruknya. Yibo tidak pernah overthinking seperti ini sebelumnya.
Setelah uring-uringan cukup lama, Yibo akhirnya memutuskan
"aku akan mencoba menghubungi Zhan ge. Jika Zhan ge tidak mengangkat, aku tidak akan menungu balasan dari Zhan ge. Aku tidak peduli" Yibo berujar sendiri.
Setelah mendengar nada terhubung, Yibo tidak sadar bagaimana tubuhnya menjadi lebih tegak dengan tangan terkepal di pahanya. Semakin lama bunyi sambungan terdengar namun tidak ada pertanda bahwa Xiao Zhan mengangkat panggilan Yibo, membuat napas Ybo semakin berat.
Saat panggilannya tidak terjawab, Yibo menatap nyalang ponsel di tangannya dan tertawa, tawa miris namun penuh kemarahan yang terpendam. Malam itu, Yibo tidak bisa tertidur.

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine (IN EDITING)
FanfictionXiao Zhan adalah seorang manager dari artis multitalenta Wang Yibo. setelah 2 tahun segala sesuatunya berjalan lancar. hubungan antara artis dan manager. Namun segalanya berubah saat Xiao Zhan terpaksa menjadi pasangan Yibo dalam pemotretan. Yibo mu...