XXXVII

13.7K 1.2K 473
                                    


Sedangkan didalam, Yibo yang baru masuk terdiam, membelakangi pintu masuk, yang artinya juga membelakangi Zhan ge nya. Perasaan Yibo rumit. Pikirannya berkecamuk. Yibo merasa tubuhnya ditarik agar berbalik menghadap Xiao Zhan. Yibo sudah pasrah berfikir Xiao Zhan akan memukulnya. Ia juga tidak akan membalas jika Zhan ge nya memukul, mungkin dengan begitu Yibo akan sadar, ia tidak memiliki harapan dengan gegenya.

Namun yang terjadi adalah Xiao Zhan yang memeluk Yibo. Tubuh Yibo menegang. Otaknya seolah membeku.

"ge- "

"tutup mulutmu jika kau tidak ingin ku pukul, aku sangat marah saat ini" ucap Xiao Zhan kasar sembari berdesis, memotong ucapan Yibo. 

Ia mengeratkan pelukannya pada Yibo, nafas Xiao Zhan juga kasar, jelas Xiao Zhan benar-benar marah. Tidak ada yang pernah benar-benar berteriak atau memperlakukan Xiao Zhan seperti itu, apalagi dihadapan orang banyak. Bangaimanapun sejak kecil, Xiao Zhan adalah bagian dari keluarga Wu dan kesayangan mereka. Meski benar-benar tidak ada hubungan darah, namun semua memperlakukan Xiao Zhan dengan hormat, pembantu, supir, bawahan, bahkan rekan kerja Perdana Mentri Wu. Tidak ada yang membentaknya, dan Xiao Zhan juga memiliki harga diri sebagai laki-laki dan manager Yibo.

Sekarang artisnya dan orang yang ia sukai meneriakinya, mengusirnya dan bersikap dingin kepada Xiao Zhan dihadapan orang lain membuat harga diri Xiao Zhan benar-benar jatuh. Ia juga kesal karena tidak mengerti mengapa Yibo bersikap seperti ini. Mereka bukan anak kecil, berkomunikasi adalah kunci utamanya. Yibo diam, ia merasa bersalah. Pelukan Xiao Zhan membuatnya tenang. Yibo memeluk Xiao Zhan erat, menenggelamkan wajahnya pada leher Xiao Zhan, menghirup aroma Xiao Zhan kuat. Xiao Zhan merasakan bajunya basah, jelas Yibo menanggis dalam diam. 

Xiao Zhan menghela nafas kasar, mengelus punggung Yibo lembut. Tongkatnya sudah jatuh sejak tadi bahkan tas kotak makan juga sudah Xiao Zhan taruh entah sejak kapan. Xiao Zhan bertumpu pada 1 kakinya namun tubuhnya juga bersandar pada Yibo. Mereka diam seperti itu untuk sejenak.

"Yibo.........." ucap Xiao Zhan, melepaskan pelukan

Yibo hanya berguman tidak berani menatap Xiao Zhan.

"duduk" ucap Xiao Zhan, dan Yibo dengan sigap membantu Xiao Zhan ke sofa sedang di salah satu sisi ruangan. Yibo tetap berdiri di hadapan Xiao Zhan, sedangkan Xiao Zhan bersender di sofa menyamankan duduknya.

"apa kau tahu kesalahanmu?" ucap Xiao Zhan tegas

Yibo diam sejenak lalu mengangguk.

"katakan"

"maaf"

Mendengar itu Xiao Zhan mengerutkan alisnya kembali

"aku suruh katakan apa kesalahanmu jika kau tau apa salahmu" nada Xiao Zhan kembali dingin

Yibo menarik nafasnya, Zhan ge nya benar-benar marah dan Yibo merasa ketakutan

"aku berteriak kepada Zhan ge" ucap Yibo masih setia menundukan kepalanya, tangannya meremat jahitan celananya

"katakan apa maksudmu tentang masalah yang kau buat?"

Yibo diam menatap Xiao Zhan, pandangan Zhan genya jelas menyelidik dan bingung. Zhan genya benar-benar tidak tahu.

Merasa tidak mendapat jawaban, Xiao Zhan mengerutkan alisnya

"katakan.... aku tahu dari orang lain atau darimu? Mana yang menurutmu lebih baik?"

Yibo merasa deja vu, seperti pernah mendengar pertanyaan yang sama sebelumnya

"dariku......" guman Yibo takut, ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Xiao Zhan setelah mengutak-atik ponselnya sejenak.

Be Mine (IN EDITING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang