Jam menunjukan pukul 3 pagi lebih saat Yibo mulai membuka matanya, ia merasakan pusing hebat akibat ulahnya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya tidur di karpet masih dengan pakaian lengkap. Merasa mual, Yibo dengan cepat bangkit dan muntah di kamar mandi. Tubuhnya benar-benar tidak nyaman. ia berusaha bangkit, melepaskan semua pakaiannya satu-persatu, ia segera mandi di bawah air hangat, namun gerakannya membeku seketika setelah ingat apa yang terjadi.
Ingatan asing namun familiar masuk dengan cepat dan memenuhi kepalanya. Yibo dengan cepat menyelesaikan mandinya lalu dengan rambut dan tubuh yang masih basah, ia segera keluar dengan handuk yang menyampir di pinggulnya.
Di atas tempat tidurnya, Xiao Zhan masih tertidur pulas, dengan kaki masih menekuk dan menempel di karpet. Yibo merasa napasnya menjadi tercekat, ia benar-benar ingin mengulang waktu.
Yibo perlahan berjalan mendekat, ia tidak mempedulikan tubuhnya yang masih basah dengan air yang masih mengalir di tubuhnya dan hilang di balik handuk.
Melihat Xiao Zhan yang terlihat tertidur pulas, Yibo hendak membantu Xiao Zhan membenarkan posisi tidurnya agar lebih nyaman, tapi saat mencoba meraih Xiao Zhan, tangan Yibo bergetar hebat. Ia lalu menarik tangannya dengan cepat dan meremas tangannya.
Perasaan Yibo sangat rumit, ia takut, malu, marah, kecewa, sedih dan merasa bodoh.
Yibo panik, apa yang akan ia katakan saat Zhan genya terbangun nanti! Mengingat apa yang sudah terjadi, kakinya lemas. Yibo jatuh terduduk sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"bagaimana aku bisa menyakiti Zhan ge?"
"bagaimana aku bisa menyakiti Zhan ge?!" rancau Yibo pelan sembari menarik rambutnya sendiri.
Entah apa yang Yibo pikiran, tapi sampai Xiao Zhan terbangun, Yibo masih terduduk di lantai dan bersandar di dekat kaki Xiao Zhan dengan pandangan kosong.
Saat Xiao Zhan bangun, ia langsung ingat tentang kejadian yang terjadi kemarin malam. Pandangannya ke kanan dan ke kiri, melihat tidak ada Yibo, Xiao Zhan secara tidak sadar bernapas lega, perlahan bangkit duduk. Namun ia terkejut saat melihat Yibo yang berada tepat di sebelah kakinya.
Jika dilihat, Yibo jelas sudah berbilas, terlihat dari bagian bawahnya yang tertutupi handuk, untuk sejak kapan Yibo berbilas, Xiao Zhan tidak peduli.
Jika ini biasanya, Xiao Zhan akan menegur Yibo yang duduk di bawah, dan belum berganti. Xiao Zhan akan khawatir dan takut jika Yibo masuk angin. Tapi saat ini, Xiao Zhan bahkan tidak tau untuk berbicara apa. Jika ia bisa memilih, Xiao Zhan tidak dalam mood untuk melihat Yibo sekarang.
Xiao Zhan diam sejenak sebelum memilih bangkit dan segera mandi ke kamarnya, bagaimanapun mereka masih ada jadwal nanti.
Yibo baru sadar Xiao Zhan sudah bangun setelah Xiao Zhan bangkit dan hendak keluar kamar. Melihat itu, Yibo seketika menjadi panik, Yibo yakin Xiao Zhan pasti sudah melihatnya, tapi fakta Xiao Zhan memilih diam dan tidak berkata apapun membuat hati Yibo sangat sakit dan tidak nyaman. Ia lebih memilih jika Xiao Zhan marah atau bahkan memukulnya.
"Zhan ge!" ucap Yibo cepat, ia segera berdiri dan menghalangi Xiao Zhan keluar kamar dengan berdiri dan merentangkan tangannya di pintu kamar. Melihat itu, Xiao Zhan berhenti beberapa langkah dari Yibo sembari mengerutkan alisnya.
"bicarakan nanti" ujar Xiao Zhan singkat, menunggu Yibo untuk memberinya jalan, tapi Yibo sama sekali tidak bergeming.
"Zhan ge...... Zhan ge.... Maafkan aku. Aku....aku...... benar-benar kehilangan kendali. Zhan ge...... kumohon...." Lirih Yibo
Xiao Zhan tidak tau harus menjawab apa, ia memijat pangkal hidungnya dan mencoba menarik napas dalam untuk menenangkan dirinya.
Ia tau Yibo kehilangan kendali dan tidak sadar, Xiao Zhan sudah bersama Yibo 2 tahun lebih, ini bukan pertama kalinya Yibo mabuk, dan Yibo tak pernah menyerang siapapun, dan lagi, Xiao Zhan adalah laki-laki. Jika Yibo seorang gay, maka itu beda lagi.
Masalahnya Xiao Zhan tau Yibo itu normal, benar-benar lurus. Semua mantan atau teman kencannya adalah perempuan. Jadi sebagai orang yang jauh lebih dewasa dari Yibo, Xiao Zhan akan berusaha mengerti. tapi tetap saja kemarin....
Melihat Xiao Zhan hanya diam, membuat Yibo semakin tidak nyaman.
"Zhan ge..... kau boleh memukulku, memarahiku, memakiku, tapi aku mohon jangan menghindariku. Aku tidak peduli jika orang lain membenciku, tapi tidak dengan Zhan ge, hiks" ujar Yibo tegas, namun pelan di kalimat terakhir.
Yibo merasa ini pertama kalinya ia benar-benar menangis di depan orang lain selain orang tuanya. Yibo berlutut, membuat Xiao Zhan terkejut.
"Wang Yibo bangun!"
Yibo menggeleng
"Zhan ge boleh memukulku, menendangku, atau bahkan mematahkan tanganku. Aku tidak akan membalas seberapa banyakpun gege memukulku" ujar Yibo menatap Xiao Zhan yakin.
"Yibo bangun! Kau tau gege tidak akan bisa melakukannya!" ujar Xiao Zhan tidak habis pikir.
Menarik napas, Xiao Zhan melanjutkan
"dengar..... gege tau kau kemarin hilang kendali, karena gege sadar oleh karena itu gege tidak bisa marah dan menyalahkan mu meskipun gege ingin melakukannya, tapi di satu sisi, gege merasa dilecehkan. Gege tidak tau harus bersikap bagaimana menghadapi mu. Gege mencoba mengerti tapi di satu sisi gege kecewa. Wang Yibo, gege tidak pernah benar-benar memarahi mu, tapi untuk yang kemarin, kau keterlaluan"
"katakan Yibo, kemarin.... Apa yang membuatmu seperti itu, gege ingat sebelumnya baik-baik saja. Jangan bilang karena kau mabuk. Ini tidak pertama kalinya gege melihatmu mabuk, kau tidak pernah menyerang orang lain"
Yibo meneguk ludahnya kasar, Yibo juga tidak menyangka dirinya akan kehilangan kendali seperti itu.
Awalnya ia hanya menemukan bahwa dirinya tertarik kepada Xiao Zhan, managernya. Setelah pemotretan, ia memperhatikan Xiao Zhan melebihi biasanya. Ia menemukan managernya tidak hanya tampan, manis dan mengemaskan, tapi juga perhatian, dewasa dan dapat diandalkan.
Yibo tidak pernah menyangka ia akan tertarik ke sesama jenis karena sejak awal ia hanya menyukai perempuan, tapi Yibo juga bukan seseorang yang berpikiran sempit, oleh karena itu Yibo semakin membuka diri dan merasa tidak salahnya untuk mencoba, apalagi jika orang itu adalah Xiao Zhan.
Tapi melihat bagaimana Jhonny Huang begitu dekat dengan Xiao Zhan, membuat Yibo benar-benar marah. Yibo tidak menyangka ia menyukai Xiao Zhan lebih dalam dari yang ia kira.
Bahkan Yibo tidak bereaksi seperti ini saat tau salah satu mantan kekasihnya berselingkuh. Lalu bagaimana Yibo menjawab pertanyaan Xiao Zhan setelah apa yang ia lakukan!
Yibo yakin jika sekarang ia bilang bahwa ia menyukai Xiao Zhan setelah apa yang ia lakukan, Xiao Zhan akan merasa Yibo mempermainkannya dan menggunakan kesempatan ini untuk berhenti menjadi managernya.
"Yibo...." panggil Xiao Zhan pelan, saat tidak mendapatkan jawaban dari Yibo.
Yibo mengangkat kepalanya dan menatap Xiao Zhan dalam
"ge... di kehidupan ini, aku kira aku hanya peduli kepada orang tuaku. Tapi nyatanya aku juga sangat peduli kepada Zhan ge. Ge.... selama ini bersamaku, apakah aku pernah menyakiti gege? Setiap orang membuat kesalahan, jika gege belum bisa memaafkanku, setidaknya beri aku kesempatan. Aku tidak ingin kehilangan gege. Aku tidak ingin gege membenciku. Kemarin... itu adalah salahku, meski aku mabuk, tidak seharusnya aku melakukannya. Ge... saat sadar aku menyakiti gege, aku merasa menderita. Aku merasa seperti orang brengsek yang tidak layak dimaafkan, tapi aku egois ge! Aku egois, aku egois tidak ingin gege membenciku"
Mendengar itu, Xiao Zhan terdiam. Ia tidak menyangka Yibo mengatakan hal seperti itu. Melihat Yibo yang perlahan bangkit tanpa melepaskan matanya dari mata Xiao Zhan, Xiao Zhan secara tidak sadar melangkah mundur.
Melihat itu Yibo hanya dapat tersenyum miris.
[Whiskey here, don't forgrt vote and comments! aku harap kalian mengerti perasaan yang dirasakan Yibo dan Xiao Zhan. Semoga hari kalian menyenangkan dan selalu diberkati]

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine (IN EDITING)
FanfictionXiao Zhan adalah seorang manager dari artis multitalenta Wang Yibo. setelah 2 tahun segala sesuatunya berjalan lancar. hubungan antara artis dan manager. Namun segalanya berubah saat Xiao Zhan terpaksa menjadi pasangan Yibo dalam pemotretan. Yibo mu...