14

11.7K 1.3K 87
                                    

"gege" ujar Yibo

"iya?" jawab Xiao Zhan

"gege!" kali ini nadanya lebih ditekankan

"iya! Gege mendengarkan mu. Apa yang kamu perlukan?" Xiao Zhan membalas masih tidak mengerti maksud dari Yibo

"maksudku yang aku perlukan adalah gege! Aku tidak bisa tidur tanpa gege" ujar Yibo, mengapa Zhan genya sangat lamban.

"ahh..... hahahahaha gege kira kau memanggil gege" ujar Xiao Zhan, dalam otaknya ia berpikir cepat bagaimana menolak ajakan Yibo dengan halus. Bagaimanapun ia masih terpikir kejadian yang baru saja terjadi kemarin malam

"kau tidurlah duluan, masih ada yang perlu gege kerjakan. Nanti gege akan menyusul" ujar Xiao Zhan mencoba tersenyum, ia tidak ingin menyinggung perasaan Yibo

"apakah masih lama?"

"besok gege harus ke kantor bertemu dengan Yizhou ge, kau tau musim balap sudah dekat dan juga masih ada pekerjaan lainnya"

"baiklah.... tapi jangan lama-lama" ujar Yibo seraya bangkit dan menuju kamarnya. Ia tidak ingin terlihat memaksa gegenya.

Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, sudah 3 jam sejak Yibo masuk ke kamarnya. Ia benar-benar menunggu Xiao Zhan sembari menghafal naskah lalu beralih dengan bermain game.

Sadar ia menunggu sudah lama, Yibo bangkit menuju kamar gegenya. ia mendapati gegenya sudah tertidur disana. Ada rasa kecewa di hati Yibo.

Bagaimana tidak, ia benar-benar menunggu gegenya untuk tidur bersama sedangkan gegenya malah tidur duluan, apalagi di kamar berbeda. Ada banyak kemungkinan yang terjadi dalam benak Yibo.

Salah satunya adalah bahwa gegenya pasti merasa kurang nyaman atau yang parah takut tidur dengan Yibo karena kejadian kemarin. Ya, itu adalah alasan yang pasti dan paling masuk akal. Tapi Yibo tidak terima, ia membohongi dirinya dengan berpikir mungkin gegenya kelelahan dan tidak sengaja tertidur.

"ya..... gege pasti ketiduran" guman Yibo sembari tersenyum pahit dengan pemikiran palsunya.

Tapi hati Yibo masih sedih dan tidak nyaman. Menghampiri gegenya, Yibo memilih merebahkan badan disebelah Xiao Zhan. Pelan ia melingkarkan tangannya pada perut Xiao Zhan. Matanya ia pejamkan ingin tidur, Yibo juga lelah. Namun seketika ia terkejut karena Xiao Zhan tiba-tiba terbangun sambil berteriak

"aahh!!" pekik Xiao Zhan sembari menghempaskan tangan Yibo dari perutnya kasar lalu berdiri dengan cepat, wajahnya kaget dengan kilas ketakutan disana. Saat sadar atas apa yang telah ia lakukan, ia mencoba mengatur emosinya. Ada sedikit trauma pada Xiao Zhan

Sedangkan Yibo yang mendapat respon seperti itu, tentu saja merasa sangat tersakiti dan terkejut. Dia memandang Xiao Zhan dengan tatapan tidak percaya, tapi juga tidak menyalahkan Zhan genya. Bagaimanapun ini semua salahnya dan Yibo sadar itu, hanya saja ia tidak menyangka bahwa Xiao Zhan akan merespon sebesar itu, bahkan di dalam alam bawah sadarnya.

"ahh..... Yibo haha... kau ini membuat gege terkejut saja" ujar Xiao Zhan canggung terdengar sangat jelas.

"apa gege takut padaku?" ujar Yibo pelan, matanya mulai berkaca-kaca.

Yibo bingung, entah mengapa ia selalu berubah cengeng di hadapan Xiao Zhan

"apa karena kemarin? apa karena itu gege menyuruhku tidur duluan? apa karena itu gege tidur disini?" suara Yibo bergetar.

Xiao Zhan dapat melihat ekspresi Yibo dengan jelas mengingat lampu kamar masih menyala

"bukan begitu. Gege hanya terkejut...." Xiao Zhan menjawab tapi dia sendiri terlihat tidak yakin

"tidak apa-apa ge... aku tidak marah. Ini salahku, harusnya aku menjaga gege, melindungi gege, tapi aku sendiri yang menyakiti gege" air mata Yibo mulai turun tapi tidak ada isakan

Sedangkan Xiao Zhan bingung harus menjawab apa. Bagaimanapun ia tidak tau harus menjawab apa. Ia tidak mau salah berucap. Dan lagi, apa maksud Yibo dengan melindungi dirinya? Bagaimanapun dirinya sudah besar tidak perlu dilindungi. Yang ada Yibo yang perlu dilindungi, yang artis disini adalah Yibo. bahkan usia Yibo masih lebih muda dari Xiao Zhan.

Yibo yang sedari tadi duduk, ikut bangkit, berdiri di hadapan Xiao Zhan, lalu perlahan berlutut

"eh... Yibo apa yang kau lakukan?!" Xiao Zhan terkejut, ia mencoba mengangkat tubuh Yibo, tapi Yibo tetap kukuh untuk berlutut.

"ge.... maafkan aku. Jika gege ingin menamparku, memukulku, berteriak atau mencaciku, bahkan menendangku, aku akan menerimanya. Aku tidak akan melawan. Gege dapat melakukan apapun padaku. Asal jangan menjauhiku, jangan membenci ku ge" Yibo berbicara tegas, kedua telapak tangannya ia kepalkan diatas pahanya dan matanya menatap mata Xiao Zhan penuh keyakinan.

Yibo ingin Zhan genya percaya lagi padanya. Tapi Yibo bingung, ia tidak pernah berada atau mengalami hal seperti ini sebelumnya, jadi selain memohon seperti ini, Yibo tidak tau apa yang harus ia lakukan.

Xiao Zhan yang mendengar ucapan Yibo seperti itu lagi tidak habis pikir. Xiao Zhan tidak tahu mengapa Yibo sampai bertindak seperti ini. Apakah ini memang Yibo jika sedang meminta maaf, Xiao Zhan tidak tau, ia tidak pernah melihatnya. Entahlah, tapi yang terpenting adalah sekarang bagaimana ia harus merespon Yibo. Xiao Zhan memang sedikit takut, meski ia berusaha tidak memperlihatkannya.

Dan karena menyibukkan dirinya dengan pekerjaan seharian, Xiao Zhan jadi tidak begitu memikirkannya. Tapi tetap saja ada rasa tidak nyaman. Xiao Zhan merasa meski ada rasa lain juga yang ia rasakan tapi Xiao Zhan tidak dapat menjelaskannya perasaan apa itu.

"Yibo bangunlah...... ini sudah malam, besok kau ada syuting pagi sebaiknya kau tidur" ujar Xiao Zhan, dari suaranya terdengar lelah.

Mendengar response seperti itu Yibo tentu saja sakit dan kecewa. Terkesan seperti Zhan genya sudah tidak peduli dengannya dan tidak ingin membahas itu.

Dada Yibo sakit, kakinya lemas. Ia kira Zhan genya sudah memaafkannya tadi pagi. Hahahha..... dirinya sangat bodoh. Tentu saja Zhan genya hanya bersifat profesional dengan menyelesaikan pekerjaannya tanpa masalah.

Dalam hati Yibo tertawa miris, mungkin saja Zhan ge nya sudah berpikir untuk berhenti. Memikirkan itu Yibo marah, moodnya berantakan, aura kelam menyelimutinya. Ekspresi wajahnya juga menjadi kelam dan dingin memikirkan jika Zhan genya berhenti dan memilih menjadi manager artis lain.

Tidak! Zhan ge nya adalah miliknya! Xiao Zhan adalah milik Yibo seorang!

Ia tidak ingin gegenya menjadi manager orang lain, membuat makanan untuk orang lain, makan bersama, berpergian bersama, atau mungkin akan menemani tidur bersama.

Yibo tidak sadar pikirannya membayangkan Xiao Zhan yang tertawa dengan sosok artis lain. Dalam khayalannya, Yubin tertawa bersama Xiao Zhan sembari makan bersama, lalu suasana berubah saat Yubin menjulurkan tangannya dan membersihkan noda di bibir Xiao Zhan, membuat Xiao Zhan juga diam terkejut. Mereka memandang satu sama lain dengan jari Yubin yang masih di ujung bibir Xiao Zhan dan memperhatikan bibir Xiao Zhan. Perlahan tangan Yubin turun dan menarik dagu Xiao Zhan mendekat. Xiao Zhan mulai memejamkan mata saat melihat Yubin memejamkan mata. Saat jarak semakin dekat, Yubin membuka matanya menatap Yibo yang berada di belakang Xiao Zhan dengan pandangan meremehkan.

'pecundang' ucap Yubin tanpa mengeluarkan suara.


Be Mine (IN EDITING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang