BRAAKKK
suara pintu dibuka kasar membuat 2 penghuni ruangan tersebut mengalihkan pandangan ke sumber suara
"Luhan ge...." ucap pelan pemuda yang saat ini duduk diatas ranjang, perban putih dengan noda merah menghiasi dahinya
"XIAO ZHAN!! kau....." Luhan menghapiri Xiao Zhan dengan langkah cepat, menghiraukan seseorang yang sedari tadi setia duduk di sofa sibuk dengan ponselnya "katakan siapa yang melakukannya?" desis Luhan marah,
"Cheng Xiao" nada berat milik pemuda yang sedari tadi sibuk memainkan HPnya membuat baik Luhan dan Xiao Zhan mengalihkan perhatiannya, nadanya penuh racun mematikan.
"ular itu!!!! lalu apa kau sudah melakukan sesuatu?!" Luhan menaikan suaranya, perhatiannya kini teralihkan kepada sosok tampan dengan setelan jas yang mulai bangkit dari sofa menuju arah mereka
langkah beratnya menimbukan suara khas pertemuan antara lantai marmer yang mengkilat dan sepatu pantofel mahal. suasana ruangan terasa semakin dingin, tatapan mata pemuda itu tajam, penuh benci dan dendam,
sampai di sebelah Luhan, ia duduk di pinggir kasur, menatap Xiao Zhan dalam lalu menatap Luhan
"sayang..... siapapun yang menyakiti Xiao Zhan-kita" pemuda itu Kris, memandang Xiao Zhan kembali sembari memajukan tangannya mengelus lembut pipi Xiao Zhan, lalu mencium pipi Xiao Zhan "akan kupastikan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan" nada beratnya terdengar dingin, penuh dengan keinginan membunuh.
"Yifan ge.... jangan berlebihan" ujar Xiao Zhan, tau benar bahwa baik Yifan dan Luhan sangatlah protective kepadanya.
"hahahaha................. berlebihan kau bilang, jika kakek tahu bahkan keluarganya juga akan dibasmi, seolah-olah Cheng Xiao dan keluarganya tidak pernah ada!" hardik Luhan
"apa kakek tau??" tanya Xiao Zhan takut. ia tidak ingin membuat kakeknya marah dan khawatir
"bahkan jika kita tidak memberi taunya, kakek sudah pasti akan tau. apa kau lupa sekarang kau dimana Zhan?" jawab Kris
Xiao Zhan baru sadar, melihat bagaimana sekitarnya tentu saja dirinya berada di salah satu kamar VVIP di Rumah Sakit Xiaotangshan, rumah sakit milik Perdana Mentri Wu yang tidak lain adalah kakek Kris. Rumah sakit ini sebenarnya dibuat untuk Xiao Zhan.
"tolong jangan biarkan kakek bertindak~" pinta Xiao Zhan, mengeluarkan jurus andalannya, 'Memasang wajah imut, seraya memelas' nada suaranya ia ubah, melihat itu baik Kris dan Luhan segera mengalihkan pandangannya serentak
"Zhan!" bentak Kris namun tetap tidak memandang Xiao Zhan, Xiao Zhan tau benar kelemahannya Kris dan Luhan, mereka akan menuruti semua permintaannya jika Xiao Zhan, memelas, bertingkah imut atau menanggis.
"Lulu ge~ Fan Fan ge~" tambah Xiao Zhan, mengembungkan pipinya, seraya meraih tangan Luhan dan menggoyang-goyangakannya, kakinya ia tendang-tendang kecil. Kris dan Luhan melirik, lalu menggelengkan kepala mereka. Xiao Zhan tau ia akan menang.
"baiklah.... aku akan meminta kakek untuk tidak bertindak" ujar Kris akhirnya
"sayang!!!! kau! " hardik Luhan kepada Kris
"lulu sayang~ aku memang bilang meminta kakek untuk tidak bertindak, namun bukan berarti kita tidak bisa bertindak" seringai Kris. membuat Luhan tersenyum lebar lalu memeluk Kris erat. membuat Xiao Zhan memebelalakan matanya
"kau yang terbaik!!! aku dulu atau kau dulu?" tanya Luhan masih dalam pelukan Kris, Kris mengelus lembut dan sayang pipi kanan Luhan dengan tangan kanannya, tangan kirinya masih setia berada di pinggang Luhan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine (IN EDITING)
FanficXiao Zhan adalah seorang manager dari artis multitalenta Wang Yibo. setelah 2 tahun segala sesuatunya berjalan lancar. hubungan antara artis dan manager. Namun segalanya berubah saat Xiao Zhan terpaksa menjadi pasangan Yibo dalam pemotretan. Yibo mu...