10. Kencan Dadakan

7.8K 779 82
                                        

Jangan lupa vote dan komentarnya, Yorobun 💚

Biar aku makin semangat 💚

*


"Danish, jangan lupa nanti malam lo bakal perform sama Tania. Awas kalau aneh-aneh, ya."

Danish yang baru menyelesaikan schedule di radio sebagai bintang tamu, mengangguk saat Magenta memberi tahu schedule dia berikutnya yang diikuti sedikit ancaman. Saat ini Danish dalam perjalanan ke rumah yang ditemani oleh Magenta dan Gia, menunggu waktu sampai malam tiba dan melaksanakan schedule keduanya hari ini. Walaupun hari ini schedule-nya tidak banyak, Danish tetap lelah karena kemarin sudah melakukan banyak schedule yang cukup padat. Itulah kenapa sekarang Danish sedang menghemat tenaga untuk tidak membantah atau debat dengan Magenta, agar performanya nanti malam bisa berjalan baik.

"Wah! Dress-nya keren banget!" seru Gia yang mengejutkan Danish dan Magenta. "Mbak Trana lagi di dekat sini," katanya dengan mata yang masih tertuju pada ponsel.

Mendengar nama Trana, spontan membuat Danish semangat dan ikut menatap ponsel Gia yang duduk di sampingnya. Rupanya Gia sedang membuka Twitter dan ada yang mengunggah foto Trana memasuki sebuah mall. Informasi dari Gia sangat menguntungkan karena sekarang lokasi Danish tidak jauh dari mall yang sedang dikunjungi oleh Trana.

"Magenta, putar balik," titah Danish pada Magenta yang saat ini memang menyetir. "Gue harus ketemu Trana."

"Enak aja! Lo mending persiapan tampil daripada nyamperin Mbak Trana."

"Gue harus nyamperin pacar gue, Ta. Sebentar doang. Soalnya ini momen penting dan harus gue manfaatin dengan baik."

"Gue nggak ngerti maksud lo apa, tapi intinya gue nggak bakal ngizinin lo pergi."

"Enggak apa-apalah, Mas. Kasihan ini Mas Danish mau pacaran sebentar. Lagian perform-nya masih lama, jadi santai aja."

Danish harus berterima kasih pada Gia karena mau membelanya, membuat Magenta tidak berkutik kalau ada orang lain yang bersuara. Dengan berat hati Magenta pun memutar mobil dan pergi menuju mall yang dikunjungi oleh Trana. Sepanjang perjalanan, Danish mengumpulkan rasa semangatnya karena dia akan memanfaatkan momen Trana yang sedang pergi belanja seorang diri. Dengan kemunculannya di depan publik sebagai pacar, maka orang-orang akan lebih yakin kalau Danish dan Trana memang sepasang kekasih. Well, Danish yakin kalau Trana akan marah karena dia muncul dadakan. Namun, itu tidak masalah karena yang terpenting momen menguntungkan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Danish.

"Lo jangan lama-lama," ancam Magenta setelah mobilnya terparkir di depan pintu utama mall. "Habis ketemu Trana, lo harus pulang. Pokoknya jangan aneh-aneh selama nggak ada gue atau Gia. Terus lo jugaㅡ"

"Ya, ya, gue mau kencan dulu. Lo berdua pacaran juga sana."

"Gue belum selesai ngomong!"

Gia cekikikan di belakang Magenta karena lagi-lagi tidak berhasil membuat Danish menurut padanya. Di dalam mobil, Magenta langsung mengata-ngatai Danish Dignata yang sudah seperti pria kasmaran sampai ingin selalu bersama pujaan hatinya.

"Gi, bilang ke Danish kalau gue nunggu di sini. Biar nanti ada apa-apa, gue bakal langsung jemput."

"Oke," kata Gia yang mulai membuka aplikasi chat dan mengirim pesan pada Danish sesuai yang dikatakan Magenta.

Di dalam mall, kedatangan Danish tentunya menjadi pehartian orang-orang yang mayoritas mengenal dan bahkan menjadi penggemarnya. Ada yang menahan jeritan agar tidak histeris, ada yang menyapa dan masih dibalas oleh Danish, lalu ada pula yang mengabadikan momen pertemuan kebetulannya dengan Danish. Langkah Danish sedikit tergesa karena dia perlu segera mencari Trana di mall yang luas. Danish mengeluarkan ponselnya dari saku jaket, lalu membuka media sosial untuk mencari informasi soal Trana dari penggemarnya. Begitu melihat cuitan salah satu penggemarnya yang mengunggah foto Trana masuk ke sebuah toko, Danish pun segera memusatkan tujuannya ke toko itu agar bisa menemui pacarnya.

RumorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang