Selamat datang di chapter terakhir Rumor ©
Terima kasih sudah mengikuti Rumor sampai akhirnya bisa bertemu di chapter ini. Chapter ini panjang banget, jadi pelan-pelan aja bacanya. Gak perlu sampai sekali beres, asalkan dibaca semua sampai akhir ^^
Jangan lupa untuk memberikan banyak dukungan, siapa tahu kangen 💚
*
"Ini menu makanan yang harus kamu konsumsi selama masa pemulihan dan Mama yang masak. Mama nggak mau dengar kamu ngebantah, oke? Soalnya kemarin kamu udah makan banyak yang kurang sehat. Kamu masih mau nyanyi, 'kan? Jadi, harus makan sesuatu yang bisa jaga suara kamu juga."
Samantha selama ini memang lebih pendiam, tetapi sekalinya bicara, apalagi sampai mengatur makanan yang harus dikonsumsi oleh putranyaㅡseperti MagentaㅡDanish mau tidak mau mendengarkan dan sesekali mengangguk menurut. Samantha adalah orang yang teratur, jadi selalu membuat jadwal harian seperti yang ia berikan pada Danish. Well, Danish tidak heran ketika Samantha memberikan jadwal harian, mulai dari apa yang harus dilakukan Danish selama satu minggu ke depan, menu makanan dari sarapan hingga makan malam, sampai jadwal tidur pun benar-benar diatur.
Danish menggeleng pelan saat dia membaca tiga lembar kertas berisikan jadwal hariannya yang begitu ketat. Dijamin Danish akan pusing saat dia harus mengikuti setiap jadwal yang tertera.
"Tidur jam delapan?" Danish tertawa melihat salah satu jadwalnya yang paling tidak bisa ia lakukan. "Aku jam 8 biasanya masih syuting. Kalaupun nggak syuting, aku pasti main game atau nonton. Apa nggak bisa lebih malam?"
"Kamu di sini bisa tidur jam 7, kenapa di rumah nggak bisa?"
"Itu ... karena obat," cicit Danish. "Jam 10 aja deh, Ma. Aku 'kan bukan anak kecil."
"Mau anak kecil atau orang dewasa, kamu harus tidur yang cukup. Jangan ngebantah. Semua jadwal di sini bakal Mama yang awasin." Samantha merapikan rambut Danish yang sedikit berantakan. "Kamu harus nurut, Nak. Ini 'kan buat kebaikan kamu juga. Kita udah lama nggak ketemu, selama di rumah sakit juga Mama nggak pernah ngatur-ngatur."
Danish mengembuskan napas pasrah karena mau membantah pun tidak mungkin. Samantha memang orang yang kalem, tetapi tidak suka dibantah kalau sudah memerintah, sama seperti Bram. Memang dasar pasangan Dignata ini jiwa bossy-nya mendarah daging sampai menurun pada Danish. Omong-omong, akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, di mana Danish bisa kembali ke rumah dan melakukan pemulihan di sana. Kalau tidak ada keluhan lain, Danish bisa kembali beraktivitas dalam 10 hari.
Sesuai persetujuan, Danish tidak ingin keluar lewat pintu VIP seperti saran Bram. Pasalnya Danish tahu kalau selama dirawat, banyak penggemar yang selalu menunggunya di depan rumah sakit, jadi Danish ingin keluar lewat pintu biasa untuk menyambut para Diaries. Hari ini Danish juga mendengar kalau yang menunggu kepulangannya jauh lebih banyak dari biasanya, maka Danish tidak ingin membuat penggemarnya kecewa kalau harus keluar lewat jalur VIP yang tertutup. Untungnya Bram dan Samantha sedang baik, jadi mereka langsung mengizinkan tanpa perlu ada debat.
"Makasih sudah mau luangin waktu buat ketemu anak saya sepagi ini, Pak Aydan. Saya nggak nyangka kalau pimpinan Winata Group mau jenguk anak saya."
"Justru saya nggak enak karena baru datang pas Danish pulang. Saya terlalu sibuk di SG. Maaf ya, Pak Bram."
"Enggak masalah. Kebetulan Danish belum pulang."
Danish dan Samantha mendengar percakapan dua orang yang mendekati mereka berdua. Samantha otomatis membungkuk kecil dan menyalami pria yang berdiri di samping Bram, sementara Danish berusaha berdiri dan ikut menyalami Aydan yang begitu ia kenal sebagai pimpinan Winata Group, ayah Trana, sekaligus ... calon mertuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor
FanfictionDanish, seorang penyanyi sukses yang sudah berkecimpung di dunia tarik suara selama 10 tahun, harus menerima kariernya yang hampir hancur karena rumor mengenai dirinya. Di saat kariernya tengah dalam kondisi yang gawat, Trana--atasan agensi yang men...
