Jangan lupa vote dan komentarnya, Yorobun 💚
Biar aku makin semangat 💚
Ada yang masih mau baca, kan? Hehe ^^
Enjoy 💚
*
Danish berhasil masuk ke dalam gedung Winata Entertainment dengan penjagaan super ketat dan penyamaran yang baik pula. Pagi-pagi sekali Danish sudah datang ke kantor WE untuk ikut menyaksikan press conference, dikawal oleh Magenta serta dua bodyguard yang disiapkan untuknya. Alasan Danish datang pagi karena dia harus menghindari awak media yang sudah pasti datang pagi juga untuk meliput press conference.
Meski yang bisa masuk untuk menghadiri press conference hanya media terpilih, media lain tentunya menunggu di luar gedung dan kalau Danish tidak hati-hati, dia bisa kena sasaran empuk. Sesuai dugaan, beberapa awak media sudah berdatangan karena ingin menunggu press conference dan informasi setelahnya. Danish lega karena dia bisa terhindar dari kejaran awak media dan tiba dengan aman di ruang latihannya bersama Magenta dan Gia, mengawasi dilaksanakannya press conference melalui televisi yang sudah terhubung langsung dengan salah satu kamera di meeting room.
Danish duduk di antara Magenta dan Gia, sengaja memberinya pengawasan karena khawatir ada hal-hal di luar dugaan terjadi.
"Celline ngasih kabar kalau Tania belum datang, Mas," kata Gia seraya menunjukkan isi chat-nya dengan Cellineㅡsekretaris Trana. "Gue jadi panik nih. Katanya 'kan harusnya Tania datang buat ikut ngomong gitu lho. Terus sebentar lagi mau mulai, tapi belum datang."
Magenta ikut was-was mendengar informasi itu, sementara Danish tampak santai seakan itu bukanlah masalah besar baginya. Berbeda sekali dengan Gia dan Magenta yang saling beradu pendapat saat Tania tidak datang ke kantor WE untuk hadir di press conference, Danish justru cuek, padahal dia sadar betul kalau kehadiran Tania sangat penting.
"Gimana, ya? Ini aman kalau misalnya Mbak Tania nggak datang?" tanya Gia panik.
"Gue juga nggak tahu," jawab Magenta seraya menggaruk kepalanya. "Demi apa pun, gue nggak pernah sepanik ini. Kalau Tania nggak datangㅡyang mana kehadiran dia itu penting bangetㅡbisa gawat nih. Sumpah, gue nggak bisa berpikir positif, Gi."
"Gue juga," balas Gia yang kini menggigit jarinya sambil membaca pesan terakhir yang dikirim Celline. "Mbak Tania nggak mungkin tiba-tiba batalin buat setting-an, 'kan?"
"Kalian tuh tenang aja bisa nggak, sih? Bisa aja dia masih di jalan atau gimana. Celline sendiri yang bilang kalau Tania belum datang, bukan nggak datang. Mending tenang, terus lihat Trana yang udah masuk ke meeting room."
Tidak ingin membuat Danish kesal karena membicarakan Tania yang kedatangannya masih dipertanyakan, Magenta dan Gia pun memilih untuk fokus menatap ke layar televisi, menonton press conference yang akan segera dimulai tak lama setelah Trana masuk ke meeting room.
"Rekan-rekan, semuanya. Di sini saya selaku CEO Winata Entertainment, ingin memberi tahu bahwa rumor yang dituduhkan pada Danish Dignata perihal pelecehan seksual tidaklah benar. Di dalam foto yang sudah kalian lihat, itu bukanlah Danish Dignata dan kami sudah mengonfirmasi hal ini pada pihak terkait. Foto itu diambil sekitar satu tahun lalu, tepatnya saat Danish sedang sibuk melakukan promosi untuk album barunya. Selama promosi itu, Danish tidak memiliki banyak waktu untuk bertemu dengan teman, pergi ke tempat hiburan, bahkan melakukan hal yang dituduhkan oleh penyebar. Beberapa pihak yang memberikan ujaran kebencian pada Danish melalui media sosial, tidak akan dibawa ke jalur hukum. Hal ini sesuai permintaan Danish karena tidak ingin merugikan pihak yang mungkin masih di bawah umur. Namun, pihak WE masih memberikan sanksi pada akun-akun yang telah memberikan ujaran kebencian dengan membatasi akun tersebut untuk mengakses hal-hal terkait Danish Dignata. Dengan itu, akun yang dibatasi tidak bisa memberikan ujaran kebencian lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor
FanficDanish, seorang penyanyi sukses yang sudah berkecimpung di dunia tarik suara selama 10 tahun, harus menerima kariernya yang hampir hancur karena rumor mengenai dirinya. Di saat kariernya tengah dalam kondisi yang gawat, Trana--atasan agensi yang men...
